Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia

Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia
Part 40


__ADS_3

     Setelah melewati bendera berwarna kuning dan membuka kertas yang bertulisan "carilah sepuluh buah ceri berwarna hitam dan lawanlah tiga ekor kelinci api yang sangat gesit."



       "Inilah bendera kuning tersebut."


     Sesampainya kami didalam, terlihat satu ekor kelinci yang sedang menyemburkan api kearah kami.


     “Kawan gawat! dia adalah kelinci api, ia tidak akan kalah kalau kita memakai pistol api. Baiklah pistol api! berubahlah menjadi busur panah air!“ ucapku.



        "Inilah kelinci api tersebut." 😡



    "Inilah model busur panahnya." 😳


     Lalu pistol yang berada ditangan kami langsung berubah menjadi sebuah busur panah dengan persediaan anak panah dikeranjang yang sudah tergantung dipunggung kami.


     Kami pun langsung berpencar, entah kenapa saat memegang busur ini aku mulai merasa sangat nyaman dan seperti pernah memainkannya.


     “Aduh! dalam kondisi seperti ini bukan waktunya untuk mengingat semuanya.“ bisikku.


    Setelah itu aku mengambil anak panah yang bergantung dibelakang tubuhku, aku pun langsung menembak kelinci itu dan pada saat itu juga kelinci itu menghindar.


     “Kurang ajar! ia berhasil lolos lagi,“ geramku sambil mengejarnya dan pada saat yang tepat aku langsung memanahnya kembali, ia pun hangus menjadi debu saat telah didinginkan dengan air.


     Brago langsung menusuk seekor kelinci yang tanpa sadar bukan masuk kedalam kolong goa tapi malah masuk kedalam kolong kaki Brago.


     Suatu keberuntungan baginya karna ia tidak perlu susah - susah mencarinya dan memanahnya, Brago ternyata hanya tinggal menusuknya saja.


     “Memang hari ini adalah hari keberuntunganku,“ ucapnya bangga.


     “Aduh sakit!“ rintihnya saat tangan Aira mencubit pipinya.

__ADS_1


     "Kamu benar - benar sombong ya,“ ucapnya yang baru saja tersadar dari pingsannya diatas tangan Brago.


    “Dasar nyebelin! orang lagi senang aja dilarang! ya sudah kamu udah sembuhkan? sekarang berarti saatnya kamu turun dari boponganku! pegel tau! mana badannya berat banget! untung gak gepeng tanganku," geramnya.


     Sebuah tamparan keras mulai mendarat dipipi Brago.


     “Kamu jangan asal bicara ya! aku ini udah kurus! langsing! mana mungkin berat! tangan kamu aja yang males,“ protes Aira ikut geram .


     Brago pun memilih tak lagi merespon dari pada harus mendengar celocehan Aira yang membuat telinganya sakit.


     “Terserah!“ ucap Brago mulai merajuk.


     “Kalian kok malah bertengkar? bukannya mencari kelinci api yang hanya tersisa satu lagi,“ tegurku yang langsung membuat mereka berhenti bertengkar dan mulai mencari kembali.


     Dan pada saat itu tampaklah seekor kelinci yang lebih besar dari sebelumnya. Ia sangat tinggi, tingginya bahkan melebihi mereka juga kami.



      "Beginilah sosok kelinci tersebut."


     Karna panah kami telah dilepaskan dari kulitnya sendiri tanpa ada rasa pedih dan yang anehnya lagi tidak terlihat luka.


     “Hanya segitu kemampuan kalian? dasar lemah!“ hinanya.


     “Oh! ternyata dia bisa berbicara,“ ucap Alika.


     "Pastilah! aku kan kelinci sakti! yang tadi kalian lawan hanya anak buahku, akulah Raja mereka.“ responnya bangga.


     Lalu ia menyerang kami dengan api yang keluar dari mulutnya.


     “Dasar tidak sopan! mereka belum siap kamu dengan kejamnya langsung menyerang mereka! itu sungguh perbuatan yang tidak adil!!!“ teriakku.


    "Memangnya kenapa? salah mereka lah karna tidak menghindar!“ remehnya.


     Aku sangat marah.

__ADS_1


     “Kau memang sangat sangat sangat sombong kelinci jelek! sekarang kau akan merasakan kemarahanku,“ hinakuku mulai murka terhadapnya.


     “Dasar manusia lemah! dengar ya! memangnya kamu bisa apa?“ tanyanya.


     “Kurang ajar!!!“ geramku lalu langsung mengunakan kekuatanku hingga aku akhirnya menghilang.


     kelinci tersebut sibuk mencariku, ternyata aku sudah berada dibelakangnya.


     "Panah raksasa! tusuklah dia,“ perintahku lalu panah itu langsung bergerak ketubuh kelinci hingga ia ambruk.


     “Masih berani kau mengatakan manusia itu lemah? justru manusia itu lebih pintar dari pada hewan sepertimu, baru punya kekuatan sedikit saja kamu udah sombong!!!“ bentakku.


    Lalu tubuhnya jadi mengecil seukuran kelinci yang lainnya, walau pun begitu ia masih saja menyerangku. Ia mulai melompat ketanganku dan langsung menggigitku.


     Aku hanya mampu merintih sambil menggenggam tubuhnya kemudian mengecilkannya dengan kekuatanku. Setelah mengecil, aku pun langsung memasukkannya kedalam botol.


     “Tolong ampuni aku! aku merasa sangat bersalah! tolong bebaskan aku dan jangan sakiti aku! aku mohon, aku mengaku kalah! aku janji, kalau kamu melepaskanku aku pasti akan membebaskan teman – temanmu.“ pintanya berkaca – kaca didalam botol bening itu sambil terus memohon kearahku.


    “Dengar ya! kau telah menyakiti teman – temanku hingga membuat mereka terkena luka bakar di beberapa bagian ditubuh mereka dan kau telah menggigit tanganku sampai mengalirkan darah. Sekarang kau malah enak – enaknya memintaku untuk melepaskanmu? tidak akan pernah kelinci!!!" tolakku mentah - mentah.


     "Aku tau! aku dapat melihat eksperesi wajahmu, kamu memang sangat licik! kamu hanya berniat untuk menipu kami kan? jawab! kamu pikir aku ini bodoh? tidak sama sekali! kalau kamu licik aku akan lebih licik kepadamu, kamu mengerti?!!“ gertakku lalu langsung berkata “botol terbakarlah!“ kemudian botol tersebut pun hangus menjadi debu bersama dengan kelinci.


     Gerbang kedua akhirnya menghilang, kami pun mulai mendapatkan kembali cahaya kemenangan dihadapan kami. Aku langsung menyuruh Brago agar membantuku untuk memetik sepuluh ceri hitam saja.



      "Inilah gambar ceri hitamnya." 🤣


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇

__ADS_1


__ADS_2