Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia

Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia
Part 18


__ADS_3

     Sambil menunggu jawaban mereka, aku pun langsung melangkahkan kakiku kepohon tempat Khadijah disandera.


     "Apakah kamu tidak apa - apa kawan?" tanyaku panik.


     "Ah! tidak! kenapa kau masih mau menolongku setelah merasa tertipu?" tanyanya merasa tak enak.


     "Ah kau sedang kurang sehat jadi jangan banyak bertanya dulu yah! mulai sekarang kau akan ku anggap seperti adikku sendiri! kau jangan khawatir, aku tidak akan terlalu menyerap kekuatanmu lagi meski aku masih belum mengerti ada apa sebenarnya." putusku.


     "Tapi yang jelas, kini kekuatan asliku sudah muncul walau hanya sedikit! aku juga agak heran karna di keluargaku semua muncul kekuatan saat berusia 15 tahun tapi aku sebelum, walau hanya sedikit dan tak terlalu besar aku tetap sangat bersyukur." jelasku.


     "Kau memang orang yang hebat! karna kau telah terpilih, aku ikhlas kok jika kau sangat mendadak." ucapnya terharu sambil tersenyum setelah aku lepaskan dan aku dudukkan dia dipangkuanku.


     "Maksudmu apa hah?" tanyaku bingung.


     "Aku sangat ikhlas diperas kekuatanku untuk orang sebaik kamu dalam melakukan kebaikan," jelasnya.


     Aku sangat terharu saat mendengarkan kata - katanya, lalu langsung memeluknya erat.


     "Makasih kawan!" ucapku sambil menangis.


     Lalu ia pun langsung terhisab setelah berkata "kini waktuku untuk keluar sudah habis, aku harus masuk kembali! kapan - kapan jika bentengnya sudah memudar kembali baru kita bisa bertatap muka lagi, selamat tinggal!"


     Mereka yang melihat kejadianku dan Khadijah juga ikutan sedih, gara - gara mereka waktuku untuk bersama dengan Khadijah agar saling mengenal dan mengerti jadi terhalang.


     Setelah Khadijah benar - benar masuk kedalam cincinku saat sudah menjadi cahaya kecil berwarna merah, aku pun langsung menghampiri mereka kembali yang masih mematung sedih akibat kejadian tadi.


     Akhirnya setelah cukup lama aku menunggu jawaban tiba - tiba salah satu dari mereka berkata "Kenapa kamu begitu baik? harusnya kamu tidak usah menyembuhkan kami semua yang hampir membunuh nyawa kalian, sungguh! jika aku sadar dan sempat membunuh diri kalian! aku pasti tidak akan memaafkan diriku sendiri!" ucapnya mulai menangis.


     Aku mulai diam, mataku ikut berkaca - kaca. Kudekati pemuda berjaket coklat itu, kutatap matanya yang berair dalam - dalam. Kini aku melihat raut kesedihan diwajahnya. Aku jadi melihat dirinya yang sesungguhnya. Ia adalah anak seorang ustad yang sangat ahli kitab.


     "Tidak usah dipikirkan! karna kadang manusia tak luput dari khilaf yang mungkin mampu membunuh diri mereka sendiri," nasehatku.


     "Terima kasih." ucapnya mulai tersenyum.


     Aku mulai berdiri dihadapan mereka semua.

__ADS_1


     "Aku tau bagaimana menyelesaikan masalah kalian, karton putih!" ucapku.


     Tak lama kemudian muncullah sebuah karton yang berukuran sangat besar. Hingga aku pun harus mengubahnya lagi keukuran yang sedang sambil berkata "masa lalu."


     Mereka semua hanya mampu membuka mulut sebesar - besarnya.



     "Anggap aja warna putih ya." 😌


     lalu setelah muncul gambar dilayar putih, barulah mulut mereka tertutup kembali sebelum seekor nyamuk mengira mulut mereka itu adalah sebuah gua yang gelap dan sunyi tanpa ada makhluk satu pun.


     Saat aku menonton kedalam kertas putih itu, yang aku lihat ialah seorang gadis cantik yang sedang berjalan disebuah gang yang gelap tanpa seorang teman satu pun .


