Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia

Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia
Part 48


__ADS_3

     "Kak aku ingat semuanya! aku berhasil bertahan sampai jam dua belas sebelum aku mati, jika tidak aku pasti tak akan berubah dan kalau bukan karna kaka yang telah mengizinkan sebahagian tubuhku untuk minum ramuan kaka mungkin aku tidak akan pernah bisa kembali ketubuh asliku." ucapku sedih .


     "Jangan bersedih nanti cantiknya hilang! mari kaka antar keayahanda dan ibunda," ajaknya yang ketika aku melihat kearahnya ia sedikit menundukkan kepalanya karna ia lebih tinggi dariku beberapa meter.


      Aku pun langsung mengangguk tanda setuju kemudian mulai mengikutinya dari belakang, begitu juga yang lain kecuali Brago karna ia telah pergi entah kemana.


     Aku terus saja berjalan disamping kak Ahmar, sesekali aku melihat kearahnya yang menatapku dengan senyuman. Aku jadi teringat permintaanku dulu padanya, jika aku sudah besar kak Ahmar harus mau mengajarkan aku cara Memanah dan Menunggang kuda.


     Sesampai dilapangan terlihatlah ibunda dan ayahanda yang menatapku penuh rasa bahagia, perasaan haru mulai muncul hingga mereka jadi menitikkan air mata.


     "Ayahanda lihatlah! anak kita telah kembali," ucap ibunda penuh rasa bahagia.


     Aku mulai berlari kearah mereka yang sedang mengulurkan kedua tangan kearahku, dengan senang hati aku langsung menyambutnya begitu juga dengan kak Aisyah yang hanya menatapku sedang berpelukan dengan mereka.


     Setelah puas memeluk orang tuaku, aku berjalan kedepan kakakku sambil memandangnya dengan penuh rasa rindu.


     "Kaka maafkan aku ya? karna aku begitu pengecut sehingga aku terlambat menolong kalian! untung aku sampai tepat waktu, kalau tidak mungkin kalian-" ucapku lalu mulai menjeda karna rasa sesak yang teramat sakit dari dadaku.


     Kak Aisyah yang mendengar ucapanku langsung tak dapat lagi menampung air matanya, ia sangat bersyukur karna adiknya bisa selamat.


      Ia berjalan kearah gadis kecil dulu yang kini sudah sangat besar lalu mulai mengelus rambutnya dengan sayang, dan tak berapa lama ia langsung memeluknya dengan sangat erat.


     "Akan mati." sambungku mulai terisak.


     Hingga ia pun berkata "sudahlah adikku! tidak apa - apa! kamu liat sendiri kan kami tidak celaka gara - gara pengorbanan kamu? maaf ya kami semua harus menyetujui munculnya kekuatan kamu saat berumur lima belas tahun,"

__ADS_1


     "Karna jika waktu itu terus, maka kamu bisa menghancurkan dirimu sendiri bahkan orang lain. Gara - gara rasa dendam mu yang ujung - ujungnya akan mengancam nyawamu sendiri! jadi kami memilih untuk menghapus ingatanmu dan merubah wajahmu agar kau sulit ditemukan." jelasnya.


     Semua yang melihat kelakuan kami jadi ikut merasa sedih apa lagi Aira dan Alika. Mereka memang sudah berpelukan sambil menangis deras hingga membuat Rendi hanya menggeleng - gelengkan kepalanya, padahal dirinya sendiri sedang berusaha keras untuk menghapus air matanya.


     "Eris bella! Eris bella! kamu dimana putriku? ibunda sangat merindukanmu!" serunya dibalik isak tangisnya.


     Aku yang mendengar nama yang tak asing itu langsung mendekat kearah mereka setelah melepaskan pelukan erat dari kakaku.


     "Apakah nama anak ibunda dan ayahanda Eris bella? yang memiliki tubuh tinggi dan kulit putih susu lalu mempunyai bola mata berwarna biru?" tanyaku dengan nada serius.


