
Semua sorat mata hanya menatap sendu pasangan yang saling mencintai ini. Apa lagi orang tua Hamra, mereka tak pernah menyangka putri mereka akan pergi secepat ini.
Mereka sangat menyesal karna telah menyembunyikan semua rahasia yang ujungnya hanya menyakiti batin putrinya itu.
Ahmar pun mulai turun sambil membawa jasad Hamra. Mereka yang awalnya masih mematung ketika sadar langsung menemui Hamra.
“Maafkan ibunda putriku! ibunda udah buat kamu kayak gini! maafkan ibunda!“ serunya sambil memegang pipi putrinya yang sudah tak bernyawa.
Air mata kini memenuhi tempat tersebut. Putri yang merupakan jantung Andalusia ini telah lenyap seketika, para warga yang melihat ledakan dasyat itu langsung berbondong – bondong ke Istana dan melihat pemandangan yang menggenaskan itu.
“Mohon ampun baginda Raja! sebenarnya apa yang terjadi disini?“ tanya seorang warga dengan lantang dan tanpa rasa takut sedikit pun setelah maju beberapa langah dari kerumunan.
Raja pun menghadap kearah warganya, sedangkan yang bertanya sudah kembali kekerumunan tapi masih diposisi depan.
“Rakyatku yang tercinta! sebelumnya saya beserta seluruh keluarga di Istana Andalusia ingin meminta maaf karna telah mengganggu kalian semua akibat ledakan yang putri saya buat,“ ucapnya dengan susah payah.
Dadanya terasa begitu sakit karna menahan luka akibat kehilangan yang sangat dalam.
“Apakah kalian mengenal putriku yang bernama Hamra?“ tanya Raja lemah.
Raja hanya diam beberapa saat karna suaranya yang sangat kecil tak dapat didengar oleh warga. Arfah yang melihat Raja tak sanggup lagi berbicara langsung berjalan kehadapan rakyat lalu berdiri disampingnya.
“Maaf! mungkin saya terlalu lancang. Apakah itu suatu yang baik jika kalian menanyakannya terlalu cepat seperti ini? sang Raja masih terlalu sedih dan tertekan,“ peringat Arfah.
“Alah! kami tidak peduli! hidup kami saja dulu penuh dengan ancaman, bahkan kami sering sekali kelaparan. Dimana sebelumnya Raja dan Ratu? sampai saat ini persediaan kami masih belum cukup, kami masih perlu menghemat bahan pokok.“ protes salah seorang warga mengacuhkan.
Arfah dibuat geram oleh mereka, rakyat yang tak tau terima kasih dan main tuduh menuduh sebelum tau faktanya.
“Apakah kalian tau siapa yang terbaring dalam pangkuan pria itu?“ tanya Arfah sambil menunjuk kearah Ahmar dan gadis dipangkuannya.
“Memanganya dia siapa?" tanya salah satu rakyat.
“Dia adalah putri kedua dari Kerajaan Andalusia ini! dan dia adalah calon pemimpin untuk kedepannya!“ jelasnya dengan sangat lantang.
“Apa peduli kami? dia tidak pernah hadir! pada saat kami susah dia malah bersantai – santai ditempat lain supaya tak terkena bahaya, sedangkan kami sangat sekarat disini. Dia adalah calon pemimpin yang tak becus dan sangat pecundang karna kabur tanpa membantu negara terlebih dahulu.
"Jadi apa pedulinya kami kepadanya? apakah kalian pikir kami tak tau bahwa dia sebenarnya sudah bersembunyi dinegara lain agar dirinya selamat dan bisa bersenang – senang!“ ucap seorang rakyat yang disetujui oleh yang lainnya.
Ahmar yang sudah tak tahan mendengar cacian tentang Hamra langsung mendatangi pria berbadan kekar itu dengan wajah nanarnya. Ia menarik kerah sipria itu sambil menghadiahkan tinjuan beberapa kali diwajahnya hingga membuat si pria meringis kesakitan.
“Apakah ini perlakuan penghuni Istana saat tak terima putri mereka yang memang salah tak bisa disalahkan? mau jadi apa dia kedepannya?“ tanyanya walau pun dalam kondisi babak belur.
Emosi Ahmar sudah sangat memuncak, ia seperti orang gila yang haus akan darah manusia.
