
💍 DUA TAHUN KEMUDIAN 💍
“Kaka!!! cepat kan kaka akan wisuda!!! lama banget sih dandannya!!!“ teriak adikku tak sabaran sambil menggedor pintu kamarku.
Aku yang sedang memoles lipstik berwarna pink dibibirku jadi terganggu karna ulahnya.
Setelah selesai dengan make up ku yang simple dan tipis tapi masih terlihat cantik aku pun langsung keluar.
“Uh kaka!!! ibu sama ayah udah nungguin tuh didalam mobil,“ dengus adikku.
"Iya – iya bawel!“ responku kesal lalu memakai sepatu hitam yang haknya tak terlalu tinggi.
Aku kini sedang menggunakan seragam angkatan kami yang berwarna hijau muda dengan les batik. Sebelum mamakai sepatu, aku sudah terlebih dulu memakai kaos kaki yang berwarna cok su.
"Seperti inilah seragam mereka." 😊
Setelah masuk kedalam mobil baru ayah melajukan kendaraannya.
“Ya ampun! putri ayah hari ini cantik sekali,“ puji ayah.
“Iya dong! aku dadan sendiri tau,“ responku.
“Kenapa gak ke tempat make up saja sayang?“ saran ibu.
“Malas lah bu terlalu menor! nampak sekali lagi! kalau dadan sendiri kan simple, terus gak pake antri lagi! kalau ditempat bagus pasti rame! karna hari ini kan hari wisuda, pasti banyak yang pergi kesana.“ alasanku.
"Inilah mobil mereka." 😎
“Ya sudah... Anak ibu memang sudah pinter dadan kok!“ pujinya.
“Makasih ibu!“ responku senang karna mereka tak terlalu mempermasalahkan keputusanku untuk berdadan sendiri.
Sesampai disekolah aku langsung berjalan menemui teman – temanku.
“Eh Aisyah! cantik bener kok hari ini?“ puji Bergi.
“Iya lah! ini kan hari spesyal! aku dadan sendiri lho!“ beritahuku bangga.
__ADS_1
“Benarkan? pantas make up mu tidak terlalu tebal! gak kayak mereka tuh yang seperi orang hajatan," tunjuk Yogi kearah beberapa teman – teman kami.
“Ih! gak boleh gitu Yogi!“ tegurku.
“Au tuh! sirik aja sama orang,“ cibir Bergi.
"Seperti inilah penampilannya." 😊
“Mulai dah! mulai! hari ini hari terakhir tau!“ ucapku mengingatkan.
“Iya - iya maaf!“ respon mereka bersamaan, tiba - tiba Eris pun datang dengan nafas yang terengah – engah.
“Ngapain lari – lari?“ tanyaku.
“Aku kira kalian udah mulai, ternyata pake toga aja belum.“ jawabnya sambil menstabilkan nafasnya, tak berapa lama kemudian para guru pun datang sambil membawa toga pesanan kami.
Setelah mendapatkannya kami langsung memakainya dan berbaris sesuai yang diajarkan sebelum memasuki acara.
Usai berbaris dengan rapi kami mulai berjalan dengan penuh wibawa menuju ketempat duduk kami. Tidak ada yang bercanda, semuanya tampak serius pada hari ini.
Dimulai dari pembukaan, kata – kata sambutan bahkan memberikan apresiasi pada guru yang banyak bergerak untuk memajukan sekolah dan akhinya acara yang sangat kami tunggu – tunggu pun tiba.
Aku sangat gugup ketika menunggu namaku dipanggil, kemarin saat aku duduk dikelas satu SMA aku mendapatkan rangking dua karna banyak yang tertinggal.
Kelas dua SMA Alhamdulillah rangkingku naik kembali kesatu. Kini aku sangat berdebar, tapi aku yakin sekali bahwa kerja keras tidak akan menyia – nyiakan hasil.
