
Setelah itu aku langsung menuju ke kelas dan mulai membuka resleting tas ku untuk mengambil mukena yang ada di dalamnya, kini aku sedang melangkahkan kakiku menuju ke mushalla kecil yang ada di samping kantin sekolah.
"Nih! 😄 gambaran Musalla di sekolahnya Aisyah." 😇
Suasana Musalla terasa sunyi, aku pun langsung mengambil wudhu kemudian masuk kedalam Musalla lalu mulai membentangkan sajadahku ke arah kiblat untuk menghadap sang pencipta.
Disaat shalat memoriku terus saja berputar tentang ingatan yang ku alami ketika aku sedang terbaring dalam keadaan pingsan, saat sedang bersujud dihadapkan sang pencipta tiba-tiba aku menangis karena tak sanggup lagi menahan tampungan kristal yang terus mengalir di pipi kanan dan kiriku.
Diakhir shalat aku berdoa "Ya Allah! sesungguhnya hamba dalam keadaan bingung dan resah, hati ini terasa ragu atas semua peristiwa yang menimpa hamba akhir-akhir ini." keluhku kepada-Nya.
Setelah berdoa ia pun langsung melipat mukenanya, Eris yang sejak tadi memerhatikannya mulai penasaran dengan kebiasaan yang dilakukan Aisyah.
Apa lagi Eris sangat tersentuh saat Aisyah membaca Al - Qur'an. Selain menenangkan pikiran, Al - Qur'an juga mampu membuatnya bahagia karna sudah beberapa tahun ditinggal ayahnya untuk mencari pekerjaan agar dapat menafkahi keluarganya.
Tanpa sepetahuan ibu dan ayahnya, ia ternyata selama ini sering mendengarkan vidio orang yang sedang membaca Al - Qur'an dengan fasih.
Ia juga sudah belajar mengaji dengan ustad Arifin disuatu tempat yang jauh dari rumahnya. Selain belajar membaca al - Qur'an ia ternyata juga mempelajari tata cara sholat ditempat itu juga, cuman dia belum berani untuk mempraktekkannya.
__ADS_1
Ustad Arifin tidak mengetahui bahwasanya ia adalah orang kristen yang sangat mencintai agama Islam. Saat belajar mengaji ia mengganti namanya menjadi "Jannah" ditambah lagi ia memakai cadar dan baju gamis yang berukuran besar saat kesana.
"Seperti inilah gambaran Eris ketika Ia pergi ketempat ustad Arifin." 😏
Ketika ustad bertanya dari mana asalnya ia hanya menjawab "aku adalah orang mekkah yang merantau kejakarta, ayahku bekerja disini."
Setelah berbohong seperti itu, barulah ia dipercaya oleh ustad yang sempat curiga namun kini kecurigaannya telah hilang karna ucapan Eris.
Dikelas mengaji anak - anak TK cuma ia yang paling semangat belajar Iqrak, sehingga setelah 5 bulan ia pun sudah dapat membaca Al - Qur'an dengan lancar ditambah lagi dengan tajwid dan mahrajul huruf yang benar cara pembacaannya.
Walau pun bukan saudara kandungnya sendiri, ia merasa lebih nyaman berada didekat ustad dan istrinya dibandingkan dengan keluarganya aslinya.
Eris adalah sahabat Aisyah yang awalnya memeluk agama Kristen sampai sekarang, tapi semenjak ia tertarik dengan agama Islam dan menelusurinya saat ia berteman dengan Aisyah ia mulai kagum dengan akhlak Aisyah yang baik dan sabar juga lebih mengetahui islam lebih dalam dibandingkan dirinya.
Kitab yang sudah Aisyah pelajari sudah sangat tinggi, ia pun merasa tak mampu mengejarnya lagi. Karna Aisyah telah belajar kitab sejak usianya masih 5 tahun, setiap kitab yang telah ia pelajari sudah dapat dihafal dan kini semua kitab itu sudah diluar kepalanya.
Jadi saat ia meminta Aisyah untuk menceritakan tentang satu fasal yang ada dikitab matan taqrib, Aisyah dapat dengan mudah memberitahukannya dan menjalaskan isi didalamnya secara detail yang sangat - sangat jelas sampai - sampai ia bingung untuk bertanya apa.
__ADS_1
Karna semua yang Aisyah jelaskan sangat mudah dicerna dalam memori kepala siapa saja, Aisyah tidak hanya ahli didalam kitab beserta ikrab - ikrabnya saja.
Ia juga ahli dalam bidang apa saja dan mampu menguasainya sebelum diajarkan, bahkan semua guru sudah percaya dengan kejeniusan Aisyah.
Semua olimpiade yang ia ikuti tanpa belajar mampu ia kerjakan dan lulus dengan mudah. Semua kelebihan ada pada dirinya mulai dari seni lukis, seni musik dan lain - lain.
Ia pemenang dari seluruh lomba yang diusulkan sehingga jika ada peserta lomba yang bersaing dengannya merasa mustahil dapat memenangkannya.
Sebenarnya ia ingin sekali menyampaikan rahasia besarnya pada Aisyah. Tapi ia takut, ia masih malu, ia masih belum yakin walaupun ia kini belum masuk islam tapi ia merasa sudah seperti orang islam.
Yang paling ia takuti adalah ibunya, apakah ibunya masih mampu menerimanya lagi sebagai anak kandungnya sendiri? apakah ibunya mampu mengikhlaskannya berganti agama untuk menyelamatkan dirinya sendiri dan membantu menarik ibu dan ayahnya kesyurga?
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇
__ADS_1