Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia

Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia
Part 110


__ADS_3

     Aku kini sedang berjalan kelantai paling atas yang juga terdapat sebuah taman, entah mengapa Ahmar tiba – tiba mengajakku kesini setelah acara pesta selesai.


     Semua orang sedang sibuk membereskan Istana. Sahabat – sahabat ku juga keluarga kecilku yang ada di Indonesia sedang beristirahat dikamar tamu, karna besok mereka akan segera pulang.


     Aku sangat terpukau ketika sampai diatas, karna taman telah diubah menjadi sangat indah. Memang taman dulu juga indah, tapi sekarang lebih dari itu. Ditambah lagi dengan lampu kerlap – kerlip yang tampak sangat berkilau.



"Seperti inilah gambar cahaya yang sudah dibuat oleh Ahmar." 😎


     Sekarang aku sedang menggunakan gaun biru muda selutut dengan rambut yang aku biarkan terurai, tak lupa aku juga memakai bando biru muda dikepalaku.



     "Gaun inilah yang Hamra gunakan."



           "Ini bando yang Hamra gunakan."


     Aku bisa dengan mudah berkeliaran tanpa hijab jika berada dilantai dua dan tiga. Karna tidak ada prajurit yang menginjakkan kaki mereka kesini kecuali dayang, lagian kan mereka perempuan.


     Aku telah berdadan tipis untuk bertemu dengan suamiku, kakiku sedang melangkah untuk menghampiri suamiku yang sejak tadi sudah menungguku dikursi panjang.


     Aku pun sampai dibelakangnya dan menutup kedua matanya dengan telapak tanganku. Ia yang terkejut sontak memegang tanganku untuk membukanya dan saat ia melihat kebelakang ia jadi tersenyum lebar.


     “Ya ampun istriku cantik sekali!“ pujinya yang langsung menyuruhku untuk duduk disampingnya, pipiku mulai merona saat mendengar pujiannya.


     “Terima kasih!“ responku sambil menundukkan kepala.


     “Ada apa kau memanggilku?“ tanyaku penasaran.


     “Tidak! aku hanya ingin mengajakmu untuk sama – sama melihat keindahan samudra bintang,“ jawabnya sambil tersenyum.



        "Inilah gambar samudra bintang."


     “Aku tau, kau pasti sangat menyukainya kan?“ tanyanya yang langsung membuatku mengangguk bahagia.


     Aku pun mulai melihat kearah langit malam yang telah banyak dipenuhi oleh bintang yang tak berhenti berkedip kearah kami.


     Tak hanya sang bintang, ternyata malam ini juga ada sang bulan yang sangat indah.


     “Makasih ya sudah mau mengajakku! aku akhir – akhir ini sangat sibuk, jadi tidak sempat keatas untuk memandangi bintang. Lagian ia tidak selalu ada sih!“ ucapku sambil terus menatap kearah langit.


     Aku terus saja mengangumi benda ciptaan Ilahi tersebut sambil mengucapkan Subhanallah.


     “Kau tau kenapa aku suka bintang?“ tanyaku padanya.


     “Kenapa?“ tanyanya singkat sambil mengangkat seblah alisnya.


     “Karna bintang itu tidak sombong! walau pun dia indah, ia tidak pernah memamerkan atau menunjukkan dirinya pada manusia. Itu sebabnya ia tak pernah memperlihatkan dirinya pada siang hari, dan memilih malam hari karna banyak insan yang sudah tertidur. Jadi hanya yang setia menunggu kedatangannya saja yang di izinkan untuk melihatnya, itu sih hanya kata – kataku.“ jelasku akhirnya.

__ADS_1


     “Tapi kata – kata mu itu indah!“ pujinya sambil tersenyum dan membawaku keatas pangkuannya.


     "Kaka! aku boleh nanya gak?" tanyaku saat baru tersadar dari lamunanku.


     Sebenarnya pertanyaan ini sudah pernah kutanyakan sebelumnya pada teman - temanku. Namun, karena belum mendapatkan jawaban akhirnya aku memutuskan untuk menanyakannya pada Ahmar.


     "Kamu mau tanya apa sayang?" responnya sambil menatap mataku lekat.


     Setelah menghembuskan nafas aku pun mengucapkannya.


     “Pertanyaan pertama, mengapa sih Raja itu ingin merebut Kerajaan kami? kedua, kenapa sih mereka berambisi sekali untuk menculikku? padahal dulu kan aku tidak mempunyai ilmu apa –apa kecuali bela diri, sampai – sampai wajahku saja diubah total! apa sih alasannya?"


     "Dan yang terakhir yaitu pertanyaan yang ketiga, sebenarnya apa sih yang membuat mereka masih menyimpan ramuan ku itu bahkan menyembunyikannya? harusnya jika mereka ingin menang, mereka kan tinggal menghancurkan terus ramuan itu supaya aku tidak mendapatkan kekuatanku. Karna ramuan itu tidak akan berfungsi kecuali wajahku telah asli kembali,"


     Ahmar tampak berpikir sebentar.


     "Kalau Kaka gak tau, gak usah dipaksakan ya?" sambungku cemas.


     "Tidak kok! Insya Allah kaka bisa jawab pertanyaan kamu," responnya sambil tersenyum lebar.


