
"Yaudah deh!" ucapku pasrah yang langsung membuatnya jadi tersenyum.
"Oke kaka! kali ini aku menyerah! tapi jangan harap lain waktu," batinku sambil menatap sinis kearahnya tapi ia hanya mengacuhkan tatapanku.
Ia pun menelpon pengawal kenalannya untuk memberi tau dayang supaya membawakan makanan untuknya kedanau.
"Kamu mau apa?" tanyanya.
"Ya ayam goreng krispy lah! jangan lupa bawakan aku satu botol saus," pintaku.
"Gak boleh kalau satu botol! aku suruh tarok diwadah kecil aja ya sausnya dikit buat kamu," ucapnya tak terlalu terima permintaan gadisnya.
Aku yang kesal hanya memilih menatap danau sambil mengembungkan pipiku, dalam hati aku tak bisa berhenti mengumpatnya.
"Nanti kamu sakit perut Hamra!" ucapnya tegas.
"Suka - suka aku dong! perut - perut aku," dengus ku lalu mulai melipat kedua tanganku kebawah dada.
"Ini untuk kebaikanmu Hamra! jangan keras kepala! " serunya.
Aku tak menghiraukan ucapannya hingga akhirnya tatapanku teralihkan pada seorang dayang yang menyerahkan sepuluh potong ayam crispy kepadaku tak lupa dengan saos untuk kucocol.
"Kenapa kau bawa banyak sekali ayam?" tanya Ahmar sinis.
"Sebanyak inilah potongan ayam yang sering Hamra habiskan saat ia sedang sendiri." 🤢
"Maaf pangeran! ini memang makanan kesukaan tuan putri, dan biasanya ia makan lebih dari ini tanpa nasi." jelasnya yang membuat Ahmar membulatkan mata tak percaya.
"Ya sudah! kamu boleh pergi sekarang," responnya.
"Permisi pangeran!" pamitnya lalu berlalu meninggalkan kami.
__ADS_1
Ahmar pun mendekatiku dan mengambil salah satu ayam dan ikut mencocolnya kedalam saus.
"Ih kaka! ngapain sih main ambil - ambil terus! nanti aku gak cukup!" sengitku sambil sibuk mengunyah paha ayam.
"Biar kamu gak terlalu gendut," ucapnya santai.
"Ih kaka! sausku jadi sedikitkan!" keluhku.
"Udah bagus aku bantu," responnya.
"Ih! apaan yang bantu! bantu aku gak puas iya!" kesalku.
"Segitu banyaknya kamu bilang gak puas! perut apa itu?" tanyanya heran.
"Bodo amat! siapa suruh suka sama aku! ya perut karet lah," jawabku sambil menatap tajam kearahnya.
Orang yang kutatap hanya terkekeh pelan, dalam sekejam piring itu telah kosong. Ahmar yang baru memakan dua potong ayam mulai terheran - heran denganku.
"Apa liat - liat! apakah anda ada utang?" seruku sambil mendengus kesal hingga tatapannya ia alihkan ketempat lain.
"Makan kok berantakan!" cibirnya yang membuatku langsung menepis tangannya yang masih sibuk mengbersihkan sisa saus dipinggir bibirku.
"Kenapa sih?" tanyanya heran.
"Cerewet!" jawabku acuh tak acuh.
"Sini! biar aku elap sendiri," pintaku sambil mengulurkan tanganku untuk meminta sapu tangannya.
"Kalau gak mau gimana?" responnya sambil tersenyum jail.
"Ya udah biarin aja bibirku belepotan," dengusku sambil menatapnya malas.
"Biar aku aja," tolaknya kekeh sambil menarik gadisnya agar lebih dekat dengannya kemudian mulai kembali membersihkannya.
Hamra hanya pasrah kali ini, ia jadi susah bergerak akibat kekenyangan.
__ADS_1
"Makanya jangan maruk! jadi susah gerak kan?" cibirnya yang langsung membuatku menjauh darinya.
Kini matahari semakin meninggi, aku melihat jam tangannya yang sebentar lagi menunjukkan waktu dzuhur.
"Kaka, ayo kita balik ke Istana!" ajakku.
"Kenapa?" tanyanya bingung.
"Ih kaka! udah mau waktunya sholat tau," decakku lalu mulai bangkit.
Ia mengangguk. Aku kini berhenti berjalan saat sudah berdiri tegap, tiba - tiba aku terjatuh sambil memegangi perutku.
"Kamu kenapa?" tanyanya panik.
"Perutku sakit kaka!" jawabku.
"Makanya kalau orang yang lebih tua bilangin tuh didengar!" nasehatnya.
"Ih kaka masih aja ceramah! bantuin bangunin dong!" protesku.
Bukannya membantunya untuk berdiri justru Ahmar malah membopongnya.
"Lho!" ucapku bingung.
"Kaka turunin! maksud aku bantu aku berdiri bukan dibopong begini, malu tau di lihat banyak orang! turunin gak?" rengekku sambil memukul dada bidangnya.
Ia hanya tersenyum dan mengacuhkan ucapanku. Ia pun berjalan melalui tempat yang tidak ramai pengunjung, yaitu dari gerbang belakang Istana.
Sesampai dilantai atas baru ia menurunkan gadisnya didepan kamarnya. Setelah mengucapkan terima kasih aku pun masuk kekamarku, sedangkan ia mulai berjalan menuju kamarnya yang terlewat.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
__ADS_1
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