
"Oh! jadi kamu ingin menipu kami ya?" tanya peri bergaun hitam.
"Tidak! kalian salah paham, aku hanya bercanda." jawabnya bergetar.
"Perkenalkan aku peri hitam, 😇 salam kenal semuanya." 🤗
"Jadi kau memanfaatkan kekuatan kami hanya untuk membalas dendam dan setelah mendapatkan apa yang kau mau kau malah menginjak - injak nama baik kami? keluarga peri apel emas! dibelakang kami! setelah apa yang kami berikan untukmu? itu adalah salah satu perbuatan yang tidak memiliki sopan santun," sambung peri bergaun hijau.
"Perkenalkan aku peri hijau, 😇 salam kenal semuanya." 🤗
Tubuh Buaya semakin bergetar ketakutan, saking takutnya buaya tersebut langsung menyerang tiga peri itu menggunakan ekornya.
"Dasar Buaya jelek, bukannya minta maaf tapi malah menyerang! betul - betul minta diberi pelajaran! oke! karna kau minta kami menjadi kasar dan tak bodoh! akan kami turuti!" hina peri oren sambil memberikan tatapan paling membunuh.
Lalu peri itu langsung menyedot semua kekuatan yang ada didalam tubuh Buaya melalui mulut mereka dan mulai menyalurkannya ketubuh Brago, Ahmar dan Rendi hingga mereka jadi mendapatkan kekuatan baru.
Baju Ahmar yang awalnya oren cerah kini telah berubah menjadi baju yang berwarna merah maron dengan celana hitam dan sepatu yang berkilau, dibelakangnya terdapat busur panah yang sangat bagus berwarna hitam bercampur merah. Ia pun langsung mengambil alat tersebut dan memegangnya dengan erat.
"Seperti inilah bayangan busur panah yang didapatkan Ahmar."
Brago mulai mengenakan baju serba putih dengan les hitam, ditangannya terdapat sebuah pedang pusaka yang sangat besar dan sakti. Sedangkan Rendi menggunakan baju serba hitam dengan les putih, ditangannya terdapat sebuah tongkat kayu sakti berwarna campuran yaitu hitam dan putih.
"Ini adalah bayangan pedang pusaka yang didapatkan Brago."
"Inilah bayangan tongkat yang didapatkan Rendi, masalah warna bayangkan aja sendiri ya." 😌
Buaya yang telah diserap kekuatannya oleh sang peri jadi terbaring lemah.
"Kini kami akan mengembalikanmu ketempat asalmu dan kau tak akan dapat lagi keluar dari sana untuk selamanya." ucap salah seorang dari peri.
"Jangan! ku mohon, nanti pasti aku akan dibuli lagi bahkan dibunuh." pintanya dalam keadaan lemah.
"Kami tidak peduli! karna kami bukan peri yang bodoh seperti yang kau katakan! jadi selamat tinggal!" ucap mereka sambil mengumpulkan kekuatan dan Buaya itu pun segera menghilang setelah berteriak keras.
__ADS_1
Dari kejauhan terdengar suara teriakan yang tak asing, mereka semua jadi terkejut.
"Nah! tugas kami telah selesai, itu hadiah untuk kalian bertiga dari kami karna kalian sangat baik dan pemberani. Kami harap kalian bisa menggunakan kekuatan itu untuk kebaikan! baiklah kami pergi dulu, dadah!" ucap mereka sambil melambaikan tangan kepada mereka semua.
Akhirnya tiga buah apel itu telah menghilang. Untung Brago sempat meminta ketiga peri itu untuk keluar pada waktu Ahmar sedang bertengkar dengan Buaya, jadi mereka bisa mempercayainya.
Mereka semua langsung berlari kesumber suara, mereka sangat terkejut saat melihat seorang wanita telah di ikat tubuhnya dan digantung dipucuk Istana.
Ia hanya tertunduk dan tak berkata apa - apa, wajahnya begitu pucat.
Itulah aku. Aku tidak punya pilihan lain. Aku harus mengorbankan diriku sendiri agar ayahanda dan ibundaku bisa selamat.
Untung sebahagian tubuhku yang lain telah berhasil meminum ramuan tersebut lalu mulai memasukkannya kembali kedalam tubuhku, jadi kami tidak perlu berpencar lagi.
Lagi pula kekuatanku akan semakin melemah jika aku membelah diriku terlalu lama.
Saat mereka sampai disana tiba - tiba sebuah kurungan raksasa mulai mendarat diatas mereka hingga membuat mereka terkurung.
Kurungan itu bukan lah kurungan sembarangan, itu adalah kurungan yang mengeluarkan energi listrik yang akan menghangus kan siapa saja yang menyentuhnya dalam sekejap.
