
“Terima kasih Brago, karna telah membantuku.“ ucapnya.
“Sama – sama!“ jawabnya.
“Dengar! jika kita sudah sampai dilautan ini, maka jarak menuju Istana Alhambra dari sini kesana tidak akan terlalu jauh. Kita tidak akan mungkin pergi kesana menggunakan alat yang bisa terbang, karna jika begitu maka kita pasti akan mudah ketahuan. Tapi jika kita perginya melalui lautan Insya Allah mereka tidak akan bisa melacak keberadaan kita,“ jelas Ahmar.
“Baiklah kalau begitu! tapi bagaimana caranya agar kita dapat kesana?“ tanya Brago.
“Tenang saja! aku telah mempunyai ide,“ jawabnya sambil tersenyum.
Lalu ia pun mulai bersiul dan tak lama kemudian datanglah seekor lumba – lumba berukuran sedang kepadanya.
“Halo Giga!“ sapanya pada lumba – lumba berwarna abu – abu tersebut.
"Halo semuanya! namaku Giga, 😊 salam kenal." 🤗
Lumba – lumba itu tersenyum sambil mengeluarkan suaranya.
“Bisakah aku meminjam tubuhmu?“ tanyanya lalu lumba – lumba itu mengangguk sambil menggoyang – goyangkan ekornya.
Ahmar pun mulai mengerti bahwa sang lumba – lumba kesayangannya telah mengizinkannya untuk digunakan oleh mereka dan pada saat itu juga ia berkata “jadikanlah perut lumba – lumba ini sebuah ruangan,“ ucapnya.
Lalu ia menyuruh mereka satu persatu untuk masuk kedalam dengan cara memegang kepala lumba – lumba, dalam sekejap mereka jadi tertarik kedalam ruangan tersebut.
Sebelum masuk Ahmar sempat berkata kepada lumba – lumba itu agar mengantar mereka ketempat Istana Alhambra, lumba – lumba itu hanya mengangguk – anggukkan kepalanya.
Mereka semua kini menempuh perjalanan mereka untuk menuju ke Istana Alhambra.
__ADS_1
Sesampai disana hari sudah mulai gelap, mereka pun akhirnya keluar dari tubuh ikan tersebut dan pada saat keluar perut ikan mulai kembali seperti semula. Ia pun langsung mengelus puncak kepala lumba – lumba tersebut lalu pergi setelah menciumnya.
Kini mereka sedang melewati taman Kerajaan yang sangat indah, mereka begitu sedih karna Mesjidnya telah diubah menjadi gereja tapi mereka bersyukur karna ukiran arab yang ada dinding tidak menghilang.
Mereka mulai mengendap – endap untuk masuk ke Istana melalui air mancur Istana Alhambra.
Tapi langkah kaki mereka terhenti saat sesosok buaya mencegah mereka.
“Pergilah kalian! dan jangan ganggu kami! upacara kematian sebentar lagi akan dilaksanakan,“ ucap buaya tersebut.
"Inilah sosok buaya tersebut." 😠
“Memangnya siapa yang akan mati?“ tanya Ahmar sengit sambil menarik anak panahnya kearah Buaya.
“Ia adalah putri dari Istana Alhambra yang selama ini kami incar, kami berniat membunuhnya karna ia ingin menghancurkan rencana kami. Jadi kami harus segera membunuhnya sebelum jam dua belas malam," beritahunya.
“Tidak mungkin!“ ucap Ahmar mulai menggeleng – gelengkan kepalanya.
“Aku tidak akan membiarkan itu terjadi! jadi aku harap kau menyingkir dari hadapan kami! kalau tidak! aku akan membunuhmu!“ ancam Ahmar.
“Bunuh saja! kekuatan panahmu tidak ada apa – apanya bagi ku, aku ini Buaya sakti! aku hanya bisa dikalahkan oleh peri yang ada dalam sebuah apel emas, karna ia yang telah memberikan kekuatan untukku dan hanya dia pula yang dapat menariknya kembali.“ jelasnya angkuh.
“Kurang ajar!!!“ geram Ahmar lalu langsung melesetkan panahnya kearah buaya itu.
Bukannya tertusuk, panah itu justru terpental tak jauh dari tempat tersebut.
“Hahahahah,“ tawanya.
“Dasar manusia keras kepala! sudah aku bilang aku tidak akan terkalahkan, jadi pergilah sebelum aku berubah pikiran dan mulai menyerang kalian semua!“ ancamnya sambil memperlihatkan wajah sangarnya yang sudah tak sabar menyerang mereka.
__ADS_1
“Memangnya dimana kau temukan apel emas tersebut?" tanya Ahmar lagi.
“Baiklah! karna hatiku sedang baik aku akan memberitahukannya, apel emas itu ada didalam hutan Hartai dan lokasinya sangat sulit untuk ditemukan. Hanya orang – orang tertentu saja yang dapat melihatnya untuk mengambilnya."
"Aku telah membuat perjanjian dengan semua peri apel emas, jika aku diberi kekuatan maka aku akan menggunakannya untuk kebaikan tapi aku malah memanfaatkan kekuatanku untuk membalas dendam pada buaya – buaya yang telah lama menghinaku."
"Aku menipu peri tersebut, aku tidak akan pernah mau menjadi buaya yang baik karna sangat membosankan dan menantang. Percuma saja kau tanyakan itu kepadaku! kau tidak akan ada waktu untuk mencarinya, karna hanya aku seorang yang mengetahuinya."
"Lagian peri - peri itu sangat bodah akibat terlalu baik, mudah sekali mereka tertipu denganku. Jadi aku telah menjawab pertanyaanmu, jangan harap kau bisa mendapatkan peri tersebut! lagi pula jika kau mencarinya mereka tak akan percaya jika kamu jelaskan kecuali mereka mendengarkan sendiri kejahatanku.“ jelasnya panjang lebar.
“Jadi kau kini bersiaplah untuk mati!“ ucapnya lalu hendak melompat untuk menyerang Ahmar.
Tapi niatnya itu berhenti saat Brago barkata “omong kosong kamu Buaya, mereka semua sudah ada disini dan mendengarkan pembicaraan mu sejak tadi!“ ucap Brago yang langsung membuat Buaya begitu terkejut.
Ia sangat tidak percaya ketika melihat pemuda yang berbicara itu menyingkir dan dibelakangnya mulai terlihat tiga orang peri yang berukuran sebesar jari telunjuk mulai melipat kedua tangan mereka kebawah dada.
Mereka kini terbang kearah Buaya sambil menampakkan eksperesi yang sangat murka atas kelakuan Buaya.
“Harap minggir pemuda tampan! kami punya sedikit urusan dengan Buaya jelek ini!“ ucap salah seorang peri yang menggunkan gaun berwarna oren kepada Ahmar yang mulai mundur beberapa meter.
"Perkenalkan aku peri Oren, 😇 salam kenal semuanya." 🤗
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇
__ADS_1