Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia

Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia
Part 36


__ADS_3

     Pria itu sebenarnya juga merasa aneh dengan dirinya, sejak pertama kali ia melihat kearah wanita itu entah kenapa ia jadi menyukai wanita tersebut saat pertama kali memandangnya.


   “Kenapa kamu sangat peduli kepadaku? memangnya ada apa sih dengan kamu sampai secemas itu padaku?“ tanyanya.


     Pria itu malah tidak menjawab pertanyaannya. Ia bingung dengan dirinya sendiri, entah mengapa ia seperti telah lama mengenal wanita ini.


     Ia pun tak mungkin meminta wanita yang baru ia kenali agar berkenan untuk memperlihatkan wajahnya. Tapi suara wanita ini juga tingkah bicaranya sangat mirip dengan sosok teman lamanya yang setelah mendapatkan konflik menghilang entah kemana, ia telah berusaha mencarinya tapi tidak berhasil.


     Wajahnya jadi tampak begitu murung, ia yang melihat raut wajah pria itu jadi ikutan merasa sedih. Sebenarnya ia juga merasa nyaman dengan pria itu, tapi mana mungkin ia mengenalnya sedangkan ini saja masih pertemuan pertama.


    “Ya sudah jangan kamu pikirkan lagi yah pertanyaanku! maaf aku agak galak kepadamu, aku tidak bermaksud untuk menyakitimu kok. maafkan aku yah?“ ucapnya mulai memperlihatkan wajahnya kembali sambil memberikan sebuah senyuman.


     Pria tersebut sangat tertegun saat wanita tersebut berkata seperti itu kepadanya, sehingga ia pun mulai bertambah sayang terhadap wanita yang baru dikenalnya itu.


     Kini mereka sedang melewati taman depan Istana dan langsung masuk kedalamnya, para dayang yang memakai baju oren cerah mulai berdatangan menghampiri mereka.


     Mereka meminta agar wanita itu biar mereka saja yang membawanya kekamar, ia pun langsung mencoba menurunkan satu kakinya dan sebelah tangannya telah diletakkan dipundak salah satu dayang agar dapat menuntunnya sampai kekamar.


    Dayang yang lain pun juga hendak membantunya, tapi gerakan mereka langsung saja berhenti saat pria tersebut berkata “kalian tidak perlu membantunya! biar aku saja yang membawanya kekamarku diatas,“ putusnya.


     Ia sangat terkejut saat mendengarkan kata – kata pria tersebut.


     “Baik pangeran! tapi izinkan kami saja yang akan memanggil tabib untuk non ini,“ pintanya.


     “Baiklah! tapi cepatlah karna dia sudah terluka parah,“ perintahnya.


     “Apa?!! dia pangeran? aduh mati aku! pasti kalau begitu ini adalah sebuah Kerajaan, bisa susah aku untuk kabur dari sini saat kondisiku telah membaik karna Kerajaan ini pasti telah dikawal dengan sangat ketat.“ batinku.

__ADS_1


     “Tunggu! kalian tidak perlu memanggil non kepadanya, panggil saja dia tuan putri.“ pintanya setelah memberhentikan langkah kakinya.


     Mata gadis itu langsung membulat sempurna, ia sangat terkejut mendengar kata – kata dari pangeran itu dan tampaknya ia  benar - benar belum siap saat mendapatkan panggilan tersebut.


     Pangeran pun mulai membawanya keatas perlahan – lahan, mereka melalui tangga dalam keadaan bisu. Hanya suara detak jantung yang begitu kencang yang masih terdengar oleh mereka masing – masing.


     Akhirnya mereka sampai didepan pintu kamar pangeran, prajurit yang bertugas menjaga kamar pangeran mulai membukakan pintu untuk mereka.


     Ia mulai membaringkan tubuh wanita tersebut diatas kasur perlahan - lahan, tak berapa lama kemudian tabib pun datang untuk menyembuhkan lukanya.



     "Nah! Beginilah kamar pria itu." 😏


     Setelah diperban, mereka para tabib mulai meninggalkan ruangan tersebut setelah meminta izin kepada pangeran untuk pamit keluar. Pangeran hanya mengangguk pertanda telah mengizinkan mereka untuk pergi.


   "Apakah ini kamarmu? lalu jika aku yang tidur disini bagaimana denganmu?“ tanyanya merasa tidak enak.


