
Hari yang ditunggu – tunggu pun tiba, Ahmar hanya menatap sendu orang - orang yang berlalu lalang dihadapannya. Tak jarang para gadis meminta berfoto dengannya, sesekali mereka berteriak karna melihat ketampanannya.
Tapi Ahmar hanya acuh saja. Tiba – tiba tatapannya teralihkan saat melihat Hamra yang sedang menggunakan baju gaun hitam yang dihiasi permata dilingkaran pinggangnya, kini membuat nya menjadi terlihat silau karna terkena sinar matahari.
"Seperti inilah gambar bajunya, 😊 bayangin aja lengan panjang ya." 😉
Ia tampak semakin cantik dengan bedak tipis itu. Ia pun menghampiri Hamra yang sedang sibuk megunyah ayam gorengnya, minyak dari ayam goreng itu membuat lipstik di bibirnya sedikit berantakan.
“Mau?“ tawar Hamra sambil sibuk menikmati ayam gorengnya.
Ahmar hanya menggelengkan kepala ketika melihat tingkah gadis nya itu lalu memegang tangan Hamra dan membawanya secara paksa untuk menghindari kerumunan.
Banyak pangeran dari Kerajaan lain yang ingin menyapa Hamra, tapi malah mengurungkan niat mereka saat Ahmar memberi tatapan membunuh yang membuat nyali mereka seketika menciut.
Akhirnya mereka sampai disebuah danau.
“Apaan sih kaka? main turak tarik aja! masak aku gak boleh sih makan ayam crispy? enak tau!“ rengekku.
“Aku gak suka kamu makan disana!“ dengusnya kesal.
“Apakah karna tadi banyak pangeran yang ingin berbicara denganku?“ tanyaku polos.
“Iya,“ jawabnya singkat.
“Ya ampun kaka!“ ucapku sambil memukul dahiku.
“Cuma gara – gara itu kaka bawa aku kesini?“ sambungku tak terima.
“Memangnya kenapa?" tanyanya yang langsung membuat ku kesal.
“Pake acara nanya kenapa lagi! ya suka – suka aku lah aku mau ngomong apa enggak kek sama mereka,“ keluhku.
“Tapi aku gak suka!“ ungkapnya sambil menatap tajam kearahku.
“Apakah kaka cemburu?“ tanyaku yang langsung membuatnya terdiam seketika.
“Iya! jadi aku mohon kamu jaga perasaan ku,“ pintanya lalu menarikku kedalam dekapannya.
Aku hanya mematung ditempat dan saat sadar aku langsung mendorong tubuhnya dan pergi dari hadapannya.
“Dasar kaka!“ dengus ku yang langsung membuatnya resah, lagi – lagi ia hanya mengerang dan balas mengejarku.
Aku yang merasa terancam memutuskan menghindar dengan cara berlari sampai kepelamin Aisyah sambil mengatur nafasku yang terengah – engah.
__ADS_1
“Ada apa Hamra?“ tanyanya panik hingga membuat orang yang lain menatap kearahku.
Aku pun hanya tersenyum sambil berkata “tidak kaka! aku hanya ingin berfoto dengan mu dan seorang pria yang ada disampingmu! kini ia sudah sah menjadi kaka iparku, iya kan kak?" tanyaku sambil mengedipkan mata.
Ia seperti merasa ada yang aneh dengan adiknya, tapi ia lebih memilih menuruti keinginannya saja. Aku masih melihat kakaku yang hendak membelakangiku, kakaku terlihat sangat cantik hari ini.
Ia menggunakan baju gaun berwarna putih kembang dengan sedikit hiasan dikepalanya, juga kalung berlian yang bergantung dilehernya. Tak lupa rambutnya yang dibiarkan terurai dengan indah. Sang fotografer pun mulai mengambil gambar kami.
"Seperti inilah baju gaun yang kak Aisyah gunakan." 😉
"Ini lah kalung yang Kak Aisyah gunakan."
Dari kejauhan aku merasa tegang saat Ahmar mulai berlari kearah pelaminan. Aku pun langsung bersembunyi dibelakang mereka.
“Kak ipar tolong aku yah? kaka kan pinter berakting,“ pintaku sambil memelaskan wajahku cemas.
“Ada apa sih?" tanya nya yang berbalik kehadapanku.
Aku yang sedang bersembunyi digaun kembang kakaku pun mulai menjongkok.
“Sudah kaka jangan banyak tanya,“ elakku.
Aku yang terus memberi kode dengan menarik sedikit gaun kakaku langsung membuat mereka akhirnya memilih berbohong.
“Ah! kemana sih dia?“ ucapnya sambil mengacak rambutnya frustasi.
"Ada apa emang?“ tanya para tamu yang hendak menyalami kedua mempelai tersebut.
“Bukan urusan kalian!!!“ gertaknya kesal.
Arfah yang melihat kondisi Ahmar yang sangat mengerikan semakin merapatkan dirinya kepada istrinya untuk menutupiku. Tanpa sengaja kakiku menjatuhkan satu pot bunga yang berdiri tegak disampingku.
"Ya ampun, mampus aku!“ batinku cemas.
Kak Aisyah hanya tersenyum dan berusaha menghalangi langkah Ahmar yang seakan – akan jika menemukan adiknya ingin langsung menerkamnya hidup – hidup.
“Kalian terlihat mencurigakan! pasti ada yang kalian sembunyikan dariku!“ selidiknya sambil memberikan tatapan nanar.
Akhirnya ia menyuruh mereka untuk menyingkir dari hadapannya.
“Maafkan kami! kami tidak bisa menghalangi singa dalam kondisi begini,“ ucap Arfah.
__ADS_1
“Iya betul,“ sambung Aisyah yang membuatku sangat terkejut saat mereka menghindar.
“Ya Allah, mati aku sekarang!“ ucapku sambil menggigit bibir bawahku.
Keringat dingin mulai bercucuran di pelipisku.
“Akhirnya aku menemukan mu Hamra!“ ucapnya lembut sambil mengepalkan tangannya.
“Oh tidak!“ batinku saat kakinya mulai melangkah kearahku lalu membopongku.
Semua orang langsung melihat kearah kami dengan berbagai ekspresi. Ada yang takjub, iri dan kesal.
“Aduh! sebenarnya siapa sih yang nikah? kok aku yang kayak pengantinnya, malah difoto – foto terus.“ dengus ku.
"Turunin gak? dasar nyebelin kamu!“ dengusku sambil terus meronta – ronta.
“Berisik!!!“ gertaknya sambil menatap tajam kearahku.
Kini aku hanya mampu diam dan pasrah, entah kenapa nyaliku jadi menciut jika berhadapan dengannya.
“Kaka aku tau aku salah, tapi tolong! lepaskan aku yah? aku cuma mau makan, masak gak boleh!“ rengekku sambil berkaca – kaca.
Ahmar yang melihat kearahku akhirnya mulai merasa iba.
“Tapi aku tidak suka kalau kamu makan disana,“ responnya.
“Terus aku harus gimana?“ tanyaku.
“Ya udah! boleh kamu makan, tapi ada syaratnya.“ aturnya sambil menatap kearahku.
Aku yang ditatap langsung saja memalingkan wajahku kearah lain.
“Apa?" tanyaku singkat.
“Makannya didanau,“ jawabnya.
“Kan aku mau lihat orang berlalu lalang, kadang aku bisa dapat teman baru.“ ucapku sedih.
“Mau gak? kalau gak mau, kamu gak usah makan sama sekali!“ dengusnya.
“Kurang ajar! dasar kaka nyebelin!“ batinku.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
__ADS_1
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