     "Kalau untuk pertanyaan yang pertama Karna Istana Alhambra ini telah menjadi saksi bisu sekaligus bukti Kerajaan Islam di Spanyol atau Andalusia yang berdiri kokoh di bukit Lasabica. Mereka berniat untuk menghapus bukti tersebut dengan cara merubah apa yang sudah ada di negara ini,"


     "Untuk pertanyaan yang kedua, jika kamu sudah besar maka mereka akan sulit untuk melawanmu, dan untuk pertanyaan yang terakhir atau ketiga karna pada saat itu kekuatan mereka sudah sangat kuat!"


     "Hingga mereka lebih memilih memancingmu untuk datang sendiri, dari pada harus sulit - sulit menangkapmu dengan cara menjadikan keluarga kita sebagai umpannya. Sekarang! apakah kamu sudah puas dengan jawabanku?" jelasnya sambil menaikkan sebelah alisnya.


     Aku yang mendengarkan jawaban yang memuaskan darinya sontak langsung memeluknya erat sambil berkata "makasih Kaka! aku puas banget kok dengan jawaban Kaka, aku gak nyangka ternyata Kaka lah orang yang dapat menjawab pertanyaan yang selalu menghantuiku pikiranku."


     Ahmar hanya tersenyum sekaligus terkejut ketika mendapatkan perlakuan seperti itu secara tiba - tiba, ia pun mulai membalas pelukan gadisnya lebih erat.


     Aku jadi terkejut saat mendengarnya lalu mulai melepaskan pelukanku darinya.


     “Jadi itu semua darimu?“ tanyaku heran.


     “Iya sayang! aku selalu mengirim bunga mawar itu sebagai tanda untuk melepaskan rinduku setiap hari saat aku selalu mengingatmu,“ jawabnya.


     “Apakah kau tidak bosan?“ tanyaku tak habis pikir.


     “Aku tidak akan pernah bosan sayang!“ jawabnya sambil memeluk tubuhku kembali karna sempat merenggang.


     Aku pun membalasnya tak kalah erat. Entah mengapa aku jadi merasa tak ingin melepaskannya, karna pelukan hangatnya sangat nyaman bagiku.


     Dari jarak sedekat ini aku dapat mencium bau farfum yang menempel dibajunya, dan aku hanya menikmatinya. Ahmar juga menghirup lembut aroma rambut gadisnya, ia sangat menyukai aroma dari sampo yang dipakai oleh gadisnya.


     “Oh ya sayang! apakah kau juga yang menanan bunga didanau itu dengan bentuk love?“ tanyaku.


     “Iya,“ jawabnya singkat.


     “Tapi kapan kau membuatnya?“ tanyaku bingung.


     “Aku membuatnya dua tahun setelah kepulanganmu, dan akhirnya bunga itu tumbuh dengan baik selama setahun. Prajurit Istanamu yang dekat denganku, sudah melaksanakan tugasnya dengan baik dalam merawat bunga tersebut."


     "Aku mula – mula menggali hingga tanah itu berbentuk love, lalu menaburkan bibit dengan rapi kedalam bentuk itu dengan penuh perasaan dan akhirnya ia tumbuh seperti harapan. Aneka bunga mawar yang warna – warni dan indah berkumpul menjadi satu,“ ceritanya yang membuatku sangat terharu.

__ADS_1


     Aku pun mulai mengecup pipinya sesaat karna sangat bahagia, aku betul – betul menghargai perjuangannya.


    Ahmar hanya mematung sesaat saat gadisnya untuk pertama kali mengecup pipinya, ia pun membalasnya dengan pengecup bibir gadisnya pelan.


     Malam ini ia merasa sangat bahagia, ia ingin hubungannya dengan gadisnya selalu baik – baik saja dan jangan sampai bercerai.


     Itu tidak akan ia biarkan sampai terjadi! jika suatu hari nanti ada masalah, maka ia akan mencoba menyelesaikannya secara baik – baik bersama gadisnya.


     “Hamra!“ panggilnya hingga membuat gadisnya menatap manik matanya yang hitam pekat.


    “Aku berjanji! akan terus mencintaimu untuk selamanya, dan aku hanya akan menjadikan mu satu – satunya wanita yang akan menemani hidup ku dalam suka maupun duka.“ sambungnya.


     Mataku langsung berkaca – kaca saat mendengar ucapannya, tanpa kusadari air mataku mulai mengalir karna semakin terharu dengan apa yang suamiku katakan. Dengan sigap Ahmar pun menghapus air mata gadisnya.


     “Jangan menangis sayang! karna aku tidak akan membiarkan air matamu terjatuh begitu saja,“ pintanya sambil menatap sendu kearahku.


     Tanpa ia sadari air matanya juga sedang terjatuh, aku pun dengan sigap juga menghapus air matanya dengan kedua ibu jariku.


     “Kau jangan menangis juga sayang! karna aku akan tetap mencintaimu, dan berusaha menjadi istri yang baik untukmu. Mulai sekarang, aku tidak akan pernah membuatmu kecewa lagi. Apa lagi merasa cemburu, aku akan tetap berada dihatimu untuk selamanya." responku sambil meletakkan seblah tangaku tepat didadanya.


     Ahmar sudah tak dapat membendung kebahagiaannya lagi, ia kembali memeluk gadisnya sambil mengecup pipinya beberapa kali.


     “Terima kasih istriku, karna sudah mau menerimaku apa adanya.“ senangnya.


     “Pasti suamiku, aku akan berusaha untuk selalu mencintaimu sampai anak – anak kita lahir! bahkan saat kekuatan kita telah melemah karna penuaan, rambut yang beruban dan kulit yang telah keriput.“ responku meyakinkan.


     “Benarkan?