
Disepanjang jalan aku mulai menggigil dengan tiupan angin yang menusuk pori – pori kulitku.
“Kamu kedinginan ya?“ tanyanya yang langsung membuatku terkejut dan berusaha menyembunyaikannya.
“Eh! enggak kok kak! tadi cuma merinding doang, bukan karna angin! mungkin karna ada yang lewat kali yah?“ jawabku tentu saja berbohong, karna aku tak ingin Ahmar melepaskan jasnya untuk melindungiku sedangkan ia sendiri tidak bisa terkena angin malam sedikit pun.
“Dasar pembohong! tubuh mu saja masih menggigil,“ ucapnya sambil menatap tajam kearahku.
“Sudah ku bilang tadi ada yang lewat! makanya aku merinding!“ elakku.
“Hamra... Hamra! kamu gak bakalan bisa bohongin kaka,“ responnya sambil tertawa dan menggeleng – gelengkan kepalanya.
“Kamu tuh masih anggap kaka anak kecil ya? kaka tuh udah besar! pengalaman berbohong kaka itu lebih banyak dari pada kamu, kamu tuh hanya secuil saja!“ remehnya.
“Kaka meremehkanku ya? kepintaran itu gak mesti dilihat dari umurnya, tapi lihat lah dari kemampuannya. Kaka kan tau sendiri!“ bela ku tak terima.
“Ya sudah! kamu tapi harus pake jas kaka, kaka gak mau kamu sakit.“ pintanya lalu hendak membuka jasnya.
Aku pun dengan sigap langsung menahannya.
“Jangan! lebih baik kaka bopong aku aja gimana? kan kaka kuat, pasti dengan mudah bisa membawaku sampai keIstana dari pada harus menungguku berjalan kaki.“ usulku sambil memelas dan akhirnya rencana ku berhasil.
“Emangnya kamu gak keberatan hhm?“ tanyanya sambil menaikkan sebelah alisnya.
Aku pun mematung sesaat. Sebenarnya aku tak ingin, tapi aku terpaksa dari pada Ahmar sakit gara – gara memberikanku jasnya.
“Tentu saja tidak! karna aku hanya tak ingin kaka sakit nanti,“ jawabku jujur yang langsung membuatnya merekahkan senyuman.
“Ternyata kamu masih peduli yah dengan kaka mu yang tampan ini!“ ucapnya yang sontak membuatku sedikit mual.
“Kamu kenapa?“ tanyanya panik.
“Enek aku denger ucapan kaka yang alay gitu,“ jawabku.
“Emang kenyataannya kok!“ responnya PD sambil memegang kerah bajunya.
“Ya udah kalau kaka bergaya terus kayak model! sampek hari kiamat pun gak bakalan nyampek!“ protesku sambil melipat kedua tanganku dibawah dada.
Tanpa membuang – buang waktu Ahmar langsung membopongku hingga membuatku sangat terkejut dan tatapan mataku dengan nya bertemu sesaat.
“Ih kaka! bilang dulu dong kalau mau bopong! kan aku nya jadi terkejut!“ protesku saat sadar.
“Kan tadi udah di izinin! ngapain minta izin lagi?“ tanyanya yang membuat wajahku cemberut seketika.
__ADS_1
“Gak usah pasang wajah kayak gitu! jelek banget tau,“ protesnya.
“Bodo amat! salah sendiri nyebelin banget!“ dengusku.
Tanpa kusadari kantuk mulai menyerangku, aku pun tertidur dengan wajah yang menghadap kearah dada bidang Ahmar. Ahmar hanya tersenyum ketika melihat wajah damai gadisnya saat tertidur, ia semakin cantik saat sedang menutup matanya.
Akhirnya mereka sampai di Istana dan mulai membawanya kekamar gadisnya. Setelah meletakkannya diatas kasur, ia pun meninggalkannya dan bergegas kekamarnya sendiri karna ia tidak ingin membuat gadisnya terjaga diri tidur nyenyaknya.
Walau pun lelah tapi ia menikmati waktu – waktu saat ia bersama gadisnya, sesampai dikamarnya ia mengganti bajunya dengan baju tidur dan masuk kedalam kamar mandi untuk menyikat gigi.
Aku mulai terbangun dari tidurku, aku sangat terkejut bahkan sampai terduduk sebentar.
Kulihat tubuhku masih mengenakan gaun, aku melihat waktu telah menunjukkan pukul 23.00 WIB.
Kini aku langsung bergegas kekamar mandi setelah mengganti gaunku dengan daster. Usai dari situ aku kembali berbaring diatas kasur setelah mengucapkan doa sebelum tidur.
Sebelum mematikan lampu, aku sempatkan diri untuk mengirim sms kepada Ahmar.
- Aku -
Kak terima kasih ya udah bopong aku sampe kamar! kaka pasti capek karna aku terlalu berat 😓
Ahmar yang baru saja berbaring langsung membuka ponselnya saat sebuah sms masuk. Ketika membacanya ia jadi tersenyum karna gadisnya sangat menghargai perjuangannya, bahkan sebelum terlelap ia sempat mengucapkan terima kasih ketika tersadar.
- Ahmar -
- Aku -
Benarkah? ya sudah kaka abis ini tidur terus ya jangan aktivitas lagi 😊
- Ahmar -
Siap calon istriku! aku pasti tidur terus kok, biar kamu gak cemas sama babang ganteng ini 😁
- Aku -
Mulai dah! mulai dah! kebiasaan! dasar pedean! 😒
- Ahmar -
Udah! udah! baru aja romantis masak harus ribut lagi! 😥
- Aku -
__ADS_1
Biarin! lagian kaka duluan sih! 😔
- Ahmar -
Iya kaka salah! kaka minta maaf! good night sayang! 😄
-Aku -
Dasar kaka! belum juga sah udah sayang - sayang! tuh main aja layang – layang! 😒
- Ahmar -
Jeh! kok gitu sih? gak kasian apa sama kaka? 😞
- Aku -
Gak! tapi boong! yaudah good night too kaka terbaikku 😇
- Ahmar -
Beres ! jangan lupa baca doa ples mimpiin kaka! 😉
- Aku -
Belum muhrim! maksiat pikiran aku nanti! dasar kaka! bukan ajarin yang baik! 😑
- Ahmar -
Iya maaf! yaudah kaka tidur dulu yah? 😁
- Aku -
Ya udah sana tidur! gak usah dibalas lagi! ☺️
Aku pun mematikan ponselku lalu langsung mematikan lampu kamar.
Tanpa menunggu waktu lama aku telah terlelap kedalam mimpi indah begitu juga dengan Ahmar, kini ia hanya tersenyum senang. Akhirnya ia bisa dekat kembali dengan gadisnya walau pun sudah lama tidak bertemu, tapi masih akrab juga.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
__ADS_1
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