     Aku pun langsung menunjukkan foto Eris bella dengan kekuatanku dan benar saja seperti dugaanku, mereka berdua mengangguk hingga membuat bibirku tersenyum lebar.


     Tapi sebelum memberitahukan itu aku dengan cepat langsung mengintrogasi mereka terlebih dahulu.


     “Maafkan Kerajaan kami! kami tidak bermaksud seperti itu! tapi kami terpaksa karna seluruh anggota tubuh kami telah dipengaruhi oleh sijubah hitam tersebut, suatu hari aku dan anakku sedang bermain dilapangan Kerajaan kami."


     "Kami selalu hidup damai dan bahagia dengan harta kami sendiri tanpa berniat untuk mengambil harta Kerajaan yang lain, tiba – tiba saat putriku sedang berlari – lari tak jauh dariku tubuhnya langsung diambil oleh seseorang yang menggunakan jubah hitam."


     "Ia menjadikan anakku umpan agar aku mau membantunya untuk menjadi bonekanya agar dapat menguasai Istana Alhambra. Aku yang mendengar permintaannya langsung menolak dengan tegas, tak berapa lama kemudian suamiku pun datang setelah mendengar keributan."


    "Ia juga ditawarkan oleh sijubah tersebut dan jawabannya tetap sama sepertiku. Karna sangat marah akhirnya ia menghilangkan anak kami entah kemana dan mulai melilit kami dengan asap hitamnya."


     "Kami sempat berusaha untuk melawannya, namun usaha itu sia – sia karna ilmunya sangat tinggi. Sehingga tubuh kami yang terilit itu langsung dimasukkan asap hitam hingga membuat kami tak sadarkan diri."


     "Lalu saat kami sadar kami tiba – tiba menjadi sangat benci terhadap Kerajaanmu, dan ingin memusnahkannya karna hasyutan jubah hitam tersebut yang berkata bahwa anakku telah kalian culik dan bunuh. Kami yang sedang dalam keadaan tidak sadar langsung mengangukinya dan mulai berniat untuk melenyapkan kalian semua karna satu anak itu."

__ADS_1


     "Sekarang kami baru tersadar, kami mulai tak sadarkan diri dan lupa ingatan saat asap hitam itu menyelinap masuk kedalam tubuh kami melalui lubang hidung, kami sungguh menyesal dan meminta maaf kepada kalian karna itu bukan maksud kami.“ cerita panjang lebar yang langsung membuatku mengangguk – anggukkan kepala tanda mengerti.


     Aku pun langsung berjalan menjauh dan mataku tak berhenti melihat kesana kemari untuk mencari benda. Tak sengaja kakiku menendang sebuah batu berukuran sedang, aku lalu mengambilnya.


     “Bertukarlah dengan Eris bella!“ ucapku lalu batu yang awalnya berada ditanganku mulai menghilang dan dihadapanku berdiri sesosok wanita yang bertubuh tinggi bermata biru dan berambut selutut.


     ia melihat kearahku dengan perasaan bingung.


     “Kamu siapa?“ tanyanya.


     Aku yang mendengar pertanyaannya mulai memaklumi sahabatku itu, aku paham ia pasti tidak mengenaliku karna perubahan wajahku tapi ia pasti mengenali orang tuanya.


     Aku pun langsung memperlihatkan senyumanku kepadanya sambil berkata “kamu tidak perlu tau siapa aku untuk sekarang, karna aku akan membawamu kepada orang tuamu."


    Ia yang mendengar ucapanku malah semakin bingung dan mulai menaikkan sebelah alisnya.


     Aku tanpa pikir panjang langsung menarik tangannya kehadapan orang tuanya. Ratu Isabel dan Raja Ferdinand merasa bahagia dan langsung memeluk tubuh Eris bella dengan perasaan penuh haru.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇

__ADS_1


__ADS_2