
Didalam cahaya seperti vidio yang biasa kita gunakan dialat elktronik ibarat HP.
"Kaka cepat pulang kesini, ibunda dan ayahanda sangat membutuhkan pertolonganmu." ucap suara dari sana.
"Ia aku akan segera kesana sekarang! ibunda dan ayahanda berjaga - jaga aja, kalau ada apa - apa segera hubungin kakak." ucapnya mulai khawatir.
"Kak apakah ibunda dan ayahanda juga terluka?" tanyaku.
Ia tidak menjawab pertanyaanku, ia hanya bangkit dari posisi duduknya dan mulai berdiri dengan tegap.
"Kak jawab!" pintaku.
Ia pun mulai menarik nafas panjang, mata beningnya mulai menatap mataku.
"Ia memangnya kenapa?" setelah menjawab ia juga memberikanku pertanyaan.
"Bolehkah aku ikut dengan kakak untuk menjenguk ayahanda dan ibunda?" pintaku memohon.
Setelah berpikir cukup lama akhirnya aku diperbolehkan ikut dengannya.
"Syaratnya hanya untuk melihat orang tua kita saja yah?" ucapnya.
"Ia kak," ucapku senang.
Lalu ia pun menyuruhku untuk tetap berdiri tegab sambil berusaha untuk fokus dan tidak boleh berteriak apapun yang terjadi.
Tiba - tiba lantai yang menjadi penahan beban kami berlubang. Kami pun jatuh kedalamnya, aku langsung membekab mulutku dengan tangan supaya tidak mengeluarkan suara.
Kini kami sedang meluncur menaiki prosotan bawah tanah yang indah dengan warna oren terang.
Tak berapa lama kemudian setelah kami meluncur, prosotannya pun terputus dan berhenti. Maka sampailah kami didepan goa berwarna hitam yang menyeramkan dan bagian mulut gua telah dipenuhi oleh sarang laba - laba.
"Ini adalah jenis laba - labanya, 🤗 bagaimana menurut kalian?" 🙄
__ADS_1
"Begini lah penampilan mulut goa saat sudah dihias olehnya, 😁 gimana menurut kalian? apakah terlihat menyeramkan?" 😖
"Menghilanglah jaring!" ucapnya.
Maka dalam sekajap jaring itu pun sudah mengilang dari pandangan mata.
"Waw! kakak hebat!" pujiku.
"Enggak ah! biasa aja," jawabnya malu.
Saat kami telah masuk kedalamnya, ia pun berkata lagi "jaring menutuplah!" maka jaring tersebut mulai terlihat lagi seperti bentuk awalnya.
Kini kami berjalan ketengah - tengah gua yang gelap itu.
"Bercahayalah!" pintanya.
Maka gua itu pun mulai bersinar seperti lampu, lalu terlihatlah ibunda dan ayahanda yang sedang merintih kesakitan akibat penyakitnya seperti yang dirasakan kakak disana. Yaitu tergores pedang beracun!
Aku pun langsung menggunakan cincin ini untuk mengobati ibunda dan ayahanda.
Lalu kami semua langsung duduk membentuk lingkaran.
"Ibunda. Ayahanda, ini Aisyah! pasti ayahanda dan ibunda sudah tidak terlalu mengenalnya lagi karna muka yang dulu ayahanda ubah sudah besar." terangnya kepada ayahanda dan ibunda.
Aku hanya terpaku ditempat.
"Benarkah itu Aisyah?" tanya ibunda pada seseorang yang telah membawaku.
Aku sampai bingung, aku kira wanita itu bertanya kepadaku.
"Iya ibunda! itu benar," ucap gadis tersebut.
Matanya mulai berkaca - kaca ketika melihat pertemuan ibu dan anak yang sudah sangat lama berpisah.
__ADS_1
Aku hanya terdiam saat melihat wajah orang tua asliku. Mereka kini hanya menatap kearahku tanpa berkedip, ibunda pun langsung menghampiriku yang sedang duduk tak jauh dari hadapan mereka.
"Nak! apakah kau masih kenal dengan ibundamu nak?" tanyanya.
"Maaf anda siapa yah? apakah benar anda adalah ibundaku?" tanyaku polos.
Ibunda sangat merasa sakit saat mendengarkan pertanyaan putrinya, tapi ia harus sadar bahwa putrinya sedang lupa ingatan.
Tanpa meminta izin terlebih dahulu ia langsung memelukku, entah mengapa pelukannya membuatku merasa nyaman ditambah lagi dengan adanya rasa sesak yang kini mengganjal hatiku.
Aku seperti telah menyakiti wanita ini dan saat melihatnya menangis aku seperti tak sanggup untuk melihatnya.
Pelukan hangat ini lebih nyaman dari pada pelukan ibu yang dibilang bukan ibu kandungku. Aku seperti pernah merasakannya tapi aku tidak tau dimana, entah mengapa kepalaku terasa sangat - sangat sakit.
"Kamu kenapa putriku?" tanya ibunda panik.
"Kepalaku sakit sekali ibunda," jawabku yang membuatnya merasa sangat bahagia karna putrinya telah bersedia memanggilnya dengan sebutan ibunda meskipun belum terlalu mengenalnya.
"Ya sudah, lebih baik kita cepat - cepat pergi dari sini." perintah Aisyah mulai panik karna ia baru saja merasakan perasaan yang tidak enak.
"Ada apa memangnya Aisyah?" tanya ibunda ikutan panik.
"Sepertinya ada yang sedang mencari keberadaan kita disekitar sini," tebaknya.
"Sebelum kita ketahuan, lebih baik kita pergi sekarang." ucapnya serius.
"Baiklah kalau begitu," ucap ayahanda mulai membuka suara.
Aisyah pun mulai menggenggam tangan ibunda dan ayahanda erat, sedangkan tanganku digenggam oleh ayahanda dan ibunda.
Tak berapa lama kemudian kami pun sampai didepan rumah yang sangat kukenali, rumah siapa lagi kalau bukan rumah keluargaku.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
__ADS_1
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