
Aku pun mulai membuka mataku perlahan – lahan, tubuhku sepertinya sudah membaik dan tidak terasa sakit lagi sedikit pun. Sebuah memori mulai berputar secara beraturan dikepalaku, sehingga aku berhasil mengingat semuanya.
Mataku sangat berapi – api saat mengetahui siapa yang menyebabkan kehancuran di Istana tercintanya ini.
Brago mulai mengeluarkan pedangnya saat guru tersebut kembali ganas sambil memakai kembali kupluk yang awalnya telah dibuka, ia kembali jahat karna hidupku berhasil selamat.
“Jangan bunuh dia!“ tahanku pada Brago sehingga ia dibuat bingung dengan apa yang aku ucapkan.
“Jangan lakukan itu!“ seruku.
“Kalian tidak mengerti!!! guru tidak salah sama sekali. Karna yang salah itu adalah makhluk hitam jelek yang tidak punya sopan santun dan memiliki otak kosong!“ hina ku karna sudah sangat kesal.
“Apa kau bilang? otak kosong? dasar wanita yang tidak tau rasa malu karna hampir saja aku telah melayangkan nyawamu,“ geramnya.
“Kamu tidak perlu bangga yah makhluk jelek! jelas – jelas aku masih hidup tau! kalau kamu merasa sudah tua dan perlu menggunakan kacamata maka dipake! jangan sok – soan muda selalu,“ cibirku.
“Kurang ajar!“ ucap makhluk tersebut yang sudah menguasai tubuh guru.
“Baiklah kalau kau ingin bermain – main denganku, aku akan mengabulkannya.“ ucapku sinis sambil melipat kedua tanganku dibawah dada.
"Botol penghisap makhluk!" ucapku lalu langsung mengarahkan botol kaca berwarna putih itu kearah jubah hitam tersebut.
Sijubah hitam yang mulai panik karna dirinya sedang terancam bahaya hendak melarikan diri. Tapi sayang! kini semua telah terlambat, tubuhnya telah disedot paksa oleh botol itu.
“Aaaaaa!“ teriaknya yang langsung meninggalkan jasad yang jatuh setelah ia masuk kedalam botol milikku.
“Meledaklah dan enyahlah kau untuk selamanya!“ ucapku melempar botol itu sangat jauh keudara, hingga ketika meledak terlihat lah seperti ledakan petasan yang warna - warni dan indah.
Saat ledakan itu berbunyi Ratu Isabel dan Raja Ferdinand seakan – akan baru saja tersadar dari mimpi buruknya.
Karna makhluk itu sudah tidak ada lagi, maka asap hitam yang selama ini mempengaruhi Raja dan Ratu jadi menghilang.
“Ibunda ada dimana ayahanda?“ tanya Ratu Isabel pada suaminya.
__ADS_1
“Ayahanda juga tidak tau,“ jawabnya yang mulai panik.
Mereka terus saja melihat kesekeliling sambil mengingat – ingat semua yang terjadi.
Setelah ingatannya kembali, Ratu Isabel pun mulai menangis dan sang Raja harus menenangkan istrinya kembali.
“Kita sedang berada dimana ayahanda? putri kita juga sedang dimana sekarang? apakah dia sudah ketemu? ibunda sangat merindukannya ayahanda!“ tanyanya sambil menangis tersedu – sedu.
“Sabar ibunda! sabar! kita pasti akan menemukannya nanti,“ jawab ayahanda sambil mengelus punggung istrinya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
“Tapi kapan ayahanda? itu adalah anak kita satu – satunya! apakah ayahanda tidak kasian? entah bagaimana nasibnya sekarang,“ resahnya sambil terus terisak.
Raja dan Ratu juga kak Aisyah yang melihatnya langsung merasa kasian melihat dua orang tersebut yang kini sudah terduduk diatas lapangan Istana.
“Kalian tidak apa – apa?“ tanya ayahanda pada dua orang tersebut.
Mereka yang mendengar pertanyaan itu langsung mencari dimana asal suara berada, hingga akhirnya setelah menemukannya mereka mulai menjawab dengan perasaan takut “kami baik – baik saja, kalian siapa?“ tanya mereka panik.
Ditempat lain seorang wanita yang sangat cantik turun dari udara, ia menggunakan gaun kembang berwarna pink dengan rambut pirang panjang yang lurus sepinggang. Ditambah sepasang mahkota yang sangat indah menempel diatas kepalanya.
"Inilah gaun yang Hamra gunakan."
"Dan inilah Mahkotanya." 😎
Setelah menapakkan kakinya diatas tanah, Ahmar yang tak kuasa menahan rasa senangnya mulai berlari kearah wanita itu sambil memeluknya erat. Ia sangat bersyukur karna dia bisa selamat dan tubuhnya pun sudah kembali ketubuh aslinya yang kini sudah semakin besar.
“Kak Ahmar! kakak kenapa menangis? kaka gak boleh nangis... Karna Hamra telah kembali, jadi tolong hapus air matanya ya!“ pintanya yang membuat pria itu melepas pelukannya dan mulai melihat kaarahnya.
“Iya Hamra! kaka akan hapus air mata kaka,“ responnya sambil menghapus air matanya.
__ADS_1
“Maafkan Hamra ya kak! karna selama ini Hamra udah gak ingat kaka lagi! Hamra udah ingkarin janji yang udah kaka buat!“ ucapnya sedih sambil tertunduk lesu.
“Ia gak papa! kamu kan gak sengaja Hamra, kaka maklumin kok! kaka malah berterima kasih banget sama kamu karna kamu udah rela ngorbanin diri kamu untuk nyelamatin kaka!“ responnya sambil mencubit gemas hidung Hamra.
“Ih kaka!“ rintihku sambil menepis tangan kak Ahmar.
Kini aku telah mengingat semuanya, aku jadi rindu dengan ibunda dan ayahanda juga kak Aisyah.
"Assalamualaikum semuanya 🤗 , perkenalkan aku Hamra." 😊
"Assalamualaikum semuanya 🤗 , perkenalkan aku Ahmar." 😊
Brago hanya mampu menatap gadis itu dari jauh, entah mengapa hatinya jadi terasa sakit, tapi ia berusaha untuk memendam itu semua walau pun itu sulit.
Rendi yang melihat tingkah Brago yang terlihat sangat aneh langsung menghampirinya “ada apa denganmu sobat?“ tanya Rendi khawatir.
Brago jadi salting saat ditanya, ia seperti kehabisan kata - kata.
"Apakah kamu suka sama Aisyah?" tanyanya.
Brago yang mendapatkan pertanyaan seperti itu memilih pergi menjauh untuk mencari ketenangan. Ia seperti tak ingin melihat pemandangan yang ada dihadapannya, yang ada hanya akan menyakiti isi hatinya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇
__ADS_1