Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia

Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia
Part 90


__ADS_3

     “Oh ya Alika! Aira! kalian kapan udah pake jilbab?“ tanyaku yang membuat mereka menghentikan aktivitas mereka.


     “Kami memakainya setelah menikah,“ jawab mereka serentak sambil tertawa malu.


     “Oh! benarkah? berarti Aira sudah menikah juga yah? sama siapa emang? orangnya ganteng gak? pinter gak?“ godaku sambil mengedipkan mata.


     Aira hanya tersenyum menanggapi pertanyaan ku.


     “Ya tentu lah!“ jawab Brago tanpa dipinta sambil merapikan jaketnya.


     “Ganteng oke lah! tapi kalau pinter, sudah pasti pinteran gue!“ ucap Rendi menyombongkan diri.


     “Masak?“ tanya Brago sambil menaikkan kedua alisnya lalu mulai menatap tajam kearah Rendi, pelaku pun hanya menyengir kuda.


     “Wah baguslah kalau begitu! ternyata Brago telah pintar memilih yang tepat!“ pujiku sambil tertawa, begitu juga dengan Alika.


     Brago hanya memasang wajah datar saat aku mengucapkan kalimat itu.


     “Tapi tetap Hamra, sebenarnya kamu lah wanita yang kedua mengisinya. Tapi kamu sudah lebih dulu di isi oleh orang lain setelah aku melepaskan Alika, hingga aku rela melepaskanmu dengan dia. Aku harap kalian bisa bahagia,“ batinnya sambil menghembuskan nafas pasrah.


     “Kamu kenapa Brago?“ tanya ku yang mulai khawatir.


     “Oh tidak apa – apa! apakah kamu tau aku menikah dengan Alika tiga hari selang pernikahan Rendi?“ beritahunya sambil tersenyum, niatnya adalah membalikkan topik supaya Aisyah tidak membaca pikirannya.


     “Waw!“ ucapku kagum.


     "Hebat banget yah! jadi Rendi bisa ikut mampir dong!“ sambungku sambil tersenyum, walau pun sebenarnya aku sudah tau kabar itu sebelum ia meninggalkan  Andalusia.


     “Oh ya! apakah kau mau melihat foto kami?“ tanya Aira bersemangat.


     “Kalau boleh mah aku mau,“ jawabku malu.


     Aira pun menyerahkan ponselnya padaku setelah membuka album dan aku melihatnya.

__ADS_1


     “Masya Allah! temanku cantik banget sih!“ pujiku yang langsung membuat pipi Aira merona sedangkan Brago hanya memasang wajah datar.


     “Dasar Brago! masih aja cuek!“ cibirku sambil menatap tajam kearahnya.


     “Iya cantik! kan Aira adalah istri aku yang paling baik,“ pujinya sambil mengelus puncak kepalanya.


     Aku hanya tersenyum senang  melihat tingkah Brago, setelah itu aku mengambil ponselku dari tas kecilku lalu mengetik pesan disana.


     - Aku -


Brago jaga baik – baik yah Aira! awas aja kalau kamu sampai macam - macam. 😒


    Brago pun langsung melihat pesan masuk ketika ponselnya telah berbunyi, aku sengaja mengetiknya dibawah meja.


     - Brago -


Iya pasti kok! kamu gak usah khawatir, karna hati aku sekarang hanya untuk dia. ☺️


     Balasnya yang tentu saja berbohong sambil berusaha untuk tersenyum lalu aku mulai menutup ponselku dan memasukkannya kembali ketempatnya.


     “Ya ampun! kenapa jadi begini?" batinku karna jantung ku saat ini benar – benar tidak normal.


     “Sadar  Hamra! dia udah milik orang lain, kamu harus jaga hati kamu buat kaka.“ batinku lagi sambil mengatur nafasku.


     “Aku tau Hamra! kamu pasti juga merasakan apa yang sedang aku rasakan ini, tapi takdir tidak memihak untuk ku.“ batinnya yang juga sedang menenangkan detakan jantungnya.


      Aku langsung mengunyah makanan ku kembali, ketika semua sudah selesai kami pun pamit untuk kerumah masing – masing setelah aku berpelukan dengan Alika dan Aira sebelum berpisah.


     Aku kini mulai menelpon Iqlima yang sudah lebih dulu siap dengan makanannya lalu ia sibuk pergi untuk bermain dengan temannya.


     “Assalamualaikum!“ ucap suara dibalik telpon.


     “Wa'alaikum salam dek! kamu dimana? kaka udah siap nih! kaka tunggu kamu di parkiran ya?“ responku.

__ADS_1


     “Iya ka!" jawabnya lalu mematikan ponselnya.


     Setelah tiba disana aku melihat Iqlima sudah lebih dulu sampai. Kini ia sedang duduk diatas motor, wajah nya tampak lelah. kenapa tidak? karna jam telah menunjukkan pukul 10.00 WIB.


     Aku pun mengeluarkan motorku dan menyalakannya kemudian aku menyuruh Iqlima untuk duduk dibelakangku, kami akhirnya melaju dengan kecepatan sedang. Setelah sampai jam telah menunjukkan pukul 10.25 WIB.


     Berarti waktu kami untuk sampai disana dan dirumah adalah dua puluh lima menit. Aku menyuruh Iqlima masuk duluan untuk beristirahat, ia pun pergi untuk tidur dikamarnya sedangkan aku harus memasukkan motor kedalam garasi terlebih dahulu dan menutupnya kembali.


     Setelah selesai aku membuka pintu dan tubuhku kini mulai dipeluk oleh tangan yang kekar yang tak lain adalah ayahku.


     Aku pun membalas pelukannya dengan haru, air mataku sampai mengalir deras. Bagaimana tidak? banyak sekali kenanganku dengan ayah, karna ayah selalu mengajakku memancing. Tak jarang kadang ikan yang kami bawa pulang cukup banyak jika ayah sedang libur.


     Ayah juga pernah membawaku kekebun stoberi yang sangat lebat buahnya, hingga aku jadi merasa sangat senang. Membelikanku gaun yang indah saat aku ulang tahun, intinya aku banyak melakukan petualangan bersama ayah.


     “Bagaimana keadaan mu putriku?“ tanyanya.


     “Alhamdulillah aku baik ayah! kenapa ayah belum tidur?“ tanyaku sedih.


     “Ayah tidak bisa tidur sebelum bertemu dengan mu, karna ayah sangat merindukanmu!“ jawabnya yang membuatku kembali memeluknya.


    Ibu hanya mampu menonton dengan mata yang terus berkaca – kaca. Puas berpelukan dengan ayah, aku masuk kekamar untuk beristirahat setelah berpamitan pada mereka. Begitu juga dengan ibu dan ayah.


     Setelah mengganti bajuku dan menggosok gigi, baru aku membaringkan tubuhku keatas kasur. Usai membaca doa tidur aku kini terlelap dalam sekejap karna tubuhku benar – benar lelah.


     Sebelum tidur aku selalu sempatkan untuk memasang alaram. Sebab aku tak akan pernah mau meninggalkan sholat malam yaitu tahajjud, karna dengan shalat tahajjud hidupku akan merasa jauh lebih baik.


     Diwaktu itulah aku bisa leluasa bersama-Nya, berdoa dan mencurahkan keluh kesah juga rasa senang yang pernah kualami.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆

__ADS_1


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇


__ADS_2