
Aku yang sedang berbaring mulai menatap kesekeliling kamarku.
Mataku kini tertuju pada sebuah album yang sangat besar diatas rak yang penuh dengan buku yang tersusun rapi. Aku pun mengambilnya dan terkejut ketika melihatnya.
Ternyata ini bukan album foto melainkan sebuah binder pink berukuran sedang yang sudah sangat tebal, dipaling depan binder tersebut langsung terpampang fotoku saat masih kecil dulu.
"Seperti inilah bindernya." 😊
“Ini pasti binder masa kecil ku! penasaran aku dengan apa yang aku tulis," ucapku.
Saat aku membukanya aku jadi kagum sendiri dengan tulisanku, walau pun tidak terlalu rapi tapi ini sudah luar biasa lho untuk anak – anak seumuran ku dulu.
Dengan semangat aku mulai membuka lembaran pertamanya dan disitu langsung tertulis sederet kata – kata menggunakan pulpen warna – warni.
My story
Aku sangat senang sekali melihat ibunda dan ayahanda sangat mesra dan tidak pernah bertangkar, tapi aku jadi sedih. Aku sangat sedih karna ayahanda dan ibunda sangat sibuk dengan urusan yang tidak aku mengerti.
Tapi walau pun begitu aku tetap bahagia karna aku masih ada kak Aisyah yang selalu setia menemaniku. Kaka bahkan rela belajar memasak karna aku merengek ingin merasakan masakannya.
Aku sayang banget sama kak Aisyah, walau pun ia juga sibuk membantu ayahanda dan ibunda tapi ia masih mau menyisihkan waktu istirahatnya bersamaku.
Aku yang membaca ini jadi sangat terhibur. Aku akhirnya mengingat kembali kenangan ku bersama kaka. Memang walau pun aku telah meminum ramuan itu bukan berarti semua ingatanku kembali, yang paling susah ku ingat adalah kenangan tapi yang terpenting aku sudah kembali mengenal orang – orang yang kusayang.
Aku kembali membuka lembaran demi lembaran yang berisi foto – fotoku dengan kak Aisyah yang aku tempel dikertas binder. Entah itu saat kaka menyuapiku makanan, bermain ditaman, bahkan saat bermain hujan disekitar Istana dan masih banyak lagi hingga aku mulai membaca kembali yang diposisi tengah.
__ADS_1
My story
Kak Aisyah kemana sih? aku rindu banget sama kaka, kaka kenapa tinggalin Hamra gitu aja? sekali pulang kaka langsung kekamar tanpa menyapa Hamra yang sudah lama menantikan kehadiran kaka.
Hamra sebenarnya pengen banget becanda sama kaka, tidur berdua sama kaka, tapi Hamra lebih gak mau kaka kurang istirahat gara – gara sibuk ladenin Hamra. Hamra tau kondisi Istana saat ini sedang kurang baik jadi kaka gak bakalan ada waktu untuk Hamra.
Walau pun begitu Hamra akan terus menyayangi kaka, Hamra akan bantu dayang untuk membereskan kamar kaka sebelum kaka pulang sebagai bentuk rasa sayang Hamra pada kaka.
Lagi – lagi aku dibuat banjir air mata karna tulisan masa kecilku dulu, saat membuka lembaran lagi mataku langsung saja membulat besar saat melihat fotoku yang sedang dipeluk manja oleh seorang laki – laki yang tak lain adalah Ahmar.
Entah kenapa jantungku mulai berdebar begitu kencang.
“Apakah mungkin aku menyukainya?“ batinku sambil bertanya pada diriku sendiri.
“Ah! tidak – tidak! aku pasti sedang tidak waras,“ dengus ku sambil membuka lembaran berikutnya lalu kembali membaca.
My story
Aku sayang banget sama dia, dia adalah kaka yang sangat baik dan selalu peduli sama aku. Dia bahkan rela tidak pulang demi menemaniku yang kesepian di Istana yang besar dan megah ini.
Aku harap aku bisa selalu bersamanya, tak akan aku biarkan seorang pun menyakitinya. Walau pun dia kaka laki – laki, tapi dia sangat mengerti tentang anak perempuan sepertiku.
Aku yang membaca ini semua seakan – akan tak percaya bila hubungan ku dengan Ahmar ternyata sampai sedekat ini, mulutku semakin menganga hebat saat melihat foto – foto kecilku bersamanya.
Saat aku naik kepunggungnya, makan bersamanya, bermain didanau bahkan aku sampai hendak tergelicir dan Ahmar berhasil menangkapku.
Itu semua adalah kenangan yang paling berharga, aku pun terpaku saat melihat sebuah foto yang menggambarkan aku dengan Ahmar sedang berbaring diranjangku.
__ADS_1
Ahmar tidak tertidur melainkan sibuk membacakan sebuah buku dongeng sedangkan aku malah asyik - asyikan tertidur pulas karna mendengar ceritanya.
Tak jarang kadang – kadang Ahmar dulu sering mengecupku disaat aku bertingkah menggemaskan dihadapannya, tapi aku tidak marah sama sekali bahkan aku jadi merasa senang karna merasakan kasih sayang seseorang yang sangat tulus kepadaku.
Orang tuaku saja jarang ada waktu untukku, begitu juga dengan kak Aisyah yang akhir – akhir ini juga sering tak terlihat dikawasan Istana. Jadi aku hanya mampu menghabiskan waktu dengan Ahmar.
Ahmar tidak pernah berbuat yang macam – macam kepadaku atau melakukan sesuatu yang diluar batas. Ia hanya menghiburku dan menjagaku dengan penuh perhatian, perhatian yang akhir - akhir ini sudah hilang dari keluargaku semenjak munculnya masalah di Istana.
Tapi karna ada kak Ahmar yang selalu menasehatiku dengan lemah lembut saat aku salah dan menyemangatiku jika aku sedang sedih membuatku jadi sanggup menjalani sesuatu yang menurutku sangat berat di usiaku yang masih kecil ini.
Bagaimana tidak? anak kecil pasti masih sangat haus akan kasih sayang orang tuanya, tapi aku tak akan pernah marah karna ibunda dan ayahanda tak memiliki waktu untukku.
Aku sejak kecil sudah diajarkan agar selalu mandiri dan tidak lemah, bahkan aku sangat rajin belajar seperti membaca buku – buku pelajaran dan mempelajarinya sendiri.
Jika aku tidak mengerti aku akan bertanya pada kaka sampai aku bisa menguasainya, maka tak heran walau pun aku masih kecil aku sudah bisa membaca dan menulis.
Aku langsung menutup binder tersebut. Air mataku sudah sejak tadi berjatuhan, hidungku jadi merah akibat ulah ku menangis.
Karna membaca binder itu memoriku jadi kembali lagi. Kenangan – kengangan yang sudah sedikit suram kini sudah terngiang dengan jelas, aku pun sempat mencaci diriku beberapa kali karna aku sudah banyak menyakiti hati orang yang selama ini sudah mencerahkan hidupku kembali.
Tapi orang tertersebut sangat sabar kepadaku, aku jadi tidak enak hati, aku kira selama ini kedekatanku dengan Ahmar hanya kedekatan biasa yang disebabkan kerja sama antara satu Kerajaan dengan Kerajaan lainnya.
Ternyata tidak, ini lebih dari itu semua. Pantesan aja Ahmar sangat sayang kepadaku melebihi seorang kaka dan sulit untuk berpisah denganku.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
__ADS_1
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