Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia

Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia
Part 28


__ADS_3

     Cahaya matahari sudah bersinar dengan sangat terang, jam telah menunjukkan pukul 08.00 WIB. Setelah selesai dengan urusan kami diwaktu subuh, lalu mengisi sedikit perut agar tak terasa lapar kami pun langsung berkumpul kembali dan masuk kedalam mobil.


     Ada yang ikut dengan Rendi  menggunakan mobil Aira dan ada juga yang ikut dengan Brago. Hanya aku dan Aira yang menaiki mobil Brago, sedangkan yang lain memilih dengan ketua mereka.


     Sesampai disana kami langsung masuk kekantor polisi secara bersamaan. Brago dan Aira juga sedang menyerahkan diri bersama, tapi kami semua memohon agar Brago dan Aira tidak dipenjara karna kami semua telah memaafkan kedua pelaku tersebut.


     Setelah berpikir sebentar akhirnya kami dapat bernafas lega karna polisi telah mengizinkannya, ini memang sebuah keajaiban karna Allah telah menolong kami. Polisi setuju karna kami memang sudah ikhlas dengan apa yang diperbuat oleh dua pelaku tadi hingga kami mampu memaafkan mereka.


      Kini para polisi mulai menganggap bahwa sanya masalah ini sudah selesai, mereka pun mulai kerumah orang tua tersangka satu persatu menggunakan dua buah mobil polisi.



"Dengan mobil inilah polisi mengantarkan teman Rendi." 😊


     Teman – teman Rendi pun pamit terlebih dahulu kepada kami untuk dibawa kerumah mereka dengan mobil polisi agar orang tua mereka percaya dan mau mendengarkan penjelasannya dengan baik nanti.


     Polisi pun mulai mengikuti mobil Brago dan Rendi dari belakang untuk menuju kerumah Rendi terlebih dahulu sebelum ke rumah yang lain, sedangkan aku dan Alika kini bersama dengan Aira didalam mobilnya.                                                                                         


     Orang tua mereka merasa sangat menyesal karna telah tidak percaya kepada anaknya sendiri apa lagi ibu Rendi, ibu Rendi memang sering menangis karna telah mengusir Rendi selama beberapa hari bahkan bulan.


     Rendi pun tak canggung – canggung memperkenalkan Alika kepada orang tuanya dan ia mulai semakin merasa senang karna orang tuanya merestuinya.


     Tak lama kemudian tiba – tiba orang tua Alika sampai kerumah Rendi dan langsung memeluk putrinya dengan penuh kerinduan karna sudah lama tidak bertemu.


     Mereka dapat menemukan Alika karna beberapa menit yang lalu sebelum mereka berangkat polisi sudah lebih dulu menghubungi orang tua korban.


     Setelah memeluk putrinya, Rendi mulai menyampaikan hajatnya pada  orang tua Alika hingga mereka jadi berkata hal yang sama seperti yang telah dikatakan pada orang tua Rendi.


     Orang tua Alika sama sekali tidak keberatan, bahkan mereka sangat merestui atau ridho jika mereka langsung menikah hingga kedua pasangan tersebut jadi merasa senang.


    Akhirnya tugasku selesai lalu berniat untuk segera pamit. Sebelum itu aku berpelukan terlebih dahulu dengan Aira dan Alika setelah menyalami orang tua mereka.


     Mereka pun tak lupa memberi nomor ponsel mereka kepadaku agar aku masih bisa menghubungi dan berteman dengan mereka.


     Kini aku mulai berjalan ketempat sepi, setelah memastikan tidak ada orang aku pun langsung berubah menjadi seekor burung dan pulang kerumah orang tua angkatku.



"Aisyah menjadi burung ini saat berubah untuk kembali pulang."


     Perasaanku sangat bahagia karna aku dapat membantu orang lain, ya walau pun kasus pertamanya masalah percintaan yang tidak terlalu aku mengerti dan alami sebelumnya.


    


     Sesampainya aku dirumah, aku sangat terkejut ketika melihat kondisi rumahku. Pepohonan yang awalnya rindang, kini telah layu semua karna menjadi kering kerontang.



     "Seperti inilah perbedaannya." 🤠

__ADS_1


    kolam ikan yang awalnya airnya penuh disamping rumahku, kini tiba – tiba saja surut. Ikan – ikan yang ada didalamnya sibuk melompat – lompat mencari air untuk mereka bernafas.



"Ini gambar kolam ikan dirumah Aisyah, 😊 bayangin aja kalau misalnya airnya surut." 😅


     Halaman rumah yang awalnya bersih kini jadi berantakan dengan dedaunan kering yang berserakan dimana - mana.


     “Ada apa ini?“ bisikku dalam hati.


    Hingga akhirnya ketika aku melihat seisi rumah aku sangat terkejut karna kondisi rumah sangat berantakan, dan saat aku ke Istana tiruan yang ada dilubang itu tiba – tiba saja semuanya hancur tanpa bekas, yang ada hanya  kegelapan.



"Beginilah kehancurannya, 😥 siapa yang gak terkejut coba." 😫


     Kini cuma ada satu pintu yang masih bersinar terang yaitu kamarku, entah kenapa hanya kamarku yang isinya masih utuh! para penjahat masih saja tak bisa untuk memusnahkan kamar tiruanku dan karna lelah mereka memutuskan menyerah hingga membiarkannya agar tetap utuh.


     Ketika aku membuka pintu kamarku, aku langsung berbaring diatas kasur dan tanpa terasa mataku seperti ingin sekali memuntahkan apa yang ada didalamnya.


    Tiba – tiba saja cincinku bersinar dan khadijah pun keluar dari dalam.


