
Ahmar yang melihatku masih mematung langsung menarik tanganku agar pergi dari sana untuk menghilangkan kesedihanku.
"Apaan sih main torak tarik aja! emangnya aku kebo apa? yang ditorak tarik mulu biar mau jalan," dengusku kesal.
"Kalau ia kenapa?" gurau Ahmar sambil menaikkan satu alisnya.
"Ih! dasar kak Ahmar nyebelin! yaudah lah aku mau kekamar aja, lagian diluar panas banget gak ada anginnya sama sekali." ucapku sambil membuat alasan yang sama sekali tidak masuk akal, bisa - bisanya cuaca yang sedang mendung dengan angin supoi - supoi yang meniup gaunnya perlahan - lahan dibilang sangat panas.
Sebenarnya itu hanya alasanku saja untuk menjauhi Ahmar. Aku pun berlari masuk kekamarku dan mulai mengganti pakaianku dengan baju kaos potong berwarna hitam dengan rok hitam setelah mencuci bersih mukaku agar make up tak lagi menempel.
"Nah! beginilah pakaiannya." 😇
Saat aku sedang menyisir rambutku yang indah tiba - tiba gagang pintu kamarku langsung berbunyi dan terlihatlah sesosok pria yang menggunakan baju berwarna merah dengan celana hitam.
Mataku langsung membulat dengan sempurna saat mengetahui siapa yang menyelinap begitu saja masuk kekamarku tanpa izin.
“Ahmar!!!“ teriakku geram sambil menghentikan aktivitasku yang sedang menyisir rambut panjangku.
Lalu langsung menaruh sisir itu diatas meja rias, rupanya Ahmar sejak tadi telah membuntutiku dari belakang.
“Dasar tidak sopan! main mosak masuk terus kekamar orang! ketok - ketok dulu kek! Assalamualaikum dulu kek! permisi kek! ini enggak! nyelonong terus kayak badak bersayap,“ omelku kepadanya yang tak menghiraukan ucapanku.
Ia tanpa rasa malu langsung berbaring dikasurku setelah melepas sepatunya.
“Emangnya ada apa badak bersayap?“ tanya Ahmar santai sambil berbaring dikasur lembutku.
“Bodo amat! mau ada kek! enggak kek! bukan urusanmu! emang bener – bener gak ada kepala yah! kasur udah diberesin sama si Eris bella bisa – bisanya kaka duluan yang berantakin. Harusnya kan aku, karna kasur ini aku yang punya paham! kaka disamping aja tuh! dikamar kosong disamping kamarku,“ dengusku kesal.
Nafasku pun mulai naik turun akibat amarah.
“Ya udah dari pada kamu marah – marah lebih baik kamu ikut tiduran aja, bereskan? kamu dapat bagian buat berantakin juga.“ respon Ahmar santai tidak peduli dengan emosiku yang sudah berapi – api.
Kini aku sedang berusaha menahan emosiku sambil terus melanjutkan aktivitasku yang sedang menyisir rambut lalu memakai jelbab hitam kurung berukuran sedang. Syukurlah aku telah membuat lemari hijab, jadi tidak perlu cape buat – buat lagi dengan kekuatanku jika ingin memakai warna lain.
__ADS_1
Aku pun berjalan melewati ranjang hendak membuka pintu kamar. Tiba – tiba Ahmar menarik tanganku dan karna tidak fokus aku langsung kehilangan keseimbangan dan terjatuh keatas kasur disampingnya.
Aku sangat terkejut saat wajahku hanya berjarak beberapa meter dari wajah Ahmar, aku pun jadi kaku karna mata kami saling bertemu, entah kenapa jantungku jadi berdetak begitu cepat.
Saat sadar dengan apa yang terjadi aku langsung bangkit dari kasur dan mulai berlari keluar setelah berkata “dasar gak waras!“ ucapku kesal.
Tapi Ahmar hanya menanggapinya dengan senyuman kemenangan yang membuatku semakin jengkel, aku terus saja mencacinya sepanjang jalan sehingga para dayang jadi terheran – heran dengan sikapku.
Ahmar yang masih tertawa langsung turun dari kasur lalu memakai kedua sepatunya untuk menyusulku. Aku yang mendengar langkah sepatu langsung tau bunyi sepatu siapa dari lantai atas.
Kini aku berlari keluar Istana untuk bersembunyi, tiba – tiba aku jadi ingat tentang danau yang berada dihutan yang tak jauh dibelakang Istana. Aku pun langsung berlari kearah sana tanpa takut sedikit pun, karna yang terpenting bagiku sekarang adalah jauh dari Ahmar.
Ahmar yang sudah turun dari tangga mulai kehilangan jejak wanita yang ia cari. Ia langsung bertanya kepada para dayang kemana perginya Hamra. Tapi hasinya nihil, ia terus berlari keseluruh Istana tapi tak kunjung menemukannya. Hingga akhirnya ia pun teringat tentang suatu hal dan pergi ketempat tersebut. Hanya itu satu – satunya kawasan yang paling ia ingat.
