
Dari kejauhan Aira dapat melihat mobil Brago yang menyusulnya dengan gesit, sehingga jantung Aira pun langsung berdebar dengan sangat kencang.
“Aduh! kenapa sih cowok rese itu masih ikutin aku terus, ah! aku tidak peduli! yang penting aku telah berusaha untuk menyelamatkan sahabatku, maafkan aku Alika! aku sudah menjadi sahabat yang jahat untukmu, aku harap kau mau memaafkan aku Alika. Aku sangat sayang kepadamu kawan! tidak masalah jika setelah ini kamu ingin memusuhiku bahkan menjauhiku, aku ikhlas Alika! ikhlas!“ ucapnya mulai berkaca – kaca.
"Ini dia mobil si Brago." 😎
Pikiran Aira mulai berkecamuk, air mata masih saja enggan untuk pergi meninggalkan pipi Aira yang halus.
“Berhenti Aira!!! dasar wanita sialan kamu!!! kembalikan Alika padaku,“ pintanya.
“Sialan? dasar!!! harusnya kan kamu itu yang sialan, his! menyebalkan sekali.“ dengus Aira.
Ia tanpa pikir panjang langsung berusaha melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi melewati semak – semak yang ada dihutan itu.
Akhirnya Aira sampai juga dipuncak, ia langsung buru – buru membuka pintu mobil sambil membawa tubuh Alika keluar.
“Argeo!“ panggilnya terhadap pemuda itu.
Pemuda yang awalnya sedang fokus bertapa diatas batu kini mulai terkejut dengan panggilannya.
Dilihatnya lah orang yang memanggilnya dengan tatapan tajam.
“Argeo, kumohon tolong aku! selamatkan sahabatku! nyawaku tidak sebegitu penting Argeo! kumohon!" rintihnya.
"Assalamualaikum semuanya, 🤗 perkenalkan namaku Argeo." 😊
Argeo mulai paham, sejak ia melihat kearah Aira ia sudah langsung mengerti dengan apa yang sedang dialaminya.
Dari kejauhan mobil Brago mulai tampak, Aira mulai mempercepat langkahnya menuju kearah Argeo.
“Hei Aira!!!“ teriaknya sambil membanting pintu mobil.
“kamu jangan pura – pura goblok yah! kamu itu punya utang sama aku, jadi cepat serahkan Aira.“ pintanya mulai geram.
Matanya mulai berapi – api.
“Pergilah! dan jangan ganggu mereka,“ usir Argeo dengan lembut.
“Memangnya siapa kamu? heh! dengar ya! kamu itu bukan siapa – siapa dan kamu juga tidak tau inti masalah yang sedang kami alami saat ini, jadi saya harap kamu bisa menjaga sedikit ucapanmu sebelum amarahku semakin berkobar dihadapanmu.“ ancamnya.
__ADS_1
“Maaf, saya bukan ingin ikut campur masalah kamu! tapi ini menyangkut dengan sebuah keadilan yang harus saya bantu untuk luruskan. Utang itu kan dari uang jadi harus dibayar dengan uang atau benda lainnya, tapi kenapa kamu memaksanya membayar dengan wanita? yang mana ia juga tidak termasuk dalam keluarga yang berhutang denganmu.“ ucapnya dengan tenang.
“Itu bukan urusanmu! jadi aku minta kamu pergi dari hadapanku sebelum aku menyerangmu,“ ancamnya lagi.
"Silahkan! jika itu maumu, tapi kakiku tidak akan pernah pergi untuk melindungi dua gadis ini.“ responnya santai.
“Kamu memang tukang cari gara – gara yah! sehebat apa sih kamu?“ ucap Brago mulai geram.
Pemuda itu tidak berkutik, ia pun membuka jubah putihnya yang langsung memperlihatkan baju silatnya yang berwarna putih dengan sabuk hijau yang melekat di pinggangnya.
Brago sangat terkejut ketika mengetahui bahwa ia adalah anak silat, tapi ia masih tetap keras kepala.
Tanpa pikir panjang ia pun langsung ikutan juga memperlihatkan kehebatannya walau dalam pakaian berkemeja.
“Kamu gak bakal bisa remehin aku, gini –gini! aku juga mempunya ilmu yang kau punyai! jadi jangan belagu kamu! walau pun aku tidak memakai seragam untuk saat ini, tapi jiwa dan gerakanku akan terus berusaha untuk membuktikan bahwasanya aku mampu untuk menunjukkan kemampuan yang aku miliki kepadamu.“ yakinnya.
Hingga pada akhirnya mereka pun terus bertarung, pertarungan mereka sangat lah dasyat hingga pepohonan yang ada disamping mereka tumbang seketika akibat gerakan dan serangan yang mereka berikan.
Ilmu Brago memang sudah sangat tinggi karna ia tak pernah berhenti mengasah dan mempelajari sesuatu yang belum ia kuasai, sedangkan Argeo masih sedikit tinggi dari Brago tingkatan ilmunya.