     “Aisyah! jangan bersedih, gara - gara kamu berniat tolongin aku, kamu jadi terlibat masalah orang hingga harus pulang terlambat.“ ucapnya sambil berkaca – kaca.


      Setelah meminta maaf Khadijah langsung menangis deras sambil menutup wajahnya, aku pun bangkit untuk duduk diatas kasur dan memberikan Khadijah sedikit pelukan.


     “Tidak apa - apa Khadijah! ini bukan salahmu, ini sudah takdir. Seandainya kita masih ada dirumah kita pasti sudah tertangkap juga, jadi bersyukurlah khadijah.“ ucapku mencoba menenangkan walau diriku sebenarnya juga perlu ditenangkan.


     “Aku juga tidak tau Khadijah, kita berdoa aja yok! oh iya! tak lama lagi azan Dzuhur ayo kita mandi dulu abis itu kita berwudhu karna aku ingin sekali membaca Al-Qur'an. Ya sudah aku mandi dulu yah! abis aku baru kamu,“ ucapku.


    “Tapi anu Aisyah,“ ucapnya sambil mengelus – elus pegelangan tangannya.


     “Anu apa Khadijah?“ tanyaku lembut.


     Aku pun langsung menatap matanya dalam – dalam hingga pipi Khadijah jadi terlihat merona karna merasa sangat malu.


     “Aku belum bisa sholat dan aku pun belum mengerti sekali tentang Allah swt.“ jawabnya sambil menunduk.


     Aku pun langsung mengelus puncak kepalanya dan memberikan kecupan di umbun – umbunnya.


     “Khadijah tidak apa – apa, kamu sekarang yang penting mandi dulu. Nanti setelah itu baru aku ajarkan bagaimana cara sholat dan mengaji, kemudian jika kita ada waktu kita pasti akan membahas masalah hukum agar kamu mengerti.“ ucapku sambil tersenyum.


    Khadijah pun mengangguk pertanda mengerti. Aku pergi dari hadapannya lalu masuk ke kamar mandi setelah mengambil andukku yang berwarna pink.


     Khadijah pun masuk setelah aku keluar, ketika tubuhku sudah mengenakan pakaian aku mulai bersiap - siap mengunakan mukena.


     Kini Aku bingung karna Khadijah kan belum memiliki mukena, akhirnya aku pun langsung berjalan kearah majalah yang didalamnya sedang memamerkan berbagai macam model mukena yang sangat indah.


     “Khadijah suka warna apa yah?“ pikirku.

__ADS_1


     Akhirnya aku pun mulai menggunakan kekuatanku untuk mencari mukena yang mana yang disukai Khadijah dan saat aku berkata tunjukkanlah mukena yang disukai Khadijah.


     Buku itu pun terbuka dan berhenti dilembaran yang menunjukkan warna mukena hijau muda dengan renda bunga kecil dibawahnya, dan tanpa di minta dari gambar itu langsung keluar mukenanya.



  "Seperti inilah gambar mukenanya."


   


     Saat Khadijah keluar ia sangat senang dengan apa yang aku pegang.


     “Apakah ini untukku Aisyah?“ tanyanya.


     “Kemana sayapmu?“ tanyaku bingung.


      “Sayapku telah aku hilangkan untuk sementara, aku memang seorang peri tapi bukan berarti aku harus menggunakan sayapku setiap waktu kan? aku sebagai peri yang sakti pasti bisa menghilangkannya untuk sementara tapi untuk peri biasa pada umumnya tidak bisa untuk dihilangkan." jelasnya.


     “Oh! aku mengerti sekarang! ini ada mukena untukmu,“ ucapku.


     Tapi mukena ini sangat kebesaran dibadan Khadijah yang hanya berukuran sebesar boneka mainan yang sedang.


     Setelah mengecilkan mukenanya dengan kekuatanku, aku mulai membantu Khadijah untuk memakai mukena. Tak lupa aku mengambil dua sejadah dan langsung menggelarkannya satu didepan dan satu dibelakang.


     “Karna kamu baru belajar gak papa kamu ikutin gerakan aku aja dulu! nanti ketika kamu sudah bisa baru aku yang bakal jadi imam kamu, dan kalau kamu memang sangat cepat dalam memahami nanti bisa juga kok kamu yang jadi imam.“ ucapku.


     Akhirnya kami pun sholat bersama. Setelah sholat aku pun mulai mengajarkan Khadijah membaca Al-Qur'an, tapi sebelum itu aku mengajakannya huruf hijaiyah.


     Ternyata dalam sekejap Khadijah mampu menghafalnya dan aku langsung mengajarkannya Iqra, dari jilid satu sampai habis hingga Khadijah benar – benar memahaminya.



"Inilah yang pertama kali Khadijah pelajari dari Aisyah."


     Kemudian setelah bisa aku baru mengajarkannya membaca Al-Qur'an, tanpa memerlukan waktu yang lama akhirnya Khadijah mampu juga membacanya.



"Lalu langsung disambung dengan Kitab Al-Qur'an yang suci ini." 😇


     Ia sangat senang hingga tak berhenti membacanya sampai habis satu juz, dilanjutkan dengan mengajarkan nya tata cara bersuci, wudhu, tayamum dan tata cara sholat. Aku sangat bangga karna Khadijah mampu memahaminya dengan sangat cepat dan menghafalnya.


     Cara membaca Al-Qur'annya saja sangat faseh. Akhirnya aku pun menyuruhnya untuk praktek sholat berserta bacaannya. Aku sangat kagum melihat Khadijah, ternyata ia sudah sangat lancar.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆

__ADS_1


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇


__ADS_2