
Aku pun langsung terbang kembali tanpa menggunakan sayap. Tiba - tiba ketika perjalananku sudah sedikit jauh, aku merasa ada yang membuntutiku tapi aku tak tau siapa.
Saat aku menoleh kebelakang ia tidak ada hingga aku pun mencari trik, seakan - akan aku tidak melihat kebelakang lalu aku membuat kamera pengintai dari telapak tanganku sehingga aku bisa melihat jelas dari sini siapa yang membuntutiku.
Mataku terbelalak saat mengetahui siapa yang mengikuti ku. Ternyata mereka adalah Rendi, Alika, Brago dan Aira. Mereka semua ternyata sedang naik diatas daun pisang yang telah diperbesar.
"Inilah daun pisang yang mereka naiki setelah diperbesar." 😋
Aku pun mulai berusaha menahan rasa tawaku akibat geli melihat tingkah mereka, kini aku langsung menghilang untuk menjahili mereka dan tanpa mereka ketahui aku sudah duduk didaun pisang paling belakang.
“Lho! Aisyah kemana yah?“ tanya Brago bingung.
“Oh iya! kemana yah?“ respon mereka malah ikut - ikutan bingung.
“Kamu sih kendarainnya gak pas Brago,“ ledek Aira.
“Enak aja kamu! nih kamu aja coba yang kendarain! si Aisyah bukan gak pas aku liat tau, tapi dia pake jurus untuk menghilang jadi kini susah untuk menyusulnya. Dasar Aira! makanya kalau gak tau mulut kamu itu dikunci jangan tajam banget kayak silet dipasaran.“ ceplos Brago geram sambil mencubit pelan pipi Aira.
Aira jadi merintih kesakitan, karna tak terima ia pun mulai membalas perlakuan Brago kepadanya.
“Yah! Aisyah ilang mereka malah sibuk pacaran,“ ucap Rendi sedikit sinis sambil memasang wajah yang sedikit menggelikan.
“Ih! siapa juga yang pacaran sama cewek yang gak bener ini,“ ledek Brago.
“Ih! dasar mulut cabe! kamu yang gak bener! bahkan otakmu juga kadang suka eror,“ balas Aira gak mau kalah.
“Udah – udah! jangan bertengkar, nanti jadi suka lho.“ goda Alika.
“Apa!!! suka? ogah banget,“ ucap mereka secara bersamaan.
Akhirnya tingkah mereka mulai meledakkan semua tawa orang yang menaiki daun itu, hingga ketika mereka mendengar tawa yang tak asing mereka semua langsung melihat kebelakang secara bersamaan dan menemukan diriku yang masih belum berhenti tertawa.
__ADS_1
“Aisyah!“ ucap mereka bersamaan, sampai - sampai tumpangan yang mereka naiki hampir hilang keseimbangan karna sudah bergerak kesana kemari.
“Makanya jadi orang jangan kepo! ini akibatnya,“ ucapku kesal sambil melipat kedua tanganku dibawah dada.
“Ya maaf Aisyah! kami kan khawatir dengan kondisi kamu, makanya kami buntuti kamu. gak boleh yah?“ tanya Rendi sedih.
“Ya gak papa sih, tapi kenapa kalian gak minta izin dulu sama aku?“ responku malah balik bertanya.
“Gimana mau minta izin! hpnya aja dimatiin.“ ucap Brago mulai merajuk.
“Iya – iya aku mengaku salah! jadi jangan ngambek gitu dong! senyum!“ ucapku lalu mau tidak mau Brago pun mulai memaksakan senyumnya hingga menampakkan deretan gigi depannya yang sangat rapi dan putih bersih.
“Lalu kenpa kalian pakai daun pisang sih? gak ada batang yang lain apa? udah kayak nasi uduk tau kalian diatas ini,“ ledekku.
