Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia

Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia
Part 50


__ADS_3

     Sesampai disana Ahmar yang melihat kami berjalan beriringan seakan tak mau menerima, tapi ia mulai berusaha memaklumi karna aku yang telah berhasil menemukannya.


    Brago mengeluarkan sembilan ceri dan memberikannya pada Eris bella agar ia memakannya tanpa aku pinta. Eris bella mulai memakannya setelah beberapa kali menolak, tapi karna Brago mengancamnya akhirnya mau tidak ia harus memakannya hingga akhirnya kepalanya jadi terasa sakit.


     Memorinya diwaktu kecil sampai kepenculikan itu mulai tersusun dengan rapi dikepalanya dan akhirnya ia kembali mengingat segalanya.


     Tubuhnya seakan – akan hilang keseimbangan, hingga hampir saja terjatuh. Beruntung ayahandanya berhasil menangkapnya.


     “Ayahanda,“ ucapnya dalam keadaan lemah.


     “Iya kamu benar! ini ayahanda,“ responnya bahagia saat putrinya mulai kembali mengingat semuanya .


      “Apakah kau kenal ini siapa?“ tanya ibunda sambil menunjuk kearahnya penuh harap.


     “Tentu saja aku mengenalmu wahai ibunda! engkau adalah malaikat berhargaku yang telah lama hilang, aku sangat merindukanmu! maafkan aku yah! datang pada waktu yang salah dan tak bisa kembali."


     "Bahkan tadi sempat menyakiti perasaan ibunda karna ingatanku telah hilang, tapi sekarang ibunda tidak perlu khawatir! karna aku akan terus disisi ibunda sebab ingatanku telah kembali ibunda.“ jawabnya yang langsung berdiri tegap dan mulai memeluk tubuh tersebut sambil mengecup kedua pipi ibundanya dengan penuh kasih sayang.


      “Akhirnya anakku bisa mengingatku, aku sangat bahagia.“ ucapnya dalam pelukannya itu.


     "Baiklah semua! mari kita masuk kedalam Istana,“ ajakku.


     Lalu kami berjalan masuk ke Istana. Aku yang melihat guru sedang kesusahan langsung membantunya untuk berjalan, hingga akhirnya aku mulai membuka pertanyaan.

__ADS_1


     “Ngomong – ngomong bagaimana guru bisa tau bahwa ingatan Eris bella hanya bisa sembuh dengan sembilan ceri hitam?“ tanyaku.


    "Sebenarnya saat makhluk asap hitam itu menguasai tubuh guru, guru masih bisa sadar cuman guru tidak dapat berbuat apa – apa. Jadi guru mengetahui semua yang ia katakan bahkan rencanakan, termasuk obat penawar sahabatmu itu."


     "Dan apakah kau tau! teman – temanmu hampir celaka gara – gara dia, ia bernama Jaksen! jebakan yang kamu buat itu telah diubah olehnya menjadi sangat seram dan menyakitkan sehingga mampu menyiksa teman – temanmu! sedangkan yang kamu buat hanyalah beberapa hewan jinak yang perlu mereka cari untuk memperlambat langkah kaki mereka."


     "Ia sudah mengetahui semua rencanamu dengan bola hitamnya dan masuk kedalam sebahagian tubuhmu, hingga mengaku didalam sana bahwa itu adalah tubuh aslimu yang ingin menyuruhnya untuk menjalankan rencana. Padahal itu semua hanyalah tipuannya, aku tau kau membelah dirimu menjadi tigakan? yang pertama untuk menemani mereka agar berjalan kearah perangkapmu, yang kedua untuk menyamar masuk kedalam mimpi menggunakan jubah putih dan yang terakhir adalah tubuh aslimu."


     "Jadi tubuh yang kau gunakan untuk menjadi jubah putih telah dimusnahkan oleh sijubah hitam, bahkan tempat permainan ringanmu sudah dijadikan tempat yang sangat mengerikan dan mampu melayangkan nyawa. Tapi kau sungguh beruntung karna berhasil mendapatkan teman seberani dan kuat seperti mereka!“ jelasnya panjang lebar sambil berusaha memberikan senyuman.


      "Aku jadi ingin tau, bagaimana caramu bertemu dengan kedua muridku yang paling hebat pada masaku dulu waktu di Indonesia?“ tanyanya penasaran.


     Aku yang mendengarkan kata – kata guru langsung paham dengan apa yang ia bicarakan, tapi bibirku tak mampu untuk menceritakan itu semua karna yang ada hanya membuatku malu saja.


     "Jadi guru dibuat menjadi guru silat cukup lama ditempatmu, kamu kan juga termasuk murid guru pada masa itu dan ajaibnya walau pun kamu lupa ingatan saat dibawa ke Indonesia tapi ilmu asli yang guru ajarkan padamu tetap masih berbekas! iya kan?“ tanyanya yang langsung membuatku merasa sangat malu.


     “Iya! ia sudah lama mengincarmu dan pada saatnya tiba, rencananya berhasil diketahui oleh ayahanda dan ibundamu saat makhluk itu kembali masuk kedalam tubuh guru. Ayahanda dan ibundamu yang tak sengaja mendengarkan rencana jahat darinya langsung melupakan semua ingatanmu dan membawamu ke Indonesia melalui seorang anak yang paling muda dan ahli dalam silat pada masa itu di Andalusia."


    "Ia adalah seorang anak laki – laki yang mampu berlari tanpa berhenti selama beberapa hari sambil menggendongmu untuk mengantarkanmu kerumah tujuan yang telah menerima tawaran ayahanda dan ibundamu di Indonesia."


     "Mereka adalah orang tua palsumu, ketika sampai anak laki – laki itu langsung menurunkanmu dari punggungnya sambil mengatur nafasnya yang tak beraturan. Ia memang masih kecil, cintanya terhadap negara Andalusia sangat besar hingga ia yang merasa dirinya yang mampu membawamu dengan selamat langsung meminta pekerjaan yang sangat terhormat itu."


    "Ia berumur sepuluh tahun pada masa itu, namanya adalah Alkaf. Ia sangat pemberani, sebelum ia pergi ia sempat menyadarkanmu kembali setelah membuatmu tak sadarkan diri agar ia mudah membawamu. Maka pada saat kau terbangun didepan rumah keluargamu itu, ia langsung melanjutkan perjalanannya kembali menuju keIstana tanpa beristirahat.“ ceritanya .

__ADS_1


     Aku sangat terkejut saat mendengarkan cerita itu. Andaikala di izinkan aku ingin sekali bertemu dengannya hanya untuk sekedar mengucapkan terima kasih, tapi kini aku sendiri tidak tau ia sedang berada dimana.


     “Memangnya sekarang dia ada dimana?" tanyaku.


    Guru yang mendengarkan pertanyaan ku tidak mampu berkata apa – apa, mulutnya seperti dikunci rapat – rapat. Matanya mulai berkaca – kaca.


     “Apakah pertanyaan ku salah guru?“ tanyaku sedikit khawatir.


     “Pertanyaan mu tidak salah, hanya saja orang yang kau tanya itu telah meninggal setelah kembali kesini untuk ikut berperang, ia dibunuh oleh sijubah hitam.“ jawabnya.


      “Apa?“ ucapku terkejut.


     Aku merasa bersalah karna telah membuat guruku bersedih, harusnya aku tidak bertanya.


     “Dasar bodoh!" batinku pada diriku sendiri.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇

__ADS_1


__ADS_2