Aku selalu berharap untuk mendapatkan juara satu lagi, karna aku sempat turun rangking dikelas satu hingga membuatku sangat sedih walau pun orang tuaku tidak mempermasalahkannya.
Saat namaku dipanggil kedepan aku sangat berdebar, tanpa kusadari ternyata aku mendapatkan juara satu. Hal yang sangat aku nantikan akhirnya terwujud, aku sampai menangis deras saat aku menyalami guru diatas panggung. Mereka tersenyum sambil mengucapkan selamat dan semangat kepadaku, nilaiku sangat istimewa.
Aku memang terkenal karna kepintaranku disekolah, cuman aku biasa saja saat dipuji oleh orang lain karna aku berusaha untuk bersikap rendah hati supaya tidak dikira sombong nantinya. Biasalah! mulut manusia kan tidak ada yang tau.
Setelah acara selesai, kulihat ibu dan ayah sedang berdiri menungguku. Aku langsung mengahampiri mereka, mereka ternyata telah membelikanku sebuket bunga hidup yang sangat indah. Aku sampai tambah menangis begitu deras, tak peduli dengan make up ku yang hampir luntur.
"Inilah bunga yang diberikan oleh keluarga tercintanya." 😢
Aku kini sedang memeluk keluarga kecilku dengan penuh rasa bahagia, setelah puas berpelukan aku meminta izin untuk kembali keteman - temanku untuk mengambil foto bersama.
__ADS_1
“Selamat ya Aisyah!“ ucap mereka.
“Selamat juga buat kalian semua!“ balasku.
Kami kini saling berpelukan sesama siswi. Setelah selesai kami pun langsung naik keatas panggung untuk mengambil gambar dan pas sekali disampingku adalah Eris.
Eris mendapatkan juara 2 seperti biasa, aku sering bersaing dengannya secara damai.
“Ternyata aku sering dikalahkan oleh temanku yang rajin ini,“ puji nya.
“Ah! tidak! itu karna kamu meleng, kan kamu juga pernah mendapatkannya saat aku banyak tertinggal mapel waktu kelas satu." elakku.
“Ya sudah! yang penting sahabatku senang! selamat ya, oh iya! hadiahku udah kamu buka?" tanyanya sambil tersenyum.
“Selamat juga sahabatku! udah dong! kamu gak liat apa gelang berlian yang udah aku pake ini? diseblah tanganku yang tak memakai gelang!“ jawabku sambil menunjukkan pergelangan tangan kananku.
"Inilah gelang pemberian Eris." 😆
Aku tidak bisa memakainya diseblah kiri karna masih ada gelang pemberian kak Aisyah, walau pun sekarang tak berfungsi lagi kecuali dalam keadaan darurat tapi aku tetap memakainya sebagai sebuah penghargaan.
Setelah acara berfoto dengan kawan dan wali kelas juga dewan guru tak lupa kepala sekolah selesai kami baru di izinkan untuk pulang.
Saat masuk kedalam mobil, Iqlima tidak pernah berhenti memujiku.
“Ah! jangan terlalu memujiku Iqlima, suatu hari nanti kamu pasti bisa juga seperti kaka. Kuncinya adalah, selalu berusaha dan jangan pantang menyerah!“ ucapku menyemangatinya.
“Siap kakaku!“ responnya sambil mengancungkan jempol.
Aku hanya terkekeh melihat kelakuannya, entah kenapa aku jadi tak ingin lagi berpisah dengan mereka. Tapi tidak bisa! aku sudah berjanji pada ibunda untuk pulang setelah menyelesaikan pendidikanku, karna aku harus belajar bagaimana cara menjadi pemimpin di Istana ku.
Itu sebabnya namaku ditaruh Hamra, karna nama Istana Andalusia adalah Istana Alhambra. Mau tidak mau aku harus bertanggung jawab atas nama yang menyangkut dengan Istana.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇
__ADS_1