
Aku seperti tak sadar lagi, sesosok makhluk seketika masuk kedalam tubuhku setelah melekatkan dua cincin dijari manis bagian kanan dan kiriku.
Ayahanda beserta yang lain saat merasa ada terjadi pergaduhan diluar Istana langsung menuju keasal suara dan betapa terkejutnya mereka saat melihat diriku yang berbeda dari biasanya.
“Putriku kamu kenapa nak?“ tanya ibundaku merasa sangat cemas.
“Cih! dasar manusia renta, menyusahkan saja kalian! aku tidak akan membiarkan rencanaku gagal." dengusnya lalu memanjangkan rerumputan disekitar Istana untuk melilit tubuh mereka semua.
“Keluar kau dari tubuhku!!!“ teriakku yang mulai berusaha mengeluarkan makhuk biadap itu hingga ia jadi terpental didekat pancuran air.
Makhluk tersebut berupa asap hitam dengan mata merah.
"Disinilah ia terpental." 😊
"Itu tak jauh dari tempat ini." 😉
“Kurang ajar! beraninya kau melawanku!“ geramnya.
Aku yang jatuh terduduk mulai memegang dadaku yang sedikit sakit.
“Sebenarnya apa mau mu dan apa maksud buku legenda tentang cincin gunung Beriday itu? mengapa semuanya tidak sesuai dengan apa yang dijelaskan ketika aku baca mantranya? aku malah membebaskan makhluk jelek sepertimu! dasar asap kotor!“ seruku yang membuat nya semakin memanas.
“Aku membencimu Hamra! karna kau telah membunuh adikku yang ingin menguasai Kerajaan ini, aku sengaja membuat buku itu agar mudah untuk mengincarmu. Buku ini sengaja aku buat untuk menjebak target yang nantinya akan mengacaukan rencana adikku, ternyata cincin ini sangat pintar dan cepat menemukan orang yang kedepannya akan membunuh adikku."
"Ini sebenarnya bukan cincin penyatu cinta sejati, tapi lebih tepatnya disebut cincin pencari mangsa untuk dimatikan. Cincin ini mempunyai aura pemikat yang sangat kuat karna mudah menarik hati siapa saja, oleh sebab itu aku menculik dua peri bunga yang sedang mencintai dan aku memutuskan memisahkan mereka demi bisnisku untuk membantu adikku mendapatkan kekuasaannya."
__ADS_1
"Mereka adalah budak ku, tapi aku cukup tertarik melihat mereka yang mudah berinteraksi dengan manusia yang terbilang licik! jadi aku ingin kau menyatukan kedua cincin itu agar terjadi sebuah ledakan yang akan mengancurkan tanah Andalusia ini,“ jelasnya sinis.
“Apa? lalu bagaimana bisa katanya itu agar membuat Andalusia dapat kembali seperti semula?“ tanyaku heran.
”Dasar bodoh! itu hanya karanganku saja sebelum mengetahui adikku mati, dan aku yang sedang terkurung lama dalam buku itu tidak dapat berbuat apa – apa. Tapi kini aku telah bebas, aku akan membalas siapa saja yang telah menyakiti adikku." jawabnya lemah karna tubuhnya telah terbentur dinding pancuran.
“Makhluk seperti adikmu memang tidak layak untuk memimpin dan hidup didunia ini! karna ia telah melayangkan banyak nyawa manusia yang tak bersalah ditanah Andalusia ini, dan aku sebagai putri disini tidak akan tinggal diam. Beraninya kau membabui peri yang tak salah itu! memisahkan makhluk yang saling mencintai itu tidak baik, aku benar – benar muak kepada mu.“ geramku.
Mataku mulai berapi – api, aku pun langsung melangkah kearahnya dan mencengkram lehernya yang berasap, memang tubuhnya seperti manusia cuman dia berasap dan memiliki mata yang merah besar.
“Kau pikir aku takut hah? aku juga tidak bego yah! kekuatanmu hanya sedikit tapi belagu! kau memasukkan dua peri tersebut bukan karena alasan saling mencintai saja, tapi didaerah mereka cuma mereka yang paling sakti."
"Jadi kau memanfaatkan kekuatan mereka untuk memancingku dengan cara memeras kekuatan mereka ketika seseorang meminta pada cincin itu. Aku awalnya tidak mengetahuinya, sejak kuketahui didalam ada peri dan ketika ia berhasil keluar dari situ."
"Karna dinding perangkapnya telah lemah cincin itu tidak berfungsi lagi, sebab sumber kekuatan yang sejati adalah peri itu sendiri. Kamu sengaja menggunakan cincin itu sebagai umpan agar para pemilik cincin tertarik dan percaya dengan buku kuno yang kau karang itu, sehingga ujung – ujungnya mereka akan melakukan apa yang kau pinta agar kau bisa terbebas."
“Bagaimana kau bisa tau?“ tanyanya bergetar.
“Hahaha,“ tawaku.
“Aku ini bisa membaca pikiran makhluk apa pun itu! jadi ketika aku melihat kematamu aku jadi bisa membaca semuanya,“ jawabku sambil tersenyum miring.
“Sekarang bersiaplah untuk mati!!!“ pekikku lalu tiba – tiba saja ia menendang perutku dengan kakinya dan dengan sekuat tenaga ia mulai berlari menjauh dariku lalu berdiri dihadapan mereka.
“Dengar ya tuan putri! aku memang bodoh! tapi jika kau bertarung kelicikan denganku, aku lah pemenangnya!“ ucapnya yang berusaha menyeimbangkan dirinya.
“Apa maksudmu?“ tanyaku kesal .
“Dengar yah! kalau kamu mendekat satu langkah saja, maka mereka akan mati dengan lilitan rerumputan ini.“ ancamnya.
__ADS_1
“Oh iya! kau pasti sangat sayang kan pada pria yang disampingku ini?“ ucapnya sambil berjalan santai mendekati Ahmar dan mengelus pipi Ahmar dengan tangan hitamnya yang langsung ditepis oleh Ahmar dengan cara memalingkan wajahnya sambil memberikan tatapan tajam.
"Inilah yang melilit mereka." 😰
Tapi ia seakan tak peduli dengan sikap cuek Ahmar.
Aku yang mendengarkan ancaman itu langsung luluh seketika.
“Bagus! lalu hilangkan lah kekuatan yang ada ditanganmu itu, jika kau berani mengeluarkannya maka pria ini pertama yang akan menderita.“ ancamnya.
Aku sangat bimbang. Aku harus gimana? apakah aku harus keluarkan kekuatanku atau tidak. Jika aku keluarkan maka mereka dalam bahaya, kalau aku hilangkan aku tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi kedepannya.
“Hamra kamu harus dengarkan aku! gunakan saja! jangan peduli dengan ucapannya, yang terpenting dia harus mati.“ peringat Ahmar yang membuatku langsung yakin.
“Kurang ajar!!! beraninya kau berkata seperti itu!!!“ gertaknya sambil mencengkram dagu Ahmar hingga merah.
Kuku tangannya tumbuh sangat panjang, sepertinya ia ingin mencakar Ahmar.
“Sekarang, kamu rasakan ini!!!“ geramnya lalu melayang kan cakarannya kearah Ahmar.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇
__ADS_1