Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia

Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia
Part 37


__ADS_3

     “Kenapa kamu sangat menuruti apa yang diperintahkan ayahanda dan ibundamu?“ tanyanya.


     “Karna aku ingin membuat mereka bahagia dengan cara aku menuruti keinginan mereka,“ jawabnya.


     “Dasar bodoh! kamu salah besar!  harusnya seorang pangeran itu tubuhnya siap dijadikan benteng untuk seluruh rakyatnya apalagi untuk ayahanda dan ibundanya, karna mereka yang memimpin dan kamu sebagai calon pemimpin harusnya memperlihatkan kebijakanmu dari sekarang."


     "Jika kamu terus saja bersembunyi maka semuanya tidak akan pernah berubah pangeran! kamu harus paham! dunia ini tak akan berubah kecuali jika kita yang mengubahnya begitu juga dengan takdir, meskipun nyawa kita taruhannya tapi kalau kita yakin Insya Allah Ia sang Kuasa akan menolong kita kapan pun dan dimana pun."


     "Terserah kamu mau percaya padaku atau tidak pangeran! aku hanya mengusulkan saja, lagian tanah Andalusia sedang sangat memerlukan banyak pertolongan. Menunggu sampai semuanya berakhir saja tidak cukup pangeran! kamu harus berusaha menyelamatkan ayahanda dan ibundamu agar mereka bisa selamat. Jika tidak! mereka mungkin nanti akan mati, lebih baik mati sekarang! dari pada hidup tapi terus dihantui oleh rasa penyesalan yang tiada henti.“ jelasnya.


    Pangeran baru tersadar setelah mendengar kata – katanya. Berarti selama ini ia sungguh bodoh, ia pun mulai memukul – mukul kepalanya beberapa kali sambil terus menangis histeris.


     Ia jadi sangat kebingungan karna tak tau harus berbuat apa agar pangeran berhenti menangis dan memukul kepalanya.


     Akhirnya ia berusaha bangkit dari pembaringannya dan duduk disamping pangeran untuk mencegahnya dengan cara menggenggam pegelangan tangan pangeran sambil berkata “sudahlah pangeran! pangeran tidak perlu menangis lagi, nanti air mata pangeran gak bisa balik lagi! kalau habis gimana?“ ucapnya.


    Pangeran sangat tertegun saat mendengar kata – kata wanita yang ada dihadapannya! memang ia tidak tau siapa wajah dibalik kain ini, tapi kata – katanya mulai mengingatkannya pada masa kecilnya dulu saat dia masih berusia sepuluh tahun.


     Ia sangat frustasi saat mengetahui dirinya gagal dalam perlombaan memanah, padahal ia telah berlatih sangat lama untuk pertandingan itu.


     Tapi ia sangat kecewa karna dirinya masih kalah, karna merasa kerja kerasnya percuma ia pun langsung berlari kedalam hutan.


     Ia mulai berteriak sekeras – kerasnya hingga akhirnya ia pun melihat seekor rusa yang sedang lewat dihadapannya lalu memilih untuk mengejarnya.



     "Inilah rusa yang Ahmar kejar." 😏


     Saking fokusnya ia hampir saja terjatuh kedalam jurang yang dibawahnya mengalir air sungai yang sangat deras. Tapi akhirnya tubuhnya melayang karna ada seseorang yang berhasil meraih tangannya dan mulai berusaha menariknya perlahan – lahan keatas.


     “Bertahanlah kaka! aku akan membantumu,“ ucap gadis tersebut.


     Dia memiliki wajah yang sangat cantik, rambut panjang pirang yang lurus dengan bando pink dikepalanya, dia juga menggunakan gaun berwarna pink.


__ADS_1


     "Inilah bando yang Hamra gunakan."



"Inilah gambar gaun yang Hamra gunakan saat menyelamatkannya."


     “Alhamdulillah akhirnya kaka selamat!“  ucapnya sambil memberikan senyuman hangat lalu dia membantu membersihkan sedikit noda tanah yang menempel dibajunya.


     “Makasih ya Hamra! kalau gak ada kamu aku pasti akan mati, aku sangat frustasi, aku telah berlatih sekuat tenaga tapi semua itu gagal.“ beritahunya sambil menangis.


     “Sudahlah kaka! kaka tidak perlu menangis lagi, nanti air mata kaka gak bisa balik lagi! kalau habis gimana?“ ucapnya.