"Aduh bagaimana ini?" tanya Alika mulai panik.
"Iya! bagaimana cara nya agar kita dapat menyelamatkan Aisyah? jika kita saja masih terkurung didalam kurungan yang mematikan ini." sambung Aira.
"Baiklah!" jawab mereka serentak.
Tak berapa lama dari pintu Istana keluarlah Raja dan Ratu yang baru memimpin Istana Alhambra, dibelakang mereka berjalanlah sesosok makhluk yang menutupi dirinya dengan jubah.
“Akhirnya kalian semua datang ya,“ ucap sang Ratu sambil menepuk – nepuk tangannya.
“Kalian pasti teman – temannya tuan putri kan?“ sambung sang Raja sambil memperlihatkan muka bengisnya kepada mereka.
“Itu bukan urusanmu!“ ucap Ahmar lantang.
Raja dan Ratu langsung terdiam saat mendengar suara Ahmar yang terdengar tak asing ditelinga mereka, mereka pun mulai menghampiri Ahmar.
“Oh kamu! pasti putranya Raja terumbu karang! apakah kamu tidak khawatir dengan ayahanda dan ibundamu? tapi sayang kamu tidak akan pernah bisa berjumpa dengan mereka lagi, tapi untung ada yang mau berkorban demi mereka! yaitu putri cantik dari Kerajaan Alhambra." beritahunya.
"Sebentar lagi kami akan menembakkan meriam kearah tubuhnya dan dia akan mati, setelah itu kalian baru aku bebaskan. Sesuai perjanjian dia akan menyerahkan tanah ini asalkan aku bersikap baik pada penduduk Islam dan mau membebaskan orang tuanya dan orang tuamu, sungguh hebat kan dia? ehm... Kau pasti tak rela jika dia mati kan? karna kulihat kau sepertinya sangat menyukainya, tapi sayang! sekarang kau tak dapat melakukan apa – apa sayangku.“ sambung sang Ratu dengan senyuman jahatnya.
“Kurang ajar! kau pasti hanya akan menipu tuan putri! jadi lebih baik sekarang kau lepaskan tuan putri atau aku akan mengamuk dan nyawamu tak akan selamat lagi!“ ancam pangeran.
“Dasar belagu! kamu saja tidak dapat melepaskan diri dari kurungan terhebatku ini! bagaimana bisa kamu akan membunuhku dan menyelamatkan tuan putri? jangan bermimpi ya!“ ejek sang Ratu lalu berlalu pergi meninggalkan mereka semua.
__ADS_1
“Mereka sungguh kejam,“ ucap Alika mengeluarkan air matanya.
“Kamu benar Alika! kita pasti tidak akan bisa bertemu Aisyah lagi,“ sambung Aira.
Mereka pun langsung berpelukan.
“Maafkan aku Hamra, aku tidak dapat menolongmu! kamu telah rela berkorban untuk kami! tapi aku yang terkurung didalam sini, tidak akan bisa berbuat apa – apa!“ keluh Ahmar sedih.
"Omong kosong! kita bisa menghancurkan keramik ini, dan membuat terowongan agar bisa keluar dari sini!“ ucap Brago.
“Kamu benar! aku sangat beruntung dapat mengenalmu teman!“ respon Ahmar terharu dengan ide Brago.
“Baiklah! mari kita bersatu! aku tidak akan biarkan meriam itu menghanguskan Hamra, aku baru saja bertemu dengannya dan aku tak kan pernah mau melihatnya untuk terakhir kalinya.“ ucap Ahmar yakin.
"Aku juga akan membantu kalian," bisik Rendi tepat ditelinga mereka sehingga membuat mereka sedikit terkejut atas kelakuannya.
Brago pun mulai mengangguk.
“Tapi kini kita harus mencari waktu yang tepat saat menggalinya, untuk sekarang kita liat dulu apa rencana mereka seterusnya.“ putus Brago.
“Baiklah!“ jawab Ahmar dan Rendi serius.
Lalu Raja pun berkata “baiklah semuanya! sekarang upacara yang sangat indah ini kan segera dimulai! tuan putri tak lama lagi akan menghembuskan nafas terakhirnya! sebelum itu pelayan!!!“ teriaknya.
“Iya Baginda Raja,“ jawab mereka.
“Cepat bawa orang tua tuan putri dan pangeran kesini juga kakaknya untuk menyaksikan acara ini.“ perintah sang Raja yang membuat dayang buru – buru masuk kearea penjara untuk menjemput orang yang disuruh oleh Baginda Raja.
"Halo semuanya 🤗 perkenalkan aku Raja Ferdinand, salam kenal." 😊
"Halo semuanya 🤗 perkenalkan aku Ratu Isabel, salam kenal." 😊
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇
__ADS_1