Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia

Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia
Part 39


__ADS_3

     Disisi lain aku sedang mendaratkan daun pisang kami keatas tanah hutan Hartai. Kami pun langsung turun dan melihat bendera merah sedang berkibar dihadapan kami.



          "Inilah bendera merah itu." 😠


     Dibatang bendera itu terdapat sebuah kertas berwarna coklat yang digulung rapi. aku pun mulai mengambilnya, didalam kertas itu terdapat tulisan “temukan tiga buah apel emas dan hadapi lima harimau emas yang sangat ganas."



     "Inilah bentuk kertas tersebut." 🙁


     Mereka yang mendengarkan bacaanku seketika merinding, tapi mereka berusaha menyembunyikan rasa takut mereka dari hadapanku.


     “Kalian siap?“ tanyaku dengan wajah serius.


     “Kami siap!“ jawab mereka setelah menarik nafas panjang lalu kami pun mulai masuk melalui gerbang utama.


     Setiap kami ingin melewati bendera pasti ada gerbang pembatas antara tantangan satu, dua dan tiga.


      Awalnya suasana masih terasa sangat tenang tanpa ada rasa mencengkram, tapi tiba – tiba terdengar suara aungan harimau yang tak jauh dari sekitar kami. Alika yang cemas langsung memegang erat tangan Rendi.


     “Tenanglah kawan!“ ucapku lembut lalu tanpa kusadari seekor harimau langsung melompat dihadapan kami.


     “Dengar teman – teman! kita harus membunuh semua harimau yang ada disini, karna menurutku pohon apel emas sedang disembunyikan oleh mereka. Jika kita tidak membunuh mereka semua, maka pohon tersebut tidak akan kita dapatkan." terangku.


     Mereka semua langsung mengangguk pertanda mengerti.


     “Cincin! tolong berikan aku lima buah pistol api,“ ucapku.


     Lalu dalam sekejap dihadapanku langsung melayang lima barang yang aku pinta tadi, barang tersebut aku ambil dan aku bagikan kepada mereka.



"Inilah gambar pistol api yang dipinta Aisyah pada cincin." 🤠

__ADS_1


    “Dengar teman – teman! kalau kita ingin menang kita harus berpencar! untuk sekarang aku mohon tolong jangan perdulikan rasa takut kalian! anggap saja kalian sedang bermain permainan berburu dan sebelum itu kita harus mencari harimau emas tersebut." beritahuku.


     "Setiap orang harus membunuh satu harimau! kita kan berlima dan jumlah harimau tersebut juga lima, jadi kita bagi satu orang satu. kalian mengerti?" aturku menjelaskan.


     Lagi - lagi mereka hanya mengangguk, kini kami mulai berpencar. Seekor harimau besar sedang berada dihadapan ku, tanpa menyia – nyiakan waktu lagi aku pun langsung menembaknya.


      Akhirnya aku berhasil memusnahkannya. Disisi lain Brago yang sedang berada diatas batu langsung menembak harimau yang melompat kearahnya dan hampir mencengkramnya.



"Inilah sosok harimau yang ada dihadapan Aisyah." 😬


     Alika mulai bergetar, ia sedang bersembunyi didalam semak – semak. Tiba – tiba ada sesuatu yang terus mengendus tempat persembunyiannya, tubuhnya sangat gemetar.


     Saat ia melihat keatas ternyata leher harimau itu tepat berada diatas kepalanya, ia pun langsung menembaknya. Darah harimau itu kini menetes dan mengenai bajunya.


     Aira terus saja dikejar harimau, tapi ia sungguh beruntung karna berhenti disebuah pohon besar. Akibat rasa takut yang luar biasa, membuatnya sangat cepat memanjat sampai ke atas dahan besar.


     Sang harimau pun langsung menyeruduk pohon tersebut beberapa kali hingga Aira harus benar – benar mengenggam kuat dahan pohon agar tak terjatuh, dan yang membuatnya makin panik harimau tersebut malah menaiki pohon tinggi itu dengan cakarnya yang sangat kuat.