     Gadis itu memakai baju bunga - bunga berwarna oren cerah selutut, dengan satu tas kecil berwarna hitam yang bergantung disamping punggungnya.



  "Seperti inilah gambar bajunya." 😊


     Ia tampak begitu cemas, tak jauh dibelakangnya ada seorang pemuda berkaca mata hitam dan berjaket abu - abu sibuk mengejar gadis yang terlihat sangat malang itu.


     Gadis yang mempunyai nama tersebut hanya diam dan terus berlari.



"Assalamualaikum semuanya, 🤗 perkenalkan namaku Alika." 😊


     Tangan gadis itu sibuk mengetik nomor seseorang dan menelponnya.


     "Rendi! Rendi! Rendi!" ucapnya sedikit rendah.


     "Ada apa Alika?" tanya seseorang dibalik telpon.


     "Rendi! ada yang mengincarku, ada orang jahat yang telah menjualku seharga 50 juta. Mereka bilang Rinta teman dekatku kecelakaan didekat Hotel ketika pulang dari pesta Ritna tadi, saat aku sudah sampai disana ternyata tidak ada orang satu pun." ceritanya.

__ADS_1


     "Orang - orang yang berlalu lalang saat malam hari juga sudah tak terlihat lagi, disitulah aku baru melihat pria berjaket abu - abu yang seenak - enaknya menggenggam tanganku." resahnya.


     "Ia hendak membawaku masuk kedalam Hotel, untung pada saat itu aku sempat melarikan diri dengan cara menginjak kakinya. Ia membawa 5 pengawal berjaket hitam untuk mengejarku. Kini mereka semua telah berpencar, hanya pria ini yang masih bisa menemukanku. Cepat datang kegang ini!" desaknya sambil terengah - engah.


     "Baik - baik! bertahanlah Alika, aku dan teman - temanku akan segera datang kesana sekarang." ucap suara dibalik telpon.


     Setelah telpon mati gadis itu mulai berbalik arah.


     kini ia bertemu dengan seorang wanita berbaju hitam seperti baju silat dengan topeng yang menutupi mata dan hidungnya.


     Topeng tersebut dilapisi manik - manik yang indah berwarna merah. Ia menyeret Alika masuk kedalam mobil hitamnya. Alika mulai meronta - ronta ingin melepaskan diri dari cengkraman wanita ini, tapi energi nya kini telah habis terkuras ketika berlari tadi.



"Inilah topeng yang digunakan oleh gadis misterius tersebut."


     Gadis bertopeng tadi mulai membekab mulut Alika kuat supaya ia tak bersuara. Karna kondisinya sedang lemah, Alika pun pingsan. Ia kini mulai menyuruh seorang anak buahnya untuk membawa Alika kesuatu tempat.


     Mobil itu mulai melaju dengan kencang meninggalkan gadis yang menyuruhnya itu. Saat ia melihat sosok pria yang sejak tadi sibuk mengejar Alika, gadis bertopeng tadi mulai mengeluarkan pistol berwarna hitam dari kantong celananya untuk menembak pria tersebut.


     Pria itu kini langsung mengerang kesakitan lalu jatuh tersungkur dan pada saat itu juga seorang pria yang sepertinya orang yang ditelpon langsung berada ditempat itu.


     Ia kaget melihat mayat tersebut, ditambah lagi dengan beberapa orang temannya yang juga sibuk membuka kaca mata si mayat.


     "Ini sepertinya pria yang sejak tadi mengejar Alika, tapi aku tidak akan percaya jika Alika yang membunuh pria ini. Ia tak pernah membawa senjata tajam, hatinya sungguh lembut. Ia juga seorang gadis yang baik," ucap pria yang berjaket merah tak percaya.


      Akhirnya dengan liciknya sigadis bertopeng tadi mulai menelpon polisi untuk melaporkan berita yang palsu.


     "Halo pak! digang ini ada beberapa orang pemuda berjaket yang sudah membunuh seorang pemuda berjaket abu - abu dan berkaca mata hitam, tolong segera kesini ya pak!" pintanya.


     "Dasar manusia malang," ucapnya sambil tersenyum licik lalu pergi entah kemana.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗

__ADS_1


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇


__ADS_2