Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia

Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia
Part 102


__ADS_3

    💍 TIGA TAHUN KEMUDIAN 💍


     “Assalamualaikum tuan putri!“ ucap seseorang setelah membuka pintu ruang kerjaku.


     “Wa’alaikum salam! masuk saja,“ responku sambil tersenyum.


     Pelayan itu pun mulai masuk keruanganku.


      “Ada apa?“ tanyaku.


     “Maaf tuan putri! ini saya mendapat titipan dari seorang prajurit, ia menyuruhku untuk menyerahkannya pada anda.“ jawabnya.


      “Oh iya! terima kasih!“ ucapku sambil tersenyum.


     “Ya sudah! kamu boleh pergi!“ perintahku dengan lembut lalu mulai menyium aroma bunga mawar merah yang sangat harum itu.


     “Siapa sih yang selalu mengirimkanku satu tangkai mawar merah setiap hari?“ batinku.


     “Apakah mungkin pangeran Ahmar? ah masak iya? ia kan sekarang sedang pergi ke Kerajaan lain untuk membuat kerja sama. Sudah berapa tahun ia tidak ada kabar! smsku saja tidak pernah ia balas,“ keluhku sambil terus menatap mawar yang sudah dibalut rapi dengan kertas bening dan juga pita merah.



             "Seperti inilah gambarnya." 😘


     Padahal aku telah mendapatkan jawabanku setelah melakukan sholat istikaharah selama seminggu dan dimalam ketujuh itu baru aku bermimpi.


     Dimimpi itu aku melihat seseorang yang sedang berenang kearahku dari dasar laut yang paling dalam, yang membuat ku terkejut adalah aku juga menggunakan ekor.


     Aku ditarik oleh sosok tersebut kesuatu tempat yang tak lain adalah Kerajaan terumbu karang.


     Ketika sudah masuk kedalam, ekorku langsung berubah menjadi kaki. Aneh nya yang lain tidak terlihat wajahnya, yang bisa kulihat dengan jelas adalah wajah orang yang sedang menggandeng tanganku.


     “Ahmar?“ tanyaku terkejut.


     “Apa? masak kamu tidak kenal sih sama suami kamu sendiri?“ responnya membuat ku terkejut.


     “Apa? suami? kapan aku menikah?“ batinku heran.


     “Masak kamu lupa sih sama aku?“ tanyanya lagi yang membuatku langsung tersadar dari lamunanku.

__ADS_1


     Dari kejauhan aku bisa melihat ibunda Ahmar dan juga ayahandanya sedang tersenyum kepadaku.


     “Apakah kau benar – benar tidak ingat tentang hari pernikahan kita?“ tanyanya didepan ibunda dan ayahanda.


     Aku pun langsung berlari dan melepaskan gandengannya karna aku merasa sangat gugup.


     Tanpa kusadari kaki ku tersandung batu lalu dengan sigap Ahmar menangkap tubuhku yang hampir terjatuh.


     “Untung kamu tidak apa – apa istriku!“ ucapnya sambil tersenyum dan pada saat itu juga aku terbangun dari mimpiku.


     Keringat dingin masih membasahi tubuhku, kata – kata istri masih terngiang dikepalaku.


     “Apakah mungkin?“ batinku saat itu .


     Aku hanya tersenyum ketika mengingat mimpiku dua tahun lalu, semenjak mimpi itu hadir aku jadi semakin yakin dengan perasaan ku kepada Ahmar.


      Kini aku meletakkan bunga mawar itu kedalam sebuah vas kaca yang terletak disamping meja kerja dikantorku yang telah di isi dengan air didalamnya.


     Setiap mendapatkan kiriman bunga mawar, aku selalu menyimpannya sampai ia layu dengan sendirinya dan kelopak bunga nya telah berjatuhan  diatas meja. Vas bunga tersebut sangat besar.



     Bahkan kini kira - kira sudah lima puluh bunga mawar yang masih bertahan. Aku hanya tersenyum saat melihat keindahan bunga didalam vas tersebut, bunga – bunga pemberian seseorang itu selalu kukumpulkan dan kujaga dengan baik sampai ia tak berbentuk lagi.


    “Dreet! dreet! dreet!“


     Tiba – tiba ponselku berbunyi, aku sangat terkejut saat melihat siapa nama yang terpampang disana.


     “Assalamualaikum kak!“ ucapku gugup.


     “Wa’alaikum salam Hamra,“ jawab suara dibalik telpon.


     “Oh ya! bagaimana dengan pembelajaranmu?“ tanyanya.


     “Alhamdulillah, aku sudah hampir menyelesaikannya karna aku sudah sangat mengerti sekarang!“ jawabku lembut.


     “Kaka sendiri bagaimana? apakah Kerajaan seblah mau bekerja sama dengan kaka?“ ucapku balik bertanya.


     “Alhamdulillah mereka mau Hamra! kaka sangat senang,“ jawabnya sambil tersenyum.

__ADS_1


     “Oh benarkah? jika kaka senang, aku jadi ikutan senang.“ responku.


     “Ngomong – ngomong apakah nanti malam kamu punya waktu Hamra?“ tanyanya yang langsung membuat jantungku berdetak lebih kencang dari pada biasanya.


     “Alhamdulillah ada sih kak! tapi untuk apa?“ jawabku.


     “Ah! nanti kamu tau sendiri! apakah kamu tau?“ tanyanya membuatku penasaran.


     “Tau apa sih kak?“ tanyaku bingung.


     “Kaka sangat merindukanmu Hamra,“ jawabnya yang sukses membuatku kini mematung ditempat.


     “Hamra! Hamra!“ panggil suara dibalik telpon.


     “Oh iya kak!“ responku kikuk.


     “Ada apa?“ tanyanya.


     "Tidak ada kok kak,“ jawabku lalu menarik nafas dalam – dalam untuk mengucapkan sesuatu yang baru pertama kali aku berani mengucapkannya.


     “Aku juga sangat sangat merindukanmu kaka! aku bahkan selalu memikirkanmu dan berdoa semoga bisnismu berjalan dengan baik dan kesehatanmu bisa selalu terjaga,“ sambungku lancar.


      Ahmar merasa semakin senang, bibirnya tak berhenti merekahkan senyuman ketika mendengar kan kata – kata gadis yang sampai sekarang masih ia cintai.


     “Ya sudah! sampai nanti malam,“ ucapnya.


     “Iya tapi memangnya kita ketemu dimana?“ tanyaku.


     “Nanti aku tulis tempatnya disms,“ jawabnya.


     “Baiklah,“ responku lalu mematikan telpon dari nya, aku jadi tak sabar menunggu malam tiba.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇

__ADS_1


__ADS_2