Jadi ia sedikit kesusahan dalam menghadapinya, karna ilmu yang ia peroleh dari bertapa belum cukup karna dia belum lama dalam melakukannya.
Tapi hasil bertapanya selama setahun ini sudah mulai memberikan hasil yang baik, karna dia merupakan orang yang cepat dalam mendapatkan dan memahami ilmu yang telah diberikan.
Ketika tenaga pemuda itu mulai melemah, akhirnya tanpa ia sadari pukulan tangan Brago menyambar pipinya yang langsung membuat tubuh Argeo terpelanting kedalam jurang.
Untung aku sampai tepat waktu dan langsung menangkap tubuh Argeo, lalu meletakkan tubuhnya ke tempat yang aman sebelum ia masuk terlalu dalam kedalam jurang. Ia masih tak sadarkan diri, bisa kulihat dengan jelas wajahnya yang membiru akibat pukulan Brago yang sangat dasyat.
Hatiku sungguh teriris karna Argeo juga merupakan temanku ketika masih duduk dibangku kelas satu SMA, tapi semenjak mau kenaikan kelas entah kenapa ia pindah dan menghilang tanpa kabar begitu saja sampai sekarang.
Memang kami tidak terlalu dekat, tapi ia adalah seorang anak yang sangat ramah dan perhatian terhadap semua orang.
“Maafkan aku Argeo, aku tidak dapat menyembuhkanmu sekarang karna ada yang harus lebih dahulu aku selamatkan.“ ucapku lalu langsung meninggalkan tubuhnya diatas tanah itu.
Hatiku masih terasa begitu sakit melihat orang sebaik Argeo terluka karna menyelamatkan orang yang juga baru ia kenal. Ia sungguh murah hati, itulah yang membuatku masih menyayanginya sampai sekarang.
Brago dengan tatapan kepuasan dan kemenangannya mulai tertatih – tatih menghapiri Aira yang sedang menidurkan Alika diatas pangkuannya, sebenarnya Brago juga kehabisan banyak tenaga tapi karna rasa yang ada dihatinya ia rela jadi seperti ini.
Air mata Aira mulai mengalir deras, seakan tak ingin Alika disentuh apa lagi disakiti oleh Brago.
“Pergi!!! pergi!!!“ usirnya kepada Brago yang seperti tuli dengan apa yang ia katakan.
__ADS_1
Aira yang sudah lemas tidak mampu berbuat apa –apa, yang ada hanyalah suara isak tangis dan teriakan.
Saat Brago mulai menyentuh tangan Alika, aku yang sudah sampai sambil menggunakan seragam silatku yang berwarna hitam dengan sabuk hitam langsung menepis kasar tangan Brago yang sudar tak dapat mengendalikan dirinya lagi.
“Mau apa kamu?“ tanyaku pada Brago.
“Ada apa lagi ini?“ ucap Brago malah balik bertanya kepadaku.
“Aku adalah teman nya Alika, jadi kamu tidak boleh menyentuhnya." tatapku tajam.
"Beginilah sosok Aisyah saat telah menggunakan jilbab yang sama warna dengan baju silatnya." 😎
“Mau apa sih kamu ikut campur aja urusan aku?“ tanyanya lagi.
“Sudahku bilang bahwa sanya aku ini teman Alika, tapi kamu masih bersikap seolah – olah seperti orang yang sedang tuli.“ jawabku geram.
“Sok pakai seragam silat segala lagi, sok keren kamu! sok jago kamu! bisanya cuma pamer seragam, sekali ditebas nanti banjir air mata lagi.“ remehnya sambil tertawa menghina.
“ Baiklah tuan, jika memang anda merasa paling hebat! tapi kita harus buat perjanjian dulu.“ putusku.
“Siapa takut, apa memangnya?“ tanyanya.
Aku pun mulai berkata kepadanya “siapa yang menang maka ia boleh mengambil Alika, tapi jika ia kalah maka ia harus pergi dan tak kan pernah mengganggu kehidupannya lagi.“ beritahuku.
Brago memiringkan setengah bibirnya.
“Usulan yang bagus nona,“ ucapnya kepadaku.
Akhirnya kami pun bertarung, berapa kali Brago mencoba untuk meninjuku dengan tangannya tapi aku selalu berhasil menghindar hingga akhirnya ia pun mulai kesal dan mengeluarkan tenaga dalamnya.
"Sial!!! Kenapa gadis ini begitu kuat?" dengusnya dalam hati.
Aku langsung melompat untuk menghindari serangannya lalu membalasnya dengan menendang kakinya, hingga ia jatuh tersungkur ditanah. Tubuhnya mulai bergelinding dan ia hampir masuk kedalam jurang sambil berusaha untuk bangkit tapi usahanya masih saja gagal.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
__ADS_1
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