__ADS_1
“Tau apa kau?!!“ gertak Ahmar sambil menunjuk tepat dihadapan wajah pemuda itu.
“Gadis yang aku cintai itu rela mengorbankan nyawanya demi rakyatnya, tapi ia tak pernah memperlihatkannya!!! dan orang tuanya sengaja melupakan ingatannya karna takut dia nekat menyerang musuhnya walau pun umurnya masih kecil!!! coba kalau kamu punya anak!!! dan anak kamu belum ngerti apa – apa sudah dipaksa berperang!!! bagaimana perasaanmu?" tanyanya.
"Aku bukan orang bodoh yah!!! dia sudah dua kali rela mengorbankan nyawanya dan ia meminta agar sijubah hitam, adik dari makhluk hitam jelek yang ia lawan hingga menimbulkan ledakan tadi untuk menghukumnya saja dan menyuruhnya untuk berhenti menyiksa rakyat dan keluarga tercintanya!"
"Sedangkan nyawanya sendiri sudah terancam, karna ingin ditembak dengan meriam!!! padahal itu hanya akal licik sijubah hitam saja."
"Hamra selalu memikirkan kesejahteraan rakyat juga keluarganya!!! tanpa memikirkan nasibnya sendiri!!! apakah itu belum cukup puas bagimu? sampai – sampai ia juga pernah mendapatkan tusukan pedang yang sangat dasyat dari sijubah hitam!!! sedangkan kalian baru anak buahnya."
"Siapa yang lebih menderita sekarang hah? siapa? aku atau kalian yang gila?!! dia tidak salah apa – apa!!! niatnya hanya untuk rakyatnya!!! dan sekarang kalian lihat sendiri. Baru saja ia sembuh, tapi ia tetap berusaha memikirkan bagaimana kehidupan kalian semua yang penuh kekurangan hingga memilih memecahkan misteri cincin ini untuk menghindari ledakan yang terjadi di Andalusia."
"Cincin ini telah menipu kami dan dia pikir dengan menyatukan cincin ini maka Andalusia akan berubah menjadi seperti semula, tapi ternyata itu hanya tipu muslihat kaka nya sijubah hitam untuk membebaskan dirinya dan membalas dendamnya kepada Hamra karna telah membunuh adik nya!!!"
"Makhluk itu ingin meledakkan Andalusia dengan cara menyatukan cincin itu seperti yang dijelaskan dibuku tipu muslihatnya yang dipercaya bisa mengembalikan Andalusia."
"Dan karna rasa bersalahnya yang sangat besar ia bertarung sendiri melawan makhluk itu sedangkan kami masih dalam keadaan terikat hingga tak bisa berbuat apa – apa selain mendoakan keselamatannya."
"Ia rela membakar dirinya hidup – hidup, bahkan bila perlu ia juga rela melayangkan nyawanya demi keluarganya yang tercinta dan rakyat yang menurutku sangat tidak memiliki perasaan dan kelakuannya selalu main hakim sendiri!!!"
"Ia terpaksa meledakkan dirinya bersama makhluk itu agar makhluk itu mati, jika tidak!!! makhluk itu akan terus berkeliaran dengan asapnya. Sekarang apa kalian puas? melihat kematiannya apakah kalian puas?"
"Jika tidak ada yang puas, maka kalian boleh maju kedepan untuk ikut membunuhku biar aku juga bisa bertemu dengannya di alam lain!!! maju!!! dasar pengecut semua kalian!!! kalian kan merasa benar dan hebat. Jadi maju!!!" gertaknya sambil berteriak tapi tak ada yang mengomentari ucapannya.
Semuanya malah tertunduk dan mundur beberapa langkah.
Ahmar kini melepas pria yang sudah tertunduk malu dan merasa sangat bersalah.
“Sekarang kamu puas hah?!! puas atau tidak?!! jawab bodoh!!!“ serunya sambil memegang dagu pria itu penuh amarah dan sang pria hanya pasrah saat menerima amukan dari Ahmar.
Toh! memang dia yang salah.
"Inilah sosok yang sempat diamuk oleh Ahmar karna ucapannya. Ambil pelajaran ya, 😅 wajah tampan tak kan pernah bisa berkuasa juga jika tak dapat menjaga ucapannya dengan baik. 😉
Ibunda Ahmar tak menyangka dalam diri putranya yang lembut, juga bisa berubah menjadi seekor singa yang ganas. Ibundanya hanya mampu memeluk pinggang suaminya sambil menangis tersedu – sedu.
