
Akhirnya pesawat sudah mendarat dengan baik, goyangan yang membuat tubuhku kesana kemari sukses membuka mataku lebar.
“Ada apa Eris?“ tanyaku dengan suara parau.
“Kita sudah sampai Hamra! ayo kita turun,“ ajaknya lembut sambil membuka sabuk pengamannya dan sabuk pengamanku.
"Seperti inilah gambar pesawat yang mereka naiki ketika mendarat." 😊
Aku yang seperti anak kecil pasrah saja ditarik – tarik oleh Eris hingga sampai disebuah mesin yang mengeluarkan banyak barang – barang penumpang, setelah mengambil koper kami pun keluar dari bandara.
Saat sudah dijalan besar aku dan Eris pun berpisah, aku telah memesan satu taxi begitu juga dengan Eris karna kami menuju tempat yang berbeda tapi masih satu daerah.
"Inilah gambar taxinya." 😎
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, aku akhirnya sampai disebuah rumah berukuran sedang dengan tanaman bunga yang sudah bermekaran didepan rumah tersebut.
Untung saja aku masih mengingat dengan jelas alamat rumah masa laluku.
"Nah! seperti inilah bunganya." 😘
"Dan ini disampingnya." 😊
"Ini diarea depan." 😉
Setelah menurunkan koperku aku langsung berjalan kepekarangan rumah.
“Untung uang nya sudahku bayar saat diperjalanan tadi,“ batinku sambil tersenyum senang.
Setelah merapikan pakaianku yang sedikit kusut aku pun mengetuk pintu rumah tersebut.
Saat pintu terbuka muncullah seorang gadis yang sedang memakai baju daster, ia menatap tak percaya kepadaku.
__ADS_1
"Inilah baju dasternya." 😉
“Kak Aisyah!“ ucapnya tak percaya lalu memelukku erat.
Aku hanya tersenyum dan membalas pelukannya tak kalah erat, setelah puas berpelukan baru ia melepaskanku.
"Kaka kemana aja sih? Iqlima rindu tau! semenjak Iqlima pergi ke kemping dihutan bersama teman selama sekolah satu bulan, dan kembali tiba – tiba waktu Iqlima tanya sama ibu dan ayah katanya kak Aisyah udah pergi ada keperluan. Tapi masak perginya lama banget kak? kemana emang?“ ceritanya sambil memberikan pertanyaan untukku.
"Ya udah nanti waktu kaka udah masuk, baru kaka jawab!“ responku sambil tersenyum manis, ia pun balas tersenyum kearahku.
Setelah masuk aku pun duduk disofa ruang tamu.
“Iqlima tolong panggilin ibu yah! kaka rindu banget sama ibu,“ pintaku.
Ia pun hanya mengangguk dan langsung menuju dapur karna ibu sedang memasak. Terlihat seorang wanita sedang tergesa – gesa berjalan kearahku.
“Ya ampun Hamra! ibu rindu banget sama kamu, ibu sampai terkejut mendengar semua ceritamu dari ibundamu melalui hp.“ beritahunya sambil duduk disampingku lalu memelukku erat.
Iqlima yang mendengar ucapan ibunya jadi merasa bingung sambil menatap kearah kami untuk meminta penjelasan, akhirnya ibu pun angkat suara setelah melepas pelukannya dariku.
“Begini anakku, kau adalah satu – satunya anak tunggal ibu karna kaka mu telah meninggal dunia! karna kau sudah kelas satu SMP sekarang, ibu akan menjelaskannya. Karna jika kamu masih SD ibu tidak akan menceritakannya karna kamu masih belum mengerti."
"Jadi kenapa rumah kita sedikit berubah sekarang, karna kemarin itu rumah kita dijadikan tempat perlindungan orang tua Hamra dari kejaran musuh tapi tetap juga ketahuan."
"Ibu dan ayah dikurung dalam sebuah lukisan dan untungnya kamu sedang tidak ada dirumah akibat mengikuti kemping."
"Sebelum kamu pulang kami akhirnya terbebas dihari dimana Hamra berhasil mengalahkan semua musuh Kerajaannya. Saat kami telah tidak didalam lukisan itu lagi, tiba – tiba lukisan itu jadi terbakar dengan sendirinya hingga menjadi abu.
"Ibu dan ayah terbebas satu minggu sebelum kamu kembali,“ jelasnya.
Ia pun mengangguk paham.
“Tapi kak Aisyah masih menganggap ku adik kaka kan?“ tanyanya sedih.
“Tentu saja! kamu kan adik kaka yang paling cantik dan baik,“ pujiku.
Ia langsung mendekat kearahku dan memelukku erat.
“Terima kasih kaka,“ ucapnya sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
“Oh ya! ibu sudah masak tuh didapur! kita makan yuk!“ ajak ibu sambil tersenyum kearahku.
Aku pun patuh dan mulai berjalan menuju dapur beriringan dengan Iqlima. Sesampai didapur aku kini duduk dimeja makan, saat semuanya telah duduk kami mulai membaca doa makan lalu menikmati makanan dengan tenang.
Setelah makan baru aku angkat suara.
“Oh ya ibu, ayah mana?“ tanyaku.
“Oh! ayahmu belum pulang! ia masih bekerja di kantor, mungkin nanti malam baru ayahmu akan pulang. Kau kan tau sendiri, sejak dulu ayahmu sangat sibuk untuk membiayai kehidupan kita.“ jawab ibu santai.
“Oh iya aku lupa! maaf ibu!“ ucapku.
“Tidak apa – apa sayang,“ responnya.
“Oh ya! katanya wajahmu telah kembali kewajah aslimu, tapi kenapa kau sekarang masih memakai wajah Aisyah Hamra?“ tanyanya.
“Tidak ibu! biar orang disini tak curiga padaku dan merasa nyaman. Jadi selama di Indonesia aku akan selalu memakai wajah palsuku, tapi jika sudah kembali ke Andalusia aku akan kembali memakai wajah asliku. Aku sudah mengubah wajahku ditoilet yang ada di bandara, Eris pun tak merasa terkejut karna iya juga mengetahuinya dan apakah ibu tau? ia adalah anak Ratu yang menyerang Kerajaanku.“ ceritaku yang langsung membuatnya terkejut begitu pun Iqlima.
“Terus kenapa kau masih berteman dengannya? apakah kau tak membencinya?“ tanya ibu khawatir.
“Ibu tidak usah khawatir, karna orang tuanya tak sadar ketika menghancurkan Kerajaanku. Mereka telah dipengaruhi oleh asap hitam jahat dan sekarang mereka sudah sadar lalu kembali kerajaan sendiri dengan damai, bahkan anak mereka si Eris sudah masuk islam.“ jelasku membuat ibuku bernafas lega dan sangat bersyukur.
“Ya sudah kalau begitu!“ responnya lalu menyuruh Iqlima mengantarkan ku kekamar agar aku bisa beristirahat.
Kini Iqlima sedang membawa koperku dan membantuku untuk memasukkannya kedalam kamar.
“Makasih!“ ucapku.
“Sama – sama kak,“ responnya sambil duduk dikasurku.
Setelah mengganti bajuku dengan baju piama aku pun membaringkan tubuhku keatas kasur.
“Ya sudah aku keluar dulu yah kak?“ pamitnya sambil meninggalkanku yang kini sudah menyelimuti tubuhku dengan selimut tebal yang sangat lembut dan hangat.
Rasa kantuk kini mulai menyerangku sehingga membuatku langsung tertidur.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
__ADS_1
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