Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia

Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia
Part 53


__ADS_3

     “Tentu saja aku mau Aisyah!“ ucap suara tersebut yang tak lain adalah suara Eris yang tengah memelukku erat.


     Tubuhku dengan tubuh eris sama tingginya jika aku masih dengan tubuh Aisyah, tapi jika dengan tubuh asliku aku lebih tinggi beberapa meter darinya.


     “Apakah kamu serius Eris?“ tanyaku ragu yang masih dalam pelukannya.


     “Apakah raut wajahku terlihat berdusta?“ ucapnya balik bertanya.


     Aku pun hanya menggeleng, air mataku jadi mengalir deras. Tanganku juga mulai membalas pelukan dari Eris. Aku sangat bersyukur mempunyai sahabat sebaik Eris. Perbedaan agama tidak ada pengaruh untuk memutuskan persahabatan kami, apa lagi Kerajaan Kartila telah berdamai dengan Kerajaan Andalusia. Pasti akan sangat indah.


     Setelah puas berpelukan kami pun melepaskannya. Kini aku mengajak Eris untuk tidur dikamarku, aku terlebih dulu melaksanakan sholat sebelum beranjak ke kasur.


     “Aisyah!“ ucapnya saat kami telah berbaring diatas kasur setelah aku selesai mengganti bajuku dengan piama tidur begitu pula dengannya.


     “Iya ada apa Eris?“ tanyaku yang masih sibuk memeluk bantal gulingku.


     “Aku yakin kamu pasti juga sangat merindukan orang tua aslimu kan? bagaimana kalau kita kembalinya bulan depan saja, lagian ada banyak yang harus kita urusi kan? apa lagi orang tua kita pasti masih belum puas bersama dengan kita dan mereka besok akan sangat memerlukan bantuan kita untuk membantu memperbaiki semua kerusakan juga menolong masyarakan yang sedang kesusahan.“ usulnya.


     “Aku setuju!“ responku sambil membalikan badan kearahnya.


     “Benarkah?“ tanyanya.


     “Apakah wajahku berdusta?“ ucapku balik bertanya sambil mencontoh kata – katanya, ia pun hanya mampu terkekeh pelan.


     “Bisa aja kamu cecurut,“ ledeknya.


     “Ya ampun kamu aja yah yang cecurut, masak aku cantik - cantik kayak gini dibilang cucurut. Apa kata dunia? embah google aja yang aku tanya apakah aku cantik gak bisa berkata apa – apa.“ balasku sambil memajukan sedikit bibirku.


     “Tuh kan bibirnya membuktikan kalau kamu itu memang mirip cecurut!“ ledeknya lagi.

__ADS_1


     “Terserahlah!“ responku sambil menutup mata dan menarik selimutku hingga menutupi seluruh tubuhku tanpa ada yang terlihat.


     Eris lagi - lagi hanya terkekeh melihat tingkahku, namun ia sebenarnya ingin bertanya lagi  tentang sesuatu yang masih terus berganjal dihatinya.


     “Aisyah!“ ucapnya lagi sambil menggoyang – goyang kan tubuhku.


     Aku yang sedang bermimpi indah jadi terganggu karna goyangan itu.


     "Ada apa sih?“ tanyaku lembut.


     “Aisyah aku ingin memberitahukan sesuatu padamu,“ ucapnya gugup.


     “Tentang apa?“ tanyaku sedikit penasaran dibalik rasa kantuk yang masih menyerangku.


     “Saat aku melihat mu mengerjakan ibadahmu tadi hatiku jadi merasa sangat damai.“ jawabnya jujur.


     "Maksud kamu sholat?“ tanyaku.


     Aku yang mendengarkan ucapannya jadi sangat bahagia.


     “Aku tidak percaya akhirnya Eris mau masuk keagama Allah yang sangat mulia, ini sudah kali yang kedua ia berkata hal seperti itu.“ batinku sambil tersenyum.


      “Tapi aku takut Aisyah,“ ucapnya lagi, tubuhnya mulai bergetar hebat.


     “Kamu kenapa?“ tanyaku panik.


     “Aku tidak apa – apa! tubuhku sepertinya sangat bergetar sekarang, entah kenapa keberanianku masih kurang. Aku takut ayahanda dan ibunda tidak akan mengizinkanku untuk pindah agama. Keluargaku yang dulu masih belum memberikanku jawaban."


     "Hingga akhirnya aku belum masuk agamamu melalui ustadku. Aku padahal sangat ingin masuk agamamu melaluinya, tapi sepertinya takdir berkata lain. Aku pasti akan masuk agamamu melalui orang lain, sedangkan kamu!“ ucapnya sambil menunjuk kerahku dengan jari telunjuknya yang langsung membuatku harus menelan saliva susah payah karna melihat tatapannya.

__ADS_1


    “Kamu sangat beruntung karna lahir dari orang yang beragama Islam,“ ucapnya sedih sambil menitikkan air mata.


     Aku jadi merasa kasian dengan Eris. Eris termasuk wanita yang jarang sekali menagis. Ia lebih sering tersenyum walau pada orang yang telah menyakitinya. Itu lah suatu kelebihan yang sangat aku suka darinya.


    “Menurutku kamu jangan pernah memendam itu semua! cobalah kamu berkata jujur dengan orang tuamu. Tapi jangan besok juga, karna jika kamu berkatanya besok sudah tentu orang tuamu akan sangat terkejut."


     "Tapi coba saja dalam sebulan ini kamu cari waktu yang pas untuk menyampaikan perasaan kamu pada orang tuamu ketika kamu sudah sampai diKastila, dan satu lagi-“ ucapku mulai menjeda kalimatku.


     “Apa itu?“ tanyanya.


     “Kamu harus yakin dengan apa yang kamu pilih ini! kamu harus percaya bahwa tiada tuhan selain Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah.“ ucapku.


     Ia hanya mangangguk tanda mengerti.


     “Terima kasih yah Aisyah,“ responnya sambil tersenyum.


     “Iya! sekarang hati kamu yang mengganjal itu sudah tidak ada lagi, jadi lebih baik kamu jangan buang – buang waktu. Kamu harus istirahat, karna besok kamu pasti akan kembali ketanah airmu kan?“ tanyaku.


     “Tentu! dan aku yakin nanti ketika aku telah sampai disana aku pasti akan sangat merindukanmu.“ ucapnya.


      “Iya aku juga,“ balasku sambil tersenyum manis.


     Kami pun mulai memeluk bantal guling masing – masing, tak berapa lama kemudian kami telah meluncur kemimpi indah.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆

__ADS_1


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇


__ADS_2