    Brago yang melihat pemandangan yang mencengkram itu langsung berlari kencang dan dengan sigap menangkap tubuh Aira. Ia tau Aira sangat ketakutan, tubuhnya saja sampai – sampai terasa sangat dingin.


     Alika yang sudah merasa aman langsung keluar dari tempat persembunyiannya, setelah memastikan bahwa harimau tersebut memang telah mati.


     Tiba – tiba Rendi berlari kearahnya dalam keadaan sangat panik, hingga membuat Alika sangat heran. Ternyata ada harimau lagi didekat Alika yang sedikit lagi hampir mencengkramnya.


     Rendi pun tanpa rasa takut langsung menendang wajah harimau tersebut sampai terpelanting beberapa meter dari mereka.


    Setelah itu harimau itu mulai kembali menyerang mereka, Rendi menjadikan tubuhnya benteng untuk melindungi Alika dengan cara memeluknya erat – erat dan tanpa ia sadari tangannya telah dicakar oleh harimau tersebut hingga mengeluarkan darah segar dibagian bahu sebelah kanannya.



"Beginilah wajahnya saat menatap kearah Alika dan Rendi." 😬😱😵


     Alika yang sangat marah melihat kejadian itu langsung mendorong Rendi untuk menjauh.

__ADS_1


     “Rendi kumohon menjauhlah! carilah Aisyah dan mintalah pertolongannya untuk menyembuhkan luka mu itu, harimau ini biar jadi urusanku.“ pintanya.


     “Tapi Alika aku-“ ucapannya terputus saat Alika berkata “cepat pergi Rendi! kau telah banyak melindungiku! aku hanyalah seorang wanita pengecut, kini izinkan aku untuk membunuh rasa takutku sendiri! ku mohon Rendi, pergilah!“ usirnya sambil terus berteriak .


    Dengan mata yang berkaca – kaca Rendi menuruti permintaan Alika, kini Alika mulai menatap nanar pada harimau tersebut. Mukanya yang sangat menyeramkan berhasil membuat harimau merasa takut dan mundur beberapa langkah.


     Alika pun langsung berlari dan melompat keatas punggung sang harimau, harimau tersebut terus saja bergerak kesana kemari.


    Alika bisa saja jatuh dari punggungnya, tapi karna saking kuat nya cengkraman Alika pada kulit harimau tersebut membuatnya mampu bertahan.


     “Sekarang matilah kau!“ ucapnya yang langsung menembak harimau tersebut tepat dikepalanya, harimau itu pun ambruk dan mati.


    Akhirnya mereka menang, gerbang dan bangkai harimau tersebut pun menghilang. Cahaya terang mulai menyinari mereka, hingga mereka dapat melihat satu sama lain.


     Alika dapat tersenyum kembali karna Rendi telah disembuhkan oleh Aisyah tanpa bekas. Ia langsung berlari dan memeluk Rendi dengan rasa bahagianya, karna ia telah mampu melenyapkan rasa takut yang selalu menghantuinya.


     Tanpa disangka Alika ternyata telah mengeluarkan air matanya, saat Alika melepaskan pelukannya Rendi pun langsung menghapus air matanya.


    “Akhirnya aku juga sudah berhasil melindungimu Rendi, biasanya kau yang selalu melindungiku.“ ucapnya serak.


     “Tidak apa – apa, kamu memang sangat hebat Alika.“ pujinya sambil mengelus lembut puncak kepalanya.


     Akhirnya mereka telah menemukan pohon apel emas yang tepat berdiri kokoh dihadapan mereka. Aisyah pun langsung memetik tiga buah apel emas, lalu mereka mulai berlari masuk kegerbang kedua.



         "Inilah gambar buah apel emas."


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇

__ADS_1


__ADS_2