Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia

Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia
Part 9


__ADS_3

     Kami pun mulai keluar Musalla. Bel pulang pun berbunyi, lapangan sekolah yang awalnya kosong pun mulai terlihat ramai oleh murid SMA dari kelas 1 sampai kelas 3.


     Ada yang pulang dengan mobil, motor, sepeda bahkan ada yang hanya menggunakan tenaga kaki untuk sampai kerumah.


     Tapi tak ada yang menampakkan raut sedih dari wajah mereka, yang ada mereka malah sibuk tertawa-tawa sambil menikmati garis kehidupan masing-masing.


 



   


"Contohnya seperti anak kelas satu SMA ini." 😂


 


     Setelah memakai sepatu, kami pun mulai menuju kekelas kami sendiri.


     “Hai Eris! bukannya seminggu lagi kita akan mengikuti ujian kenaikan kelas semester 2  tahun ini?" tanyaku.


     ”Oh! kamu bener banget Aisyah, udah mah! aku belum belajah lagi!“ serunya.


       


     Akhirnya kami pun  pulang kerumah masing - masing dengan kendaraan kami.


     “Dadah Aisyah!“ lambainya untuk tanda perpisahan sementara.


     “Da..!” balasku lalu mulai bergegas menuju ke motor Mioku.


     Rumahku dipedesaan, jadi ketika ingin sampai kesana aku harus melewati kebun singkong pak Dober. Aku sangat terkejut saat melihat gelang mutiaraku yang tadinya berwarna biru kini sudah berubah menjadi warna merah.


 



"Lebatkan? pohon singkong milik Pak Dober yang terkenal subur." 😎



"Ini nih jalanan yang Aisyah lewati setiap hari ketika mau pulang pergi kemanapun itu." 😊


     Jantungku mulai berdebar  kencang, seekor burung gagak bermata merah mulai datang dan terbang kearahku. Aku pun langsung menghindarinya dan mengegas motorku dengat kecepatan tinggi.

__ADS_1


     Aku mulai panik, entah kenapa tiba - tiba  saja motorku mogok .


     “Kakak!!!“ teriakku lemas.


     “Tolong aku kak!!! ” teriakku lagi.


     Tapi nasibku begitu  buruk, tidak ada jawaban sama sekali. Gelang yang ada ditanganku masih belum berubah menjadi warna putih.


       


     Tiba - tiba muncullah sesosok makhluk memakai baju besi seperti tentara.


     “Oh! ternyata ini anaknya si Raja yang sok alim itu, kenapa kamu tak bergabung dengan ayahandamu saja disana dari pada disini  pakai sembunyi segala.“ ucapnya setelah membalikkan badan.


     "Angkatlah wajahmu, aku ingin melihat wajahmu seperti apa!!!“ perintahnya kepada Aisyah sambil membentak.


     Saat aku mulai mengangkat wajahku ia mulai terdiam dan terlihat bingung dengan apa yang ia lihat.


     “Astaga!!!” ucapnya terkejut.


     "Apa kamu menggantikan wajah aslimu dengan wajah yang lebih jelek darimu? ha, ha, ha….” hinanya sambil tertawa hebat.


     "Apa maksudmu? berani - beraninya kau menertawaiku seperti itu, dasar tidak menghargai ciptaan Allah.“ geramku.


        


     Kini aku mulai mengerti dan percaya dengan kata-kata gadis yang dulunya masih ragu untuk ku anggap kakak, dan aku mulai menerima  bahwasanya mimpi itu adalah kenyataan tanpa rekayasa.


     “Tunjukkan wajah aslimu sebelum aku menyiksamu,“ paksanya.


     ”Aku tidak mengerti, dan aku tidak bisa mengubahnya menjadi wajahku yang sesungguhnya.“ ucapku jujur.


     


     Tapi ia sungguh tak punya hati dan tak ingin percaya dengan kata- kataku. Aku pun mulai resah, ingin sekali aku menghajarnya sampai babak belur tapi aku hanyalah manusia biasa yang tak memiliki kekuatan.


     Ia pun mulai memetik daun singkong yang berada disampingnya.


     “Ikatlah dia,“ setelah melempar daun itu kearahku, sungguh ajaib sekali tiba-tiba ujung jari - jari singkong itu memanjang dan mulai melilitku dengan keras.


   


     “Agr…..!!!” erangku kesakitan, mataku telah merah karna menangis.

__ADS_1


     “Cepat berubah sebelum kau mati!!!” bentaknya sambil terus menatap sinis kearahku hingga aku pun hanya mampu pasrah kepada Allah.


      “Ya Allah tolong bantu aku ya Allah! jika engkau mau membantuku aku berjanji jika suatu hari nanti aku menjadi Ratu istana, aku akan berlaku adil pada rakyatku tanpa membeda - bedakan.“ doaku setelah tak mampu lagi menahan lilitan ini yang terasa sangat menyesakkan dada.


       


     Tiba — tiba jari tanganku mulai memancarkan cahaya dengan sangat terang, dari jari manis yang ada ditangan kiriku muncullah sebuah cincin yang tidak jelas asalnya dari mana.



"Ini nih cincin yang didapatkan oleh Aisyah ketika ia sedang berdoa." 😊


     Cincin itu berwarna emas berkilau dengan sedikit berlian merah dibagian atasnya, anehnya saat aku memakai cincin itu benda yang sejak tadi melilitku mulai merenggang dan terlepas sendiri.


     Aku pun langsung mempraktekkan jurus silatku dihadapannya.


         


     Sebelum aku mengenai tubuhnya, ia pun mulai terpelanting jauh karna kekuatan yang terpancar dalam benda ini.


     Aku tak menyangka dengan hanya menggunakan cincin ini aku bisa melawannya tanpa harus menyentuh nya dan yang paling aku suka adalah dengan menggunakan ini aku bisa terbang dan dapat menghabisinya dengan mudah.


     Ia terus berlari menjauhiku sambil melemparkan serangannya namun tak satu pun mampu mengenaiku, aku mulai puas menyerangnya hingga aku melihat benda kecil berwarna merah yang kemarin hampir membuatku meninggal karna di isap olehnya.


      


      Dengan kondisi tubuh yang masih dalam keadaan melayang aku pun mulai mengambil benda itu dari dipunggungnya.


     "Tidak!!!” teriaknya lemah.


     Seluruh tubuhnya telah berkeringat bahkan berdarah akibat bertarung denganku.


     “Kamu terlambat,“ ucapku senang.


     Aku pun langsung berkata kepada benda itu “sedotlah ia lalu hancurkan dirimu.”


     Saat benda tersebut mendarat diatas tubuhnya yang telah berdiri ia pun tertarik kedalamnya, tak berapa lama kemudian benda itu pun meledak dan hancur tanpa bekas.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆

__ADS_1


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇


__ADS_2