Disisi lain aku sedang terduduk diatas pohon tumbang dipinggir danau, airnya sangat jernih hingga membuatku sangat terpukau. Burung – burung yang hinggap diatas pohon mulai bernyanyi dengan merdu.
Cahaya matahari yang menerpa air danau mulai terlihat berkilau, aku sangat menikmati pemandangan ini. Ini adalah tempat yang sering dikunjungi oleh aku dan Ahmar dulu.
Tak jarang ketika Ahmar berkunjung dan menginap di Kerajaanku aku dan ahmar sering bermain kejar – kejaran disini, setelah lelah aku pun langsung bersender dibahu Ahmar. Kami sama – sama menikmati udara segar dan pemandangan indah yang ada disini.
“Akhirnya aku berhasil menemukan mu,“ ucap seseorang yang berada dibelakangku dengan nafas yang terengah – enggah.
Lagian dia duluan sih yang buat aku jadi jantungan, karna tak sanggup lagi mengontrol nafasnya ia seperti kehabisan tenaga. Ia pun hampir terjatuh dan aku langsung sigap berdiri untuk menangkap tubuhnya yang sangat lemah.
Sekarang aku jadi sangat panik lalu membaringkannya diatas tanah hijau dan meletakkan kepalanya dipangkuanku dengan rasa khawatir.
“Ya Allah kaka! bangun dong! jangan becanda, kan Hamra jadi takut nih! kalau kaka kayak gini! kaka bangun kaka!“ ucapku sambil menangis deras.
Aku jadi tidak dapat berpikir lagi.
“Iya aku tau kaka salah, aku bakalan maafin. Makanya kaka jangan jail dong! kan kalau kaka jail Hamranya jadi kabur, kaka becandanya gak lucu tau! jadi bangun kak!“ tangisku sambil menepuk pipi Ahmar.
“Kalau kaka bangun Hamra janji deh! gak bakalan ninggalin kaka lagi! tapi kaka bangun dong! Hamra gak bisa angkat kaka sebab kaka berat tau!“ ucapku lagi.
Lalu Ahmar pun langsung tertawa terbahak – bahak dengan mata tertutup, sedangkan aku masih terpaku akibat belum mengerti dengan apa yang terjadi. Otakku masih mencerna sesuatu yang sedang terjadi sekarang.
__ADS_1
Ahmar langsung bangkit dan duduk disampingku, tak peduli dengan diriku yang dibuat frustasi olehnya dan hampir jantungan.
“Panik gak? panik gak? paniklah masa enggak!“ serunya sambil menunjukku dengan jari telunjuknya.
Aku sebenarnya sangat kesal melihat tingkah Ahmar, tapi mau bagaimana lagi ini sudah terjadi. Jilbabku jadi tak beraturan, mataku juga sangat bengkak akibat terlalu banyak mengeluarkan air mata, napasku pun sudah tersengal – sengal.
Ahmar jadi tidak enak dengan ku dan merasa khawatir ketika raut wajahku masih tak berubah juga dan tubuhku yang sedang duduk disampingnya masih bergetar hebat.
Ahmar langsung mendekat kearahku dan memelukku erat, ia mencoba memberi ketenangan terhadapku. Ia jadi merasa bersalah karna telah menipuku begitu kejam.
Aku hanya pasrah dengan apa yang dilakukan Ahmar dan benar saja saat dipeluk oleh Ahmar aku jadi merasa lebih tenang dan getaran tubuhku pun jadi berhenti, hanya isak tangis yang masih membanjiri pipiku.
“Maafkan aku Hamra! maafkan aku!“ rintihnya berulang kali karna merasa sangat menyesal.
“Iya,“ jawabku yang masih berada didalam pelukannya.
“Udah lepasin aku! aku udah gak papa,“ ucapku sambil mendorong pelan tubuh Ahmar.
Tampak dengan jelas dibaju bagian dada Ahmar sangat basah akibat air mataku, tapi aku berpura – pura untuk tidak melihatnya.
“Kaka sih!“ ucapku dalam keadaan hidung yang merah dan mata yang masih bengkak membuat Ahmar jadi terkekeh pelan.
“Apa ketawa?“ tanyaku sinis.
“Ini semua gara – gara kaka tau! kalau kaka gak tarik tangan aku waktu dikamar tadi aku gak bakalan kabur.“ dengusku kesal.
“Iya - iya maafin aku Hamra! aku tau aku ini salah!“ jawabnya sambil menunduk.
“Kaka aku mohon ya kak! kita mungkin dulu dimasa kecil memang sering bersama, tapi kaka harus tau kini kita udah besar. Pegangan tangan aja sebenarnya dosa apa lagi yang lain, ditambah lagi kita bukan saudara kaka."
"Emang kaka dulu sering tidur dikamar Hamra, tapi kan dulu masih kecil! sekarang gak boleh lagi kaka, atau jangan – jangan kaka gak tau hukumnya dosa ya? kita itu bukan muhrim kak! jadi gak boleh terlalu dekat lagi karna udah besar. Kaka ngerti gak sih apa yang Hamra omongin?“ nasehatku kesal lalu melihat kearah matanya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
__ADS_1
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