     “Tidak apa! kau tidak perlu menghawatirkanku, aku bisa tidur dikamar ayahanda dan ibundaku.“ jawabnya.


   "Memangnya ayahanda dan ibundamu tidak keberatan? kamu kan sudah besar?“ tanyanya lagi.


     “Mereka tidak akan keberatan karna mereka pun telah pergi entah kemana,“ responnya.


   “Memangnya ada apa?“ tanyanya lagi.


     “Kerajaan kami yang bernama Kerajaan terumbu karang berteman baik dengan Kerajaan Andalusia Spanyol yang bernama Istana Alhambra. Jadi pada saat itu Kerajaan Alhambra sedang diserang oleh kerajaan yang di pimpin oleh Raja Ferdinand dan Ratu Isabel. Mereka pun telah mempengaruhi dua Kerajaan yaitu kerajaan Castila dan Aragon." beritahunya.

__ADS_1


     "Dua Kerajaan itu telah bersatu dibawah kendali mereka berdua, mereka berniat untuk menghancurkan Islam dan para tentara serbia yang jahat juga tentara - tentara nasional yugoslavia atau yugoslavenska narodna armija. (JNA) Mereka adalah tentara yang sangat kejam. Mereka membunuh, menyiksa, membakar dan memperkosa para wanita Islam pada masa itu."


     "Saking tak punya hatinya saat mereka menemukan tempat pengungsian orang Islam, mereka para tentara yang tidak mempunyai pikiran langsung memberikan penyerangan lagi. Itulah yang membuat ayahanda dan ibundaku jadi marah besar dan tidak tinggal diam."


     "Mereka mulai mengirim pasukan tentara kami untuk ikut berperang disana, tapi pada suatu hari aku sedang keluar Istana menuju hutan untuk berkuda sekalian berburu dengan panahku dan pada saat aku pulang tiba – tiba kondisi Istanaku sudah hancur berantakan."


     "Aku yang kebingungan saat sedang mencari ayahanda dan ibundaku langung saja terkejut ketika seorang dayang yang berlumuran darah diperutnya datang tertatih – tatih kepadaku sambil menceritakan pesan dari ayahanda dan ibundaku."


    "Ia berkata bahwa ayahanda dan ibundaku sudah tertangkap dan dibawa ke Istana Andalusia yang telah dipimpin oleh Raja dan Ratu tersebut. Ini terjadi disebabkan ayahanda dan ibundaku turut ikut campur dengan urusan mereka, bagaimana tidak? ayahanda dan ibundaku ikut campur!"


     "Mereka bersahabat begitu dekat, bahkan aku dan putri mereka juga bersahabat. Ia bernama HAMRA! aku sangat merindukannya, ia adalah teman yang sangat baik. Walaupun emosinya kadang sulit untuk dikontrol, tapi ia mempunyai kesetiaan yang sangat besar kepada siapa saja yang telah berbuat baik kepadanya, ia termasuk sabar juga dalam melakukan sesuatu."


    "Pelaku pembantaian itu adalah laskar republik srpska scorpion dibawah pimpinan komandan militer serbia bosnia yaitu RATKO MLADIC. Sebelum mendapatkan kunci Istana Alhambra yang diberikan oleh Sultan muhammad as – shaghir, Raja dan Ratu pernah berjanji pada rakyat Andalusia bahwa sanya jika mereka yang berkuasa mereka akan membolehkan rakyat untuk memilih agama yang mereka percayai."


     "Namun ternyata itu hanyalah sebuah tipu muslihat saja agar rakyat percaya kepada mereka, setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan mereka ternyata malah mengingkari janji mereka sehingga rakyat yang beragama Islam di Andalusia menjadi sangat kecewa dan tersiksa karna diberikan dua pilihan yaitu suka rela memeluk Islam atau pergi meninggalkan Spanyol."


    "Bahkan karna dibuat dua pilihan itu ada yang sampai harus menjadi kaum Moriscos. Yaitu kaum yang tinggal ditanah Andalusia tapi ia masih memeluk agama Islam secara sembunyi - sembunyi agar tidak terbunuh.


     Aku sebenarnya ingin sekali kesana, tapi aku tidak diperbolehkan oleh ayahanda dan ibundaku karna sangat berbahaya. Entah bagaimana kondisi mereka sekarang aku tidak tau, yang pasti aku harus terus bersembunyi agar tidak tertangkap.“ ceritanya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇

__ADS_1


__ADS_2