“Dan Hamra juga telah menyelamatkan ibundaku yang ditelan oleh makhluk itu! ini juga pasti sebuah hukuman untuk kalian karna kalian mempunyai sifat yang buruk,“ ucap Arfah membuka suara setelah beberapa menit terdiam untuk menenangkan diri.
Rakyat malah tambah terkejut ketika mendengar ucapan selanjutnya, mereka pun meminta maaf secara serentak.
Tapi belum sempat ia menjawab baiklah, Ahmar sudah lebih dulu menjawab “maaf!!! baru sekarang kalian minta maaf?!! setelah puas mencercanya. Cih! benar – benar memalukan, kalau kalian minta maaf kepadaku aku tidak akan sudi menerimanya!!!“ gertaknya yang membuat rakyat semakin murung.
__ADS_1
“Tidak boleh seperti itu Ahmar!“ peringat Arfah.
“Biarkan saja! percuma saja menolong rakyat yang tak mengenang jasa!!!“ responnya cuek sambil berlalu dari hadapan mereka untuk menghampiri jasad Hamra yang tergeletak diatas lantai Istana.
“Hamra kumuhon Hamra bangunlah!“ pintanya masih tak percaya jika Hamra meninggal.
Tapi tak kunjung mendapatkan jawaban dari sang pemilik nama, hingga akhirnya ia malah menangis sejadi – jadinya.
“Hamra aku tak rela kamu mati! untuk apa kau mati karna melindungi rakyat sialan itu! mereka tidak patut diberikan hak untuk hidup, rasanya aku ingin membunuh mereka semua.“ ucapnya sambil menaruh tangan gadis itu dipipinya.
Tak peduli dengan perasaan rakyat yang telah menyesal dan memandang sendu kearahnya dan gadis itu.
Arfah pun berjalan kearah Ahmar dan mengelus punggungnya dengan lembut, tapi Ahmar malah mengacuhkannya tanpa melihat kearah sang pelaku.
“Ahmar aku tau kamu sangat sedih, tapi jangan buat Hamra tersiksa karna ketidak ikhlasanmu. Tenanglah! berdoa saja semoga Hamra bisa diterima dengan baik disana dan diampuni dosanya. Ini! kau pasti tidak lupa kan dengan cincin ini?“ tanya Arfah sambil menyerahkan cincin yang ada diatas telapak tangannya kepada Ahmar.
“Pasangkanlah ditangannya dan ditanganmu lalu pandanglah sebentar kemudian jangan lupa kau lepaskan lagi, mungkin itu bisa menjadi obat penenang yang ampuh untuk mu.“ usulnya.
Ahmar hanya mengangguk, ia kini memasangkan cincin tersebut perlahan - lahan dijari manis Hamra. Setelah memasang cincinnya di jari manisnya juga, ia terus saja menangis, tangisnya semakin keras saat ia meletakkan tangannya disamping tangan Hamra yang memakai cincin.
Tiba – tiba sebuah cahaya terang keluar dari cincin mereka, yang awalnya bentuknya bulat kecil kini makin lama bulatan itu semakin melebar hingga membawa tubuh Ahmar dan Hamra keatas langit.
Ahmar sangat terkejut saat melihat cahaya yang terus menjalar ketubuhnya dari ujung kakinya dan kaki Hamra hingga sampai ke kepala, lalu mengubah mereka yang awalnya memakai baju olahraga kini berganti menjadi sebuah baju yang dibuat dari sutra yang sangat indah.
Ahmar memakai baju jas putih dan celana putih yang indah juga sepatu hitam, tak lupa pita hitam kecil dibawah leher juga setangkai mawar merah dikantung bajunya yang terletak sebelah dadanya.
"Inilah pakaian baru Ahmar." 😎
Sedangkan Hamra sudah memakai gaun sutra berwarna putih dengan jilbab putih dan sedikit hiasan bros bunga disamping kepalanya yang membuatnya semakin anggun. Tak lupa dengan sepatu kaca berwarna putih yang begitu berkilau.
"Inilah pakaian baru Hamra." 😎
"Inilah sepatu kacanya." 😊
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
__ADS_1
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