
Setelah makan aku langsug tidur kembali, tanpa kusadari ponselku mulai berbunyi karna sebuah pesan telah masuk kedalam ponselku.
- Ahmar -
Assalamualaikum calon bidadari syurgaku! 🤗
- Aku -
Wa'alaikum salam
- Ahmar -
Kok gitu doang sih jawabnya? 😔
- Aku -
Terus aku harus jawab apa? 😕 menirukan ucapan kaka? males banget! 😑
- Ahmar -
Yang bener males? 😏 tapi tadi ibunda sms kaka lho! katanya kamu rindu kaka? 😀
- Aku -
Siapa bilang? 🙄 denger ya! kaka jangan terlalu geer deh! entar sakit hati tau! 😚
- Ahmar -
Gak bakalan, karna kaka tau kalau kamu pasti udah punya perasaan sama kaka! tau gak? boong itu dosa tau! nyesel nanti kalau kamu nolak kaka! 😎
- Aku -
Jeh! pd banget! iya sih, tapi aku merajuk sama kaka! 😒
- Ahmar -
Lah! emangnya kenapa? 😦
- Aku -
Karna kaka gak hadir dihari kedatangan aku kesini! itu tandanya kaka gak cinta sama aku 😣
- Ahmar -
Gak mesti Hamra! kaka sayang ples cinta sama kamu! tapi kaka lagi ada urusan! 😌
- Aku -
Urusan apa? 😦
- Ahmar -
__ADS_1
Gak lama lagi kaka bakal diangkat jadi Raja! kaka harus banyak belajar, sudah berapa tahun kaka sibuk dengan urusan Kerajaan semenjak kamu pergi sampai sekarang!
- Aku -
Beneran? pasti cape yah kak? berapa hari lagi emangnya siap? kaka gak jenuh apa? 😰
- Ahmar -
Mau gimana lagi! ini kan udah jadi tanggung jawab kaka! jenuh sih! 😅
- Aku -
Yaudah deh aku ngerti! tapi kaka jangan lupa yah jaga kesehatan kaka, karna aku gak mau kalau sampai kaka sakit!
- Ahmar -
Insya Allah! kamu juga, tapi kaka boleh tanya gak? 😁
- Aku -
Tanya apa? 😄
- Ahmar -
bagaimana perasaan kamu buat kaka yang sebenarnya? 🙂
- Aku -
Kenapa kaka nanya begitu? kan kaka sudah tau! 😅
- Ahmar -
- Aku -
Kalau masalah itu aku gak bisa jawab dulu kak! maafkan aku! aku belum berani untuk mengakuinya! karna aku masih ragu! walau pun aku pernah berkata bahwa aku cinta sama kaka, tapi hatiku masih bimbang! tolong berikan aku waktu untuk menjawabnya ya? 😊
- Ahmar -
Iya kaka paham! tapi jangan lama ya?
- Aku -
Insya Allah kaka! ya sudah, aku mau tidur dulu! nanti lagi kita cet ya?
- Ahmar -
Oke!
Aku mulai menutup ponselku, jantungku kini berdengup begitu kencang.
“Ya Allah! bagaimana ini? apakah aku harus menjawabnya?“ batinku cemas.
__ADS_1
Aku tau kak Ahmar sepertinya sekarang telah serius dengan ku, tapi aku sepertinya masih bimbang.
“Aku harus sholat istikharah,“ batinku lalu masuk kedalam mimpi indah.
Aku terbangun saat azan ashar berkumandang, aku mulai bergegas untuk melaksanakan sholat. Setelah selesai aku pun turun kebawah, tapi ketika aku sedang turun melewati tangga tiba – tiba aku berpapasan dengan ibunda.
“Oh putri ibunda akhirnya turun juga,“ ucapnya sambil tersenyum.
“Ada apa ibunda?“ tanyaku bingung.
“Ibunda dan ayahanda juga kak Aisyah beserta Arfah ingin berbicara dengan mu,“ jawab ibunda.
“Maaf ibunda! tentang apa ya?“ tanyaku.
"Nanti dulu! ayo kita keruang keluarga,“ ajaknya.
Entah kenapa jantungku mulai berdebar begitu kencang, sesampai diruang keluarga aku langsung duduk disofa yang sangat empuk.
“Begini putriku! kaka mu Aisyah mulai besok akan tinggal diKerajaaan Awan. Jadi kamu mulai besok harus belajar bagaimana cara memimpin Istana Andalusia ini! kamu harus belajar dengan rajin, bagaimana cara mengelolah Istana dengan baik.“ jelas ayahanda yang membuat ku menganga tak percaya karna ini terlalu cepat dari dugaanku.
“Apakah harus aku ayahanda?“ tanyaku walau pun sudah mengetahuinya, tapi aku tetap saja belum terlalu siap.
“Iya putriku, cuma kamu yang dapat memimpin Istana ini! kamu tau sendiri kan? namamu saja dengan Istana ini sama. Dari dulu jiwa kepemimpinan kamu itu lebih menonjol dibandingkan kak Aisyah,“ jelas ayahanda.
“Tapi aku tidak sanggup ayahanda! lagi pula kan ayahanda dan ibunda masih ada! ngapain juga harus repot – repot aku yang menggantikannya dengan cepat,“ tolakku.
“Tidak bisa putriku, kamu harus paham! semua rakyat pun telah memilihmu! semuanya rela jika kau yang memimpin karna kau telah membuktikannya, sehingga tumbullah rasa kepercayaan mereka kepadamu. Kamu tidak ingin kan membuat mereka kecewa?“ tanya ayahanda yang membuatku langsung terdiam kikuk.
“Sebenarnya aku ingin, tapi aku masih belum yakin pada diriku sendiri!“ keluhku sedih.
“Justru itu! kan kamu masih ada ibunda dan ayahanda putriku! jadi kami akan senantiasa membimbingmu. Kaka mu tak bisa lama – lama disini, karna kaka mu harus menemani Arfah disana. Arfah kan juga mempunyai tanggung jawab sebagai Raja." ucap ibunda.
Setelah menimang – nimang sebentar, akhirnya mau tidak mau aku pun menyetujuinya sehingga membuat semua yang ada diruang itu tersenyum bahagia.
“Tapi berapa lama aku harus belajar dalam memimpin?“ tanyaku penasaran.
“Tiga tahun sayang!“ jawab ibunda sambil mengelus punggungku.
Aku jadi terkejut saat mendengarkannya.
“Seperti kak Ahmar! ia hampir saja menyelesaikan pembelajarannya, karna jadi pemimpin Kerajaan tidak gampang Hamra... Ada banyak yang perlu kau pahami,“ sambung Arfah.
“Tapi kaka yakin kamu pasti bisa!“ ucap kak Aisyah mulai menyemangatiku.
“Baiklah, Bismillah aja dulu yah! semoga aku emang cocok untuk menjadi pemimpin Istana ini.“ responku tegas.
“Amiiin,“ jawab mereka serentak.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
__ADS_1
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