
"Asap pengikat!“ ucap sijubah hitam.
“Panah penyerap!“ ucap Ahmar sambil menarik panahannya lalu panahan itu mulai meleset dan menyerap semua asap hitam tersebut, hingga sijubah hitam jadi terjatuh karna setengah kekuatannya telah diserap oleh panah milik Ahmar.
“Kurang ajar! rasakan ini! pohon asap!“ geramnya.
Lalu pohon asap itu mulai tumbuh dibawah kaki Ahmar pada saat menonjok tanah dengan tangan kanannya dan langsung membelit tubuh Ahmar sambil menghisap tenaga mangsanya.
Ahmar jadi jatuh terduduk setelah berteriak kesakitan. Akhirnya pohon itu pun menghilang entah kemana, si jubah hitam kini mulai mendekati Ahmar perlahan – lahan.
Aku yang melihat tingkah si jubah hitam langsung merasa sangat cemas.
“Aduh gimana nih!“ batinku.
“Pedang asap!“ ucapnya lalu langsung berlari hendak menusuk Ahmar.
Ahmar hanya mampu pasrah sambil membuka matanya.
“Tidak!!!“ teriakku berlari keluar dari tempat aman dan memeluk Ahmar dari arah depan.
Mataku terbuka lebar akibat menahan rasa sakit.
"Inilah gambar pedang asap sijubah hitam tersebut."
“Kak! kakak gak papa kan?“ tanyaku serak.
“Kak Ahmar jangan khawatir! Hamra pasti akan selalu ingat dan melindungi kaka, maafkan Hamra ya? karna udah lupain kaka.“ sambungku.
Lalu pelukanku perlahan - lahan renggang.
__ADS_1
"Hahaha! lumayan, tidak apa – apa kalau kau tidak mati. Asalkan gadis ini mati, jadi aku bisa menguasai Kerajaan ini dengan damai. Sekarang aku tinggal memusnahkanmu dan semua keluarga mu!“ ucapnya senang.
Ahmar mulai panik saat ia memegang punggung Hamra, entah kenapa tangannya seperti basah karna menyentuh cairan yang amat kental dan lengket.
Saat ia melihat tangannya ia sangat terkejut karna yang ia sentuh itu tak lain dan bukan adalah darah Hamra yang mulai bercucuran hingga membasahi baju belakangnya.
“Kamu benar – benar keterlaluan! kini aku pasti akan menghapuskanmu!!!“ geram Ahmar marah sambil memperlihatkan wajah seramnya.
Melihat wajah Ahmar yang sangat nanar, membuat sijubah hitam mundur kebelakang.
Ia meletakkan tubuh gadisnya diatas tanah lalu langsung melangkahkan dirinya menuju ke hadapan sijubah hitam.
Dari tubuhnya sudah keluar api yang berkobar begitu besar, akhirnya tak berapa lama kemudian terjadilah pertarungan sengit diantara mereka yang membuat getar tanah Andalusia.
Dititik terakhir Ahmar sedang menyerang jubah hitam dengan panah apinya dan langsung menyerap semua energi yang tersisa dari dalam tubuh sijubah hitam.
Mereka bertarung sampai keudara hingga akhirnya hidup jubah hitam mulai berakhir saat Ahmar telah melepaskan panah peledak tepat didada si jubah hitam.
Untuk mengetahui siapa sosok yang ada dibalik jubah hitam, Brago membuka kupluk si jubah hitam. Ia sangat terkejut saat mengetahui siapa dibalik jubah hitam ini dan ternyata “guru!“ ucapnya tak percaya.
"Assalamualaikum semuanya, 🤗 perkenalkan aku adalah guru silat."
“Maafkan aku muridku, guru tidak bermaksud melakukan ini.“ ucapnya sedih.
"Tapi kenapa guru?“ respon Brago merasa kecewa .
“Suatu hari ketika guru masih berada di Indonesia. Guru menemukan sebuah buku berwarna hitam, saat guru melihat sampul depan itu ternyata gambar orang yang sedang melakukan silat."
"Guru pikir itu adalah buku silat yang tak sengaja ditinggalkan oleh sang pemiliknya, jadi guru membukanya. Ternyata itu bukan buku sembarangan, itu adalah buku yang berisi makhluk hitam yang sangat jahat."
"Ia meminta agar guru mau mempelajarinya, dan ia akan membuat guru menjadi orang yang terpandang. Guru tidak mau menerimanya karna itu adalah ilmu hitam yang tidak boleh bagi orang yang mempelajari ilmu putih."
__ADS_1
"Jadi guru pun berusaha melawannya agar tak masuk kedalam tubuh guru. Tapi sayang! tubuh guru pada saat itu masih lemah karna guru baru saja sembuh dari sakit. Pada akhirnya makhluk hitam tersebut masuk kedalam tubuh guru, dan mulai menguasai tubuh guru hingga guru tiba – tiba menjadi orang yang sangat jahat."
"Sekarang guru mengerti! ternyata dia bukan ingin menjadikan guru orang yang terpandang, tapi ia hanya menginginkan tubuh guru karna ia adalah makhluk yang tidak memiliki tubuh jadi sulit baginya untuk berkuasa.
"Sekarang guru baru bisa sadar karna kekuatannya mulai menipis, tapi ia masih berada didalam tubuh guru. Jadi bisakah guru meminta permintaan kepadamu wahai muridku?“ pintanya lemah.
“Apa guru?“ tanya Brago.
“Sekarang kekuatan makhluk ini sedang lemah! guru akan berusaha menguncinya dalam tubuh guru, jadi guru mohon... Kamu satukan kekuatanmu bersama teman – temanmu untuk mengarahkannya ketubuh guru, agar dia tak dapat kemana – mana hingga akhirnya dia mati.“ jawabnya menjelaskan.
“Tapi bagaimana dengan guru?“ tanyanya lagi merasa ragu.
“Tolong jangan kamu pikirkan tentang guru, karna yang terpenting sekarang adalah bagaimana caranya agar kalian semua bisa selamat!“ ucap guru Brago.
Ia pun mau tidak mau mulai menuruti keinginan gurunya itu yang sungguh meresahkannya.
Ahmar yang mendengarkannya jadi merasa kasian, tapi rasa kasian itu sedikit demi sedikit telah menghilang karna melihat jasad yang masih terbaring tak jauh beberapa meter darinya sambil terus mengeluarkan darah segar dipunggungnya.
Ia memang sangat mengenali orang yang memakai pakaian dibalik topeng itu, beliau adalah seorang guru silat di Istana Alhambra dulu untuk melatih para prajurit Kerajaan agar tahan banting.
Tak berapa lama kemudian tubuh Hamra mulai bercahaya. Cahayanya sangat terang. Sehingga luka yang ada dipunggungnya pun menghilang.
Cahaya itu ia dapatkan dari tujuh bola kristal yang keluar dengan sendirinya dari tas Brago untuk melingkari tubuhnya hingga memancarkan cahaya warna – warni yang sangat menyilaukan.
Tubuhnya mulai terangkat keatas, cahaya tersebut makin membesar dan perlahan – lahan mengecil. Pemilik tubuh itu kini telah berdiri tegap diudara.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇
__ADS_1