     Ia pun hanya membalasnya dengan senyuman dan langsung memeluk erat tubuh gadis tersebut.


     “Makasih ya Hamra, udah mau tenangin aku.“ senangnya.


     “Iya sama – sama, tapi kaka harus janji gak bakal menyiksa diri kaka lagi.“ pintanya.


     “Baiklah aku janji,“ responnya.


    “Pangeran!“ ucapnya yang langsung membuyarkan lamunannya.


     “Pangeran gak papa?“ tanyanya mulai menatap kearahnya.


     “Iya aku gak papa Hamra,“ jawabnya.


     “Hamra?“ pikirnya lalu tertawa hingga akhirnya tawanya berhenti saat pangeran mulai bertanya kepadanya.


     “Apakah kamu Hamra? apakah kamu Hamra? seorang temanku yang telah lama menghilang?“ tanyanya.


     “Maaf aku bukan Hamra! kamu pasti salah orang, kalau kamu gak percaya aku bisa kok memperlihatkan wajahku padamu.“ tawarnya.


     “Benarkah?“ tanyanya lagi tak percaya.


     Wanita tersebut langsung mengangguk sedangkan tangannya sedang sibuk meraih kain yang menutupi wajahnya hingga akhirnya ketika wajahnya telah terbuka pangeran pun tanpa sadar membuka mulutnya.

__ADS_1


     “Apa? tidak mungkin ini wajah Hamra! memang wajahnya cantik, tapi wajah Hamra melebihinya. Ia kan keturunan Andalusia! bagaimana mungkin kecantikannya mirip orang indonesia?“ batinnya.


    Akhirnya ia menutup kembali wajahnya.


     “Nah! sudah jelaskan? aku ini bukan gadis yang kamu maksud itu,“ ucapnya.


     Ahmar masih curiga tapi apa boleh buat, ia harus menerima kenyataan bahwa Hamra belum ditemukan dan kabarnya masih menghilang entah kemana.


     Ia pun mulai menghapus air matanya dan langsung menyuruhnya untuk kembali berbaring.


     "Memangnya siapa namamu?" tanyanya.


     Ia menjawab bahwasanya ia bernama Hartika. Pangeran seperti tidak percaya dengan apa yang didengarnya, tapi mau bagaimana lagi? ia pun mau tidak mau harus mempercayainya karna ia tidak punya bukti yang kuat bahwasanya itu adalah Hamra. Temannya yang dulu, entah mengapa sepertinya dia sangat merindukannya.


     “Hamra! sampai kapan pun aku tak kan pernah berhenti apa lagi menyerah dalam mencarimu,“ batinnya.


     “Namun namamu sendiri siapa?“ ucapnya balik bertanya.


    “Perkenalkan! namaku adalah pangeran Ahmar,“ ucapnya.


     “Oh! pangeran Ahmar,“ angguknya usai mengetahui.


     “Dengar ya Hartika! kamu tidak boleh pergi dari sini dan jangan kemana – mana sebelum kakimu benar – benar pulih. Jika kamu ingin kekamar kecil atau melihat – lihat taman, kamu bisa meminta pertolongan dayang untuk membantu mengantarkanmu.“ aturnya sambil menatap tajam kearahnya.


   "Heh! memangnya kamu ini siapa? kenapa malah mengaturku seperti itu? dengar yah! aku ini bukan anak kecil, kalau aku mau keluar biarin aja. Suka – suka aku dan kamu dengar ya! namaku adalah Hartika! bukan Hamra. Oh! aku tau sekarang, kamu mengaturku seperti ini karna kamu ingin membuatku menjadi seperti Hamra ya?" tebaknya.


     "Kamu tidak berhak mengubahku dan kamu juga tidak berhak mengekangku seperti itu. Jika kamu masih berani memerintahku aku pasti akan menendangmu sampai kamu babak belur, kamu paham?!!“ bentaknya.


    Setelah berkata seperti itu ia langsung membalikkan tubuhnya kesamping dan mulai menutup matanya rapat – rapat, tak hanya itu ia juga menutup kepalanya dengan selimut sehingga pangeran jadi sedikit merasa kesal kepadanya.


     “Kelakuan mereka sangat mirip, siapa dia sebenarnya?“ batinnya penasaran.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗

__ADS_1


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇


__ADS_2