"Ya maaf Aisyah! kami kan buru – buru takut kehilangan jejak kamu, jadi pake apa aja yang ada disekitar kami biar cepat! salah ya?“ jelas Brago sedih.
“Iya Aisyah, ini pun kan pakai kekuatan Aku dan Brago untuk menggerakkannya demi mengikuti kamu.“ ucap Rendi membenarkan.
Aku jadi sangat terhibur dan merasa sedikit melupakan rasa sakit dihatiku tentang kondisiku.
“Oh iya! memangnya kamu sedang ada masalah apa Aisyah?“ tanya Brago.
“Aku-“ ucapanku masih berhenti.
Lidahku terasa begitu sulit untuk menjelaskan, Alika pun mulai menghampiriku dan langsung memberikan pelukan hangat kepadaku.
“Aku kenapa Aisyah?“ tanya Aira.
Setelah menarik nafas dalam baru aku menceritakan secara detail apa masalahku dan siapa diriku sebenarnya, hingga akhirnya mereka pun mulai paham dengan apa yang menimpaku sekarang ini.
“Jadi sebenarnya namamu adalah Hamra ya? nama yang bagus,“ puji Brago.
"Iya seperti nama Istanamu.“ ucap Aira.
__ADS_1
“Itu benar sekali! tapi aku merasa menyesal menjadi putri," reaponku menunduk sedih.
“Memangnya kenapa?“ tanya mereka ikut sedih dengan apa yang aku katakan hingga akhirnya dengan berat hati aku pun mulai menjawab “aku adalah tuan putri yang tak berguna."
Air mataku pun mulai mengalir deras.
“Kalian tau gak kenapa?“ tanyaku kembali.
Mereka hanya menggeleng sekilas sambil melihat kearah mataku yang begitu merah dan berair.
“Karna aku masih lemah dalam melindungi rakyatku disana, mereka sekarang menderita sedangkan aku asyik – asyikkan bersembunyi dari bencana yang sedang terjadi. Aku mulai geram, sebenarnya apa sih alasan mereka? aku masih punya tiga pertanyaan dan apakah kalian bisa menjawab pertanyaan ku dengan tepat?“ tanyaku mengungkapkan.
Mereka pun mulai menampakkan eksperesi ragu – ragu tapi berusaha menutupinya, untung aku bisa membaca eksperesi wajah mereka.
“Pertanyaan pertama, mengapa sih Raja itu ingin merebut Kerajaan kami? kedua, kenapa sih mereka berambisi sekali untuk menculikku padahal dulu kan aku tidak mempunyai ilmu apa –apa kecuali bela diri sampai – sampai wajahku saja diubah total walau pun sudah cantik tapi aslinya rupanya lebih! apa sih alasannya?" tanyaku membutuhkan jawaban.
"Dan yang terakhir yaitu pertanyaan yang ketiga, sebenarnya apa sih yang membuat mereka masih menyimpan ramuan ku itu bahkan menyembunyikannya? Harusnya jika mereka ingin menang mereka kan tinggal menghancurkan terus ramuan itu supaya aku tidak dapat mendapatkan kekuatanku, karna ramuan itu tidak akan berfungsi kecuali wajahku telah asli kembali." sambungku.
Mereka yang mendengar pertanyaan ku langsung menganga hebat, bahkan seekor serangga hampir saja masuk kedalam salah satu mulut dari mereka.
Tapi berhasil terantuk bibir karna gua tempat pintu serangga itu ingin masuk sudah tertutup, aku jadi terkekeh sendiri dan air mata sedihku jadi terhenti akibat melihat pemandangan lucu itu.
“Ya sudah jangan di pikirkan lagi, mungkin kepalaku masih sedikit pusing! jadi aku dapat memunculkan pertanyaan - pertanyaan yang konyol.“ putusku sambil tertawa.
Mereka pun jadi sedikit tenang, tapi aku bisa melihat bahwa mereka masih berusaha mencari jawaban yang tepat untuk diriku.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇
__ADS_1