Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia

Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia
Part 29


__ADS_3

     “Allahu akbar Allahu akbar,“ suara azan ashar mulai berkumandang.


     Tak terasa saking asyiknya belajar membuat kami tak menyadari berapa jam yang telah kami habiskan bersama dalam mempelajari ilmu Allah yang sangat indah dan mampu menyejukkan hati juga jiwa insan yang kosong jika mau berubah dengan cara bertobat dan tak akan lagi mengulangi kesalahannya.


     Sedangkan orang – orang yang paling beruntung ialah orang – orang yang mendapat petunjuk dan hidayah dari-Nya.


    


     Ketika azan selesai berkumandang kami mulai menyimpan apa yang tadi kami pelajari, lalu bergegas  berwudhu kembali untuk mengerjakan sholat ashar.


     Selesai sholat aku pun langsung dikejutkan dengan datangnya surat melalui burung merpati pink.


     “Assalamualaikum Hamra! ini aku burung merpatimu, aku kesini ingin menyampaikan satu pesan  untukmu. Aku tau mungkin aku masih belum ada dimemori ingatanmu, tapi aku masih mengigatmu kok! tolong kamu ambil surat yang ada dikakiku yah, aku harus pergi duluan untuk melundungi Raja dan Ratu juga kakakmu.“ ucapnya kepadaku.



"Inilah gambar burung kesayangan Aisyah saat masih tinggal di Istana."


     Dia memang burung yang baik dan mampu melakukan tanggung jawab. Dari yang aku lihat sepertinya ia bukan burung biasa, ia adalah burung ajaib yang mempunyai kekuatan yang lumayan dasyat tidak seperti burung merpati lainnya.


    “Bagaimana kondisi mereka?“ tanyaku penasaran.


     Hingga akhirnya burung itu malah pergi terbang kejendela sambil berkata “maafkan aku Hamra! aku tidak sempat menjelaskannya. Aku harus buru – buru terbang ke Andalusia Spanyol untuk membantu keluargamu, baca saja disurat.“ jawabnya lalu ia langsung hilang terbang menembus awan.


    Aku pun langsung membaca surat itu dengan penuh rasa penasaran.


     Untuk : putriku ( HAMRA )


     Putriku! ibunda dan ayahanda tidak apa – apa, kamu tidak perlu kesini karna Raja Ferdinand sedang mengincarmu.


     Kami tidak mau kamu terluka putriku, jangan pernah kesini, memang umurmu beberapa hari lagi akan bertambah.


     Tapi kami harap kau melupakan saja ramuan yang tersembunyi itu karna ibunda pun sudah tidak berharap apa –apa lagi.

__ADS_1


     Tidak apa – apa jika kami mati putriku, yang penting kamu selamat, pesan kami jangan cari ramuan itu karna ramuan itu hilang.


     Mereka telah menembunyikannya darimu, karna mereka telah mengetahui rencana kita.


     Jadi sudah tidak ada harapan lagi putriku, dan ramuan itu pasti disembunyikan disuatu tempat yang sulit kau jangkau.


     Yang penting jaga dirimu baik – baik putriku, jangan hiraukan kami demi masa depanmu.


     Karna kebahagiaan kami adalah keselamatan mu.


                             


     Dari : keluarga aslimu  


     Tak terasa air mataku mengalir begitu deras. Rasa geram ku pun muncul semakin besar, kini aku menyuruh Khadijah untuk cepat – cepat membereskan mukena.


     Setelah selesai aku memintanya untuk masuk kembali kedalam cincin merahku, awalnya ia menolak dengan alasan ingin menemaniku supaya aku tidak merasa sendirian tapi aku masih saja bersikeras untuk pergi sendiri.


     Akhirnya mau tidak mau Khadijah terpaksa masuk juga kedalam cincinku, aku pun langsung berangkat menuju Spanyol.


     Tapi sebelum itu aku terlebih dahulu melacak melalui awan  dimana ramuan itu berada, awan pun langsung memperlihatkannya.


     Aku seperti menonton tivi dan ternyata ramuanku disembunyikan didalam laut yang sangat dalam dan letaknya juga cukup jauh.


     Entahlah! apakah aku bisa sampai kedalamnya tepat waktu, karna ulang tahunku lima hari lagi sedangkan perjalanan untuk sampai kesana mungkin mencapai waktu tiga hari.


     Ditambah lagi dengan menyelusuri dalam lautan dan mencari ramuannya, itu pasti memakan waktu yang cukup banyak.


      Ah! aku benar - benar tidak peduli, yang penting bagiku sekarang adalah menyelamatkan ayahanda dan ibunda juga kakakku.


     Untuk apa juga mendapatkan gelar sebagai seorang putri Raja, jika kerjanya hanya bersembunyi dan tidak ingin mempertaruhkan dirinya sendiri demi kesejahteraan rakyat.


     Ketika aku ingin berangkat, ternyata aku langsung dikejutkan dengan panggilan telpon dari Brago.

__ADS_1


     “Aisyah! maaf! maksudku Assamualaikum Aisyah! aku Brago, kamu masih ingat aku kan? firasatku berkata ada terjadi sesuatu yang buruk denganmu. Apakah itu benar Aisyah? aku merasa sangat cemas,“ tanyanya.


     Aku mulai tertegun mendengar kata – kata Brago, kenapa perasaan ku tiba – tiba saja kontak kedia ya? ada apa ini? aku mulai semakin bingung.


     Dalam kondisi yang seperti ini aku terpaksa menutup ponselku tanpa menjawab pertanyaan dari Brago.


     Lidahku seperti tak mampu untuk menjawabnya, aku mulai teringat tentang kondisi keluargaku yang sedang hancur balau dan lagi – lagi itu sukses membuat air mataku mengalir kembali.


     Tapi cepat – cepat aku mulai menghapusnya supaya tidak ada tetesan air lagi yang meluncur.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


 


   Empat pertanyaan bagi pembaca


   Yang setia. 😎


1. Menurut kalian apakah Brago dapat mengisi hati Aisyah?


2. Apakah Aisyah akan menerimanya?


3. Siapa diantara kalian yang mendukung hubungan Aisyah dan Brago?


4. Apakah mereka pantas bersama?


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇

__ADS_1


__ADS_2