
“Assalamualaikum tuan putri!“ ucap seseorang setelah mengetuk pelan pintu kamarku. Aku pun bergegas untuk membuka pintu.
“Maaf tuan putri, ini saya cuma mau kasih ini ke tuan putri.“ sambungnya.
“Lho kok tumben dianterin kekamar?“ tanyaku heran.
“Maaf tuan putri! ini perintah dari ibunda dan ayahanda yang beberapa menit lalu menelepon kami untuk membuatkan makanan buat tuan putri,“ jawabnya sambil tersenyum.
Aku balas tersenyum lalu meminta dayang untuk menaruh dipan yang berisi makanan berupa nasi goreng dengan telur mata sapi diatasnya tak lupa dengan susu putih hangat disampingnya.
"Seperti inilah gambarannya." 🤤
Dayang pamit keluar setelah meletakkannnya.
“Apakah tuan putri sakit?“ tanya salah seorang dayang yang melihat tingkahku yang sibuk memegang dahiku.
Aku bermaksud untuk menutupi mata dan hidungku yang merah, tapi gak papa lah yang penting gak ketauan aku abis nangis. Nanti para dayang jadi sibuk deh buat telpon ibunda dan ayahanda.
“Emm... Aku hanya tidak sengaja terantuk sedikit tadi waktu membuka pintu, tapi tidak apa – apa kok!“ jawabku terpaksa berbohong.
“Apakah itu gara - gara kami tuan putri? kami minta maaf,“ ucap salah satu dari mereka merasa cemas.
“Tidak! itu tadi akibat kecerobohanku sendiri karna tidak hati – hati membuka pintu,“ elakku.
“Kalian tidak perlu khawatir! kalian boleh keluar dan lanjutkan saja tugas kalian,“ sambungku yang langsung diangguki oleh mereka tanda mengerti.
Mereka kini langsung beranjak dari kamarku menuju kekamar Ahmar untuk membawakan makanan yang sama sepertiku.
Saat pintu telah tertutup baru aku menuju ke meja tersebut lalu menikmati makanan yang dibawakan sampai habis begitu juga dengan susu hangatnya.
Selesai makan aku masuk kekamar mandi untuk melaksanakan ritual sikat gigi dan mencuci muka lalu berwudhu. Aku memang seperti itu, ketika hendak tidur aku selalu berwudhu terlebih dahulu.
Ahmar hanya menatap malas pada makanan yang ada diatas meja, dirinya masih sibuk memikirkan kenangan tersebut. Tanpa membuang – buang waktu ia menghampiri meja kecil yang terdapat makanan lalu mulai mengunyah makanan dalam diam.
Setelah selesai makan dan minum susu hangat ia kekamar mandi untuk menyikat gigi dan mencuci muka lalu langsung merebahkan dirinya diatas kasur yang nyaman.
Tiba – tiba saat ia tertidur seekor burung mulai masuk kedalam kamarnya melalui sebuah celah. Burung itu sepertinya salah jalan. Mungkin ia kira itu adalah gua kecil, ternyata ia malah nyasar masuk kekamar orang lain.
"Burung malam inilah yang masuk kedalam kamar Ahmar." 😥
Burung itu terus saja terbang kesana kemari dan hampir saja menabrak hiasan lampu kamar yang sangat besar. Ahmar yang melihat burung itu jadi merasa kasian karna ia beberapa kali melihatnya menabrak tembok diatas kamarnya dan berputar - putar karna tak tau arah.
Saat ia membuka jendela besar kamarnya, angin dingin mulai menerpa wajahnya yang sangat tampan. Rambutnya jadi bergoyang – goyang akibat tiupan angin, tubuhnya juga sedikit menggigil. Burung tersebut akhirnya dapat keluar juga setelah merasakan angin tersebut.
__ADS_1
Ahmar pun bergegas menutupnya kembali, jendelanya kini sudah tertutup rapat tapi rasa dingin masih saja menjalari tubuhnya yang terus saja bergetar.
Ia memang sama sekali tidak bisa terkena angin malam, jika terkena ia bisa – bisa akan terserang demam.
Karna tak sanggup lagi menjaga keseimbangannya, ia mulai mencoba menahan tubuhnya dengan menaruh tangannya ditas meja yang diatasnya terdapat sebuah vas bunga berukuran sedang.
“Prak!“
Suara pecahan kaca yang sangat besar terdengar sampai kekamarku, aku yang baru saja terlelap mulai berjalan sempoyongan menuju keasal suara yang tak lain dari kamar Ahmar yang terletak disamping kamarku.
Dengan rambut yang terurai berantakan, aku pun langsung meraih gagang pintu kamar Ahmar dengan perasaan panik dan benar saja saat aku membuka pintu kamarnya aku melihat sebuah vas bunga yang telah pecah berserakan dimana - mana sedangkan Ahmar masih mematung ditempat dengan tubuh yang masih menggigil hebat.
Aku langsung menuntunnya berjalan hingga kekasur , ia sepertinya masih syok , aku dapat merasakan suhu tubuhnya yang sedikit hangat , setelah menyuruhnya berbaring aku pun langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya agar tidak lagi menggigil .
“Kaka kenapa sih? kok vas bunganya jadi pecah?“ tanya ku lembut sambil duduk diatas kasurnya.
Ia mulai menjawab pertanyaan ku dengan susah payah.
“Tadi ada burung yang salah jalan dan kesasar dikamar kaka, jadi kaka terpaksa membuka jendela agar dia mudah keluar. Kaka lupa bahwa kaka gak bisa kena angin malam karna kaka bisa demam, jadi akhirnya kaka menggigil deh!"
"Kaka sedang berusaha untuk menahan diri kaka agar gak jatuh dengan meja, tapi entah bagaimana caranya jadinya kaka akhirnya gak sengaja nyenggol vas bunga itu dengan tangan kaka sehingga pecah deh!“ jawabnya menjelaskan.
Aku hanya mengangguk tanda mengerti.
“Perlu aku ambilkan obat kak?“ tanyaku cemas sambil menguap beberapa kali, mengapa tidak? aku sangat terkejut saat tertidur dan masih mengantuk berat, rambut ku saja masih berantakan.
"Gak papa Hamra, aku baik – baik saja. Bentar lagi pasti sembuh kok,“ jawabnya sambil terus berusaha tersenyum agar aku percaya kepadanya.
“Boong! kaka nih kalau sakit selalu gak mau ngaku, giliran Hamra sakit gak turutin apa yang kaka pinta diomelin. Sekarang Hamra gak mau tau! sakit gak sakit pokoknya kaka harus minum obat karna Hamra gak mau lihat kaka gak bergairah kayak gini,“ ucapku yang langsung membuatnya tersenyum bahagia.
“Ternyata kamu masih peduli sama kaka,“ ucapnya yang membuatku sedikit tersinggung.
“Ya aku peduli lah kaka masak enggak, kaka selama ini udah baik banget sama aku. Kaka udah jagain dan hibur aku saat aku merasa kesepian dan kaka gak pernah biarin aku terluka sedikit pun, sekarang kasih aku kesempatan ya buat bantu kaka?“ pintaku mulai berkaca – kaca.
“Aku tau kaka, selama ini aku salah! aku minta maaf karna udah banyak sakitin hati kaka, tapi kaka gak pernah marah sama aku. Maaf ya kaka, aku baru ingat semuanya sekarang. Aku pikir kaka adalah orang yang biasa dihidupku, tapi ternyata dugaanku salah. Kaka adalah orang yang sangat istimewa, andai saja aku dapat memberikan sesuatu agar kaka bahagia.“ sambungku sesegukan sambil menunduk sehingga seluruh wajahku mulai tertutup karna terhalang rambutku.
Aku sudah berusaha menahan bola kristal ini, tapi ia tetap memaksa untuk keluar sehingga membuatku hanya pasrah.
Ahmar sangat bahagia, ia tak menyangka karna gadis yang ia sayangi dan cintai telah berkata sesuatu yang ia anggap selama ini adalah sebuah kemustahilan. Apa lagi ketika ia berkata bahwa dirinya adalah seorang yang istimewa mulai membuat jantungnya berdetak riang.
Ia jadi tak mampu membendung air matanya lalu bangkit dari pembaringannya, entah mengapa rasa sakitnya seakan – akan telah hilang dan obat penyembuhnya adalah gadis itu sendiri.
Ia langsung mengangkat daguku dengan satu tangannya sambil menyuruhku untuk menatapnya, tapi aku sendiri tak sanggup melakukannya. Entah mengapa saat aku menatap mata yang sedih dan kesepian itu hatiku jadi merasa sakit.
__ADS_1
“Hamra tolong tatap mata kaka,“ pintanya yang ikut menangis.
Aku pun perlahan – lahan mulai menatap matanya.
“Kamu harus kuat Hamra! maafin kaka ya! karna udah buat kamu menangis, kamu gak usah terlalu pikirin kaka. Karna kaka pasti akan berusaha menjaga diri kaka, jadi hapus ya air mata kamu.“ pintanya .
Aku pun mengangguk dan saat tanganku hendak menghapusnya tiba – tiba tangan Ahmar sudah lebih dulu bergerak menghapusnya.
Aku juga membalas perbuatannya dengan menyeka kedua air mata nya yang mengalir.
Entah mengapa aku jadi sangat merasa nyaman bersamanya, aku jadi tak ingin berpisah dengannya. Jika berpisah aku jadi takut kehilangannya, aku takut dia menghilang entah kemana. Aku takut jika dia nanti juga pergi meninggalkanku.
“Kaka tapi janji yah! jangan pernah ninggalin aku, aku gak mau pisah sama kaka.“ pintaku sambil menatap lekat bola mata hitamnya.
Ia pun menganggukinya.
“Itu pasti Hamra! kaka gak bakal ninggalin kamu, karna asal kamu tau kaka sangat sayang dan cinta banget sama kamu. Kaka tau mungkin ini terlalu cepat bagi kaka untuk mengungkapkannya. Tapi semakin kaka tahan hati kaka semakin sakit, Kaka gak peduli apakah kamu akan membenci kaka setelah kaka ungkapkan ini atau tidak.“ jujurnya.
“Tentu saja aku tidak akan membenci kaka karna aku juga sayang dan cinta sama kaka, karna kaka bagaikan sebuah berlian yang indah dan sangat berharga bagiku.“ jawabku yang langsung membuatnya ingin sekali berteriak menang, karna ternyata orang yang ia cintai juga mencintainya tanpa sepengetahuannya.
Saking bahagianya ia tanpa sadar telah membawa gadis itu kedalam dekapannya, gadis itu juga membalasnya. Mereka sama – sama menumpahkan rasa kasih sayang mereka yang telah lama terpendam.
Aku jadi merasa nyaman dalam dekapan Ahmar, ternyata beginilah rasa cinta itu. Siapa pun yang telah merasakan racun cinta, pasti akan merasa buta dengan apa yang ada disekitarnya yang penting mereka bisa bersama.
Tanpa kusadari aku sudah menguap lagi, dekapan ini semakin membuat tubuhku menjadi hangat. Aku pun yang tak sanggup lagi mengatasi rasa kantukku langsung tertidur pulas.
Ahmar hanya menatap lembut gadis yang sedang tertidur pulas didalam dekapannya, ia merasa bersyukur sekarang.
“Mulai sekarang aku tidak akan melepaskanmu lagi Hamra,“ ucapnya lalu mulai menaikkan kakiku keatas kasurnya perlahan – lahan.
Setelah itu ia membaringkan tubuhku disampingnya berbaring lalu ia tertidur setelah menarik selimut tebal yang hangat menutupi tubuhnya dan tubuhku.
Inilah yang sangat ia rindukan sejak dulu. Sesuatu yang hampir hilang entah kemana, ia terus saja menatap wajah gadis yang ada dihadapannya itu.
Ia juga menggeser rambut yang menutupi wajah cantik gadis tersebut dengan tangannya, tak berapa lama ia ikut terlelap kedalam mimpi indahnya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇
__ADS_1