
Kini aku dan Eris sedang duduk dikursi pesawat.
"Hamra, aku boleh tanya gak?" tanyanya.
"Iya mau tanya apa?" responku sambil menghadap kearahnya.
"Yang tadi itu siapa? pacarmu ya?" tebaknya.
Aku yang sedang meminum air karna mulai merasa haus langsung tersedak.
"Uhuk - uhuk! apa - apaan sih!" responku kesal.
"Maaf! tapi kelihatannya kalian saling mencintai, benarkah?" tanyanya lagi.
"Aduh! ngapain coba Eris bahas - bahas soal rasa? males banget aku nih!" batinku sambil terus melanjutkan untuk menghabiskan minumanku.
"Hamra jawab dong! aku aja jawab waktu kamu nanya, masak kamu enggak!" serunya sambil menatap tajam kearahku.
Akhirnya mau tidak mau aku pun menjawabnya.
"Aku gak pacaran dengan siapa pun! males banget! yang ada aku tuh kayak jagain suami orang! belum tentu orang yang kita pacarin itu pendamping kita yang setia! iya kan?" jawabku sambil mengangkat sebelah alisku.
__ADS_1
"Kamu benar Hamra! terus aku harus bagaimana ini?" tanyanya mulai bimbang.
"Kalau kamu lain! kamu emang udah dilamar sedangkan aku belum, lagi pula aku juga gak bakalan mau kalau aku belum tamat sekolah. Aku mah mau poya - poya dulu dari pada pusing nantinya. Masa muda itu amat berharga, gak bakalan bisa kembali lagi." jelasku yang diangguki olehnya.
"Tapi kamu beda sama aku!" ucapku yang langsung membuatnya terkejut.
"Apa yang beda Hamra? toh kita sama - sama manusia kok!" tanyanya bingung.
Belum sempat aku menjawab, pemberitahuan bahwa pesawat akan lepas landas pun terdengar.
Pramugari berjalan dengan anggun untuk melayani para penumpang, mereka menyuruh kami mematikan ponsel dan memakai sabuk pengaman hingga setelah semua aman pesawat pun mulai berjalan dan terbang.
Setelah seimbang aku pun menjelaskannya kembali.
"Eris aku tau kau dengan dia sama - sama mencintai dan kau juga terlihat sudah sangat siap jika ia menikahimu, karna perasaanmu kepada dia sudah besar. Dan kau pun bukan tipikel orang yang sangat ebrek sepertiku, yang maunya hanya bebas saja kemana pun yang aku suka."
"Kau memiliki sifat penurut, sedangkan aku boro - boro sifat penurut! belajar aja selalu ku paksa. Ya walau pun rangkingku selalu urutan pertama, tapi kan aku gak bakalan tau kedepannya. Kau pun sudah tampak sangat yakin kepadanya, karna ia bukan syeh sembarangan." jelasku .
"Lagi - lagi kau benar Hamra! aku sudah buta dengan cintanya! aku bahkan rela tidak melanjutkan pendidikanku karna hatiku sudah sangat yakin untuknya, tapi aku tidak enak dengan mu karna kita sudah bersepakat untuk kembali melanjutkan pendidikan di Indonesia." jujurnya tertunduk.
"Kenapa kamu tidak bilang?" tanyaku terkejut.
__ADS_1
"Maaf! karna aku tidak ingin melihat wajah sahabat terbaikku kecewa! lagian aku juga ingin menikmati masa - masa mudaku dulu, jadi kamu tidak perlu sedih!" hiburnya sambil memelukku.
Aku sangat terharu dengan sahabatku.
"Makasih," ucapku berkaca - kaca sambil membalas pelukannya.
"Sama - sama," responnya.
"Kau tau? kau beruntung mempunyai keyakinan yang kuat sedangkan aku masih dalam keraguan. Memang aku sangat mencintai pria tadi, tapi entah mengapa seblah sisi aku masih belum yakin dengan dia. Padahal dia sudah berapa kali mengungkapkan perasaan nya padaku, bahkan rela mengorbankan nyawanya." jelasku sambil menangis deras.
"Kamu harus sabar! Insya Allah sang Kuasa akan memberikan jawaban yang terbaik untukmu," responnya yang langsung aku angguki dengan cepat.
Karna rasa kantuk yang menyerangku, aku pun mulai tertidur dalam pelukannya.
Kini seorang gadis terlihat sedang menyenderkan tubuhnya pada teman di kursinya, karna ia baru saja tertidur dalam pelukannya. Eris mulai melihat pemandangan indah melalui jendela disampingnya dengan tatapan kosong.
"Hamra! sampai kapan pun aku akan terus berusaha untuk menjadi sahabat yang baik untukmu, karna kau lah cahaya yang telah mau menunjukkanku jalan yang sebenarnya." batinnya dalam hati.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
__ADS_1
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