
Hari ini aku sedang menunggu proses ijab kabul selesai didalam kamar. Aku sejak tadi sudah siap didandani, aku kini sedang memakai pakaian pengantin berwarna putih kembang dengan jilbab yang diberi hiasan bunga sedikit.
"Gaun inilah yang Hamra pakai."
"Wah! adikku sudah cantik sekali sekarang," pujinya sambil menggendong anaknya yang kini telah berumur dua tahun lebih.
"Ya! antik kali," puji anaknya kakaku sambil tersenyum.
"Kamu juga cantik kok, dengan gaun putihmu!" responku sambil mencubit pelan pipinya, ia hanya tersenyum ketika mendapatkan perlakuan dariku.
"Assalamualaikum semuanya, 🤗 aku anaknya Aisyah." 😊
Disisi lain Ahmar terlihat tegang. Bagaimana tidak? karna tak lama lagi acara khotbah nikah akan segera dimulai. Jantung nya mulai berdengup tak beraturan, dari semalam ia tidak bisa tidur. Ia terus saja berlatih, agar tidak salah menjawab keesokan harinya.
"Sudah! tidak perlu tegang begitu," ucap ayahandaku sambil tersenyum kearahnya.
Tatapan nya mulai serius kearah Ahmar. Ayahanda kini menjadi wali nasab seperti biasa, kak Aisyah juga di wali oleh ayahanda dulu.
Ayahanda tampak sangat tampan dan gagah hari ini. Ia mengenakan kemeja putih dengan jas hitam juga celana hitam sedangkan Ahmar menggunakan pakaian serba putih begitu pun dengan jasnya, tak lupa dasi putih yang masih setia melekat dikerah bajunya.
"Inilah baju yang Ahmar pakai."
"Bagaimana Ahmar? apakah kau sudah siap untuk memulai ijab kabulnya?" tanya ayahandaku.
"Insya Allah saya siap!" jawabnya lantang setelah menarik nafas dalam.
"Baiklah, kita mulai ya?" ucap ayahanda yang hanya diangguki olehnya.
Ayahanda pun mengulurkan tangannya kearah Ahmar dengan penuh kepercayaan, ia bisa merasakan tangan Ahmar yang sangat dingin ketika ia menyentuhnya.
"Fokus!" peringat ayahanda sambil menatap tajam kearahnya yang lagi - lagi hanya diangguki oleh Ahmar sambil membalas tatapan ayahanda.
__ADS_1
Ayahanda hanya tersenyum menanggapainya. Ia dulu juga pernah merasakan diposisi Ahmar, pasti sangat gugup dan penuh rasa kecemasan.
Kini ayahanda mulai menguatkan genggamannya pada tangan Ahmar.
"Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu. Putriku Hamra dengan mahar tiga kalung berlian dan seperangkat alat sholat tersebut dibayar tunai!" ucapnya yang kini sudah merasa sedikit tenang.
"Inilah seperangkat alat sholatnya."
Dengan penuh keyakinan ia pun menjawab dengan suara lantang tanpa ada yang tertinggal sedikit pun.
"Saya terima nikah dan kawinnya Hamra Binti Yusuf al - fihri. Dengan mahar tersebut dibayar T U N A I."
Seluruh rakyat dan tamu Kerajaan lain pun mulai menjawab dengan suara lantang.
"SAHH!"
Kini Ahmar bisa kembali tersenyum setelah mengucapkan Alhamdulillah. Aku yang telah turun sejak acara hijab kabul dimulai, kini mulai menghampiri seseorang yang kini sudah sah menjadi suamiku setelah proses ijab kabul selesai.
Aku ditemani oleh Iqlima adikku, ia juga ku undang lima hari sebelum acara pernikahan ku dimulai. Tak lupa dengan orang tuanya juga para sahabatku di Indonesia. Mereka semua mendapatkan tiket pesawat gratis dariku pulang pergi.
Eris hanya melihat ku dari jauh sambil tersenyum, ia sedang menggandeng tangan seorang pria yang kini sudah sah menjadi suaminya. Beliau adalah syeh muda tersebut.
Setelah ia sampai kerumahnya dari Indonesia, dua tahun kemudian ia menikah. Aku juga diundang dan acara pernikahannya tak kalah mewah dari pestaku, ia menikah sesuai ajaran Islam.
Pipiku jadi bersemu merah karna Ahmar tak berhenti menatapku, saat aku sudah duduk disampingnya aku pun mulai mencium punggung tangan Ahmar yang merupakan kewajibanku.
Ahmar hanya tersenyum bahagia, ia pun langsung mengecup pelan dahiku sehingga membuat para tamu bersorak senang! aku semakin malu dibuatnya.
"Ya ampun! jantung aku makin gak bisa dikontrol nih!" batinku sedikit risih, tapi mencoba untuk tetap tenang.
__ADS_1
Aku mulai tersenyum kepadanya.
Ahmar jadi terpaku sesaat saat gadis yang kini sudah sah menjadi istrinya tersenyum manis kearahnya.
"Sangat cantik," batinnya.
Tak lupa ia mengeluarkan cincin pernikahan mereka dan memakaikannya dijari manis istrinya yang tidak ada cincin.
Mata mereka tak berhenti bertemu, kini giliran gadisnya yang memakaikan cincin kepadanya dijari manisnya yang juga tidak tersemat cincin.
"Inilah cincin mereka." 😍
Setelah itu mereka membaca doa Nikah. Lalu menandatangani buku nikah tersebut, mereka pun memperlihatkannya pada juru kamera untuk memotret mereka.
Sebelum itu Ahmar mulai memakaikan satu kalung berlian keleher istrinya yang tadi disebutkan sebagai mahar, semua orang hanya berteriak histeris ketika melihat itu karna baper abis.
"Ini berlian yang Ahmar pakaikan."
Setelah acara ijab kabul selesai, baru acara pesta dimulai. Semua orang mulai sibuk dengan aktivitasnya. Ada yang duduk santai, makan - makanan, mengobrol dan berdansa bersama diruang Istana.
Aku dan Ahmar kini sedang duduk dipelaminan sambil menyalami setiap orang yang mengucapkan selamat kepada kami. Aku dan Ahmar hanya tersenyum sambil menjawab iya.
"Inilah gambar pelaminannya." 😇
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇
__ADS_1