Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia

Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia
Part 38


__ADS_3

     Setelah menghembuskan nafas pasrah, ia langsung keluar dari kamar tersebut sambil terus memikirkan tentang dirinya yang begitu mirip dengan kelakuan Hamra.


     “Tidak mungkin Hamra mempunyai kembaran yang sebaya dengannya, apa lagi sikap manusia yang sangat sama itu kan sangat langka.“ batinnya.


     Hingga akhirnya ia pun memilih menenangkan dirinya dengan cara membaringkan tubuhnya diatas kasur ayahanda dan ibundanya.


     Ia sebenarnya juga sangat merindukan orang tuanya. Tapi entah bagaimana kebodohannya harus membuatnya kini menyesal karna dulu ia tidak langsung bertindak, atau setidaknya memikirkan cara agar dapat merebut orang tuanya kembali.



     "Inilah kasur orang tua Ahmar." 😊


     “Bodoh sekali ya aku? bagaimana bisa aku diam saja,“ pikirnya hingga saat rasa nyaman mendatanginya ia pun dapat tertidur setelah memejamkan mata.


    Hartika memanfaatkan kesempatan emas ini untuk kabur, ia  mulai membuka kembali selimut agar dapat menghirup udara segar lalu  meminta pertolongan cincin agar dapat menyembuhkan kakinya dengan cepat.


     Tapi cincin tersebut malah tidak berfungsi sama sekali. Ia mulai paham, mungkin kekuatan cincin ini jadi melemah karna terbentur dengan sebuah batu.


     Jadi ia tidak punya pilihan lain selain mengendap – endap dalam keadaan sakit.


     "Mikir Hartika! mikir! gimana caranya agar kamu bisa kabur dari sini,“ ucapnya sambil memukul kepalanya pelan.


     “Aha! itu baru Hartika!“ serunya setelah menemukan ide.


     “Dayang! dayang! dayang!“ panggilnya lalu tak berapa lama kemudian dayang pun datang.


     “Ada apa tuan putri?“ tanyanya.


     "Tolong antar saya ketaman ya,“ pintanya.


     Akhirnya setelah itu ia pun sampai ketaman setelah lelah menuruni anak tangga, bajunya saja sampai basah karna keringat.


     Sesampainya ditaman ia langsung duduk dikursi panjang lalu ia meminta dayang untuk mengambil minuman untuknya.


     “Inilah kesempatanku,“ ucapnya senang.


     Ia mulai berjalan tertatih – tatih hingga sampai ketempat pertama kali ia menginjakkan kaki, ketika masuk ke Kerajaan ini bersama pangeran.


     "Ya ampun cincin! kumohon tolong aku, bawa aku keluar dari sini dan begitu sampai diluar tolong ubah aku menjadi duyung.“ pintanya memohon.


     Tapi ternyata tidak ada hasil apa – apa. Ia jadi menangis deras akibat bingung harus bagaimana lagi, karna tidak ada pintu keluar dari sini.


     Tanpa ia sadari air matanya yang mengalir tidak sengaja mengenai cincinnya, hingga akhirnya bercahaya. Cahaya itu langsung membawanya keluar dari tempat itu dalam keadaan menjadi seekor duyung.


     “Alhamdulilah! akhirnya aku berubah dan bisa keluar juga dari tempat yang menyebalkan itu,“ serunya lalu mulai berenang ketempat tujuan yang sudah tak jauh lagi dari tempatnya.


Apakah kalian juga yakin dengan apa yang Ahmar rasakan?


Menurut kalian, 😉 apakah yang ia pikirkan itu benar?

__ADS_1


     Disisi lain sang dayang telah datang sambil membawa minuman yang dipinta. Saat melihat sosok yang dituju tidak ada, ia pun terkejut dan tak sengaja memecahkan gelas yang berisi minuman tersebut.


     “Tuan putri! tuan putri!  tuan putri dimana?“ carinya panik.


     Lalu ia meminta pertolongan para prajurit untuk membantunya, tapi semuanya sia – sia karna sang putri sudah tidak ada lagi di Kerajaan.


    Akhirnya dayang dalam keadaan takut mau tidak mau ia tetap harus melaporkan kejadian itu kepada pangeran.


     “Tok! tok! tok!“ suara ketukan pintu membuat pangeran terbangun dan bergegas membukanya.


     “Maaf pangeran, tuan putri…" kata – katanya terhenti.


     “Tuan putri kenapa?“ tanyanya panik.


     “Tuan putri menghilang pangeran.“ jawabnya.


     “Apa?“ ucapnya bingung lalu langsung menggunakan ilmunya untuk mendeteksi keberadaannya.


     “Gawat!“ serunya.


     “Maaf pangeran, memangnya ada apa?“ tanya dayang mulai khawatir.


     “Aduh! bagaimana bisa ia tidak disekitaran Kerajaan lagi?“ tanyanya sambil mengacak – ngacak rambutnya.


     “Maafkan saya pangeran,“ jawabnya lalu mulai menceritakan kejadiannya tanpa ada yang terlewat sedikit pun.


      "Yasudah! kalian semua tetap di Kerajaan, biar aku saja yang akan mencarinya.“ putusnya.


    Ahmar tanpa pikir panjang pergi kelokasi tempat pertama ia dan Hartika menginjakkan kaki, ia pun langsung keluar setelah menguncapkan mantra agar dapat berubah menjadi seekor duyung.


    Akhirnya ia berhasil keluar dan telah berubah, tapi sayangnya ia terlambat dan kehilangan jejak Hartika.


     “Panah sakti!“ ucapnya lalu ditangannya langsung muncul sebuah panah.


      “Panah! tolong tunjukkan aku jalan dimana wanita itu pergi,“ ucapnya lalu langsung meniup panah tersebut.


     Panah tersebut pun mulai mengeluarkan cahaya berwarna emas lalu bergerak menuju kearah yang dilalui oleh sang wanita yang di tuju.



"Inilah gambar panah saat bergerak untuk meluncur mencari siwanita."


    Hartika pun telah sampai, ia dapat melihat dengan jelas bahwa ramuan itu telah diletakkan dililitan pohon rumput laut yang bentuknya seperti rumput panjang.



"Inilah rumput laut panjang yang dilihatnya saat dilautan itu." 😦


__ADS_1


"Inilah botol ramuan yang Aisyah temukan dililitkan itu." 🙄


    


     Ia pun mulai mengambilnya. Dari kejauhan akhirnya Ahmar berhasil menemukannya dan hendak menghampirinya, tapi gerakannya terhenti saat bumi mulai bergetar hingga mengombang ambingkan mereka.


    “Hahahahaha,“ tiba – tiba mulai terdengar suara tawa yang sangat jahat.


     Ahmar mau tidak mau harus mengurungkan niatnya untuk menghampiri Hartika.


    Tak berapa lama kemudian muncullah sesosok makhluk gurita raksasa yang melilit tubuh Hartika.


     “Lepaskan aku – lepaskan aku! siapa kamu? kenapa kamu menangkapku makhluk gurita? sebenarnya apa salahku?“ tanyanya.



"Inilah sosok gurita yang menangkapnya dengan tentakel yang kuat." 😬


    “Kamu tidak salah! tapi kamu malah mencari kesalahan karna ingin mengambil ramuan ini! dengar ya baik – baik, sebenarnya kamu tidak akan aku lukai tapi kamu sendiri yang memintaku untuk melukai mu karna kamu hendak merebutnya dariku!“ jelasnya.


     “Memangnya kamu siapa sih?“ tanyanya lagi.


     “Perkenalkan! aku adalah penjaga ramuan ini yang diutus oleh Raja dan Ratu baru Andalusia,“ jawabnya.


     “Baiklah aku tidak peduli! aku akan melawanmu,“ ucapnya lalu langsung mengeluarkan kekuatan melalui cincinnya, tapi sialnya entah kenapa cincinnya tidak lagi berfungsi.


      Hingga akhirnya Ahmar yang awalnya bersembunyi dibalik batu, kini telah keluar dan mulai memanah tentakel gurita sampai satu tentakel yang memegang ramuan itu putus.


     Ia pun langsung menangkapnya dan mulai menyimpan ramuan itu setelah mengambilnya. Ternyata itu bukan rumput laut, tapi seekor gurita yang menyamar menjadi rumpur laut.


     “Kurang ajar!“ geram gurita marah lalu mulai memberikan serangan kepada Ahmar hingga ia terpelanting.


      “Angin peting beliung,“ ucapnya  mengarahkannya ketubuh Ahmar.


     Tubuh Ahmar jadi berputar – putar dan langsung menghilang entah kemana.


     “Ahmar!!!“ teriak Hartika sambil mengulurkan kedua tangannya hendak menangkap Ahmar, tapi usahanya sia – sia karna ia masih dalam lilitan tentakel sang gurita yang sangat kuat.


     “Sial! ramuan itu berhasil dicuri,“ dengusnya.


     “Kalau begini aku lebih memilih menyerahkan kau saja kepada Raja dan Ratu, agar kamu dihukum! aku harap kamu akan dihukum mati.“ ucapnya sambil tertawa.


     “Buktikan saja,“ jawabnya santai karna sangat geram melihat tingkahnya yang sangat jahat.


     “Awas saja! kalau cincinku telah berfungsi kembali, aku tidak akan segan – segan untuk membunuhmu.“ batinnya sambil melipat kedua tangannya kebawah dada lalu  terus mengacuhkannya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗

__ADS_1


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇


__ADS_2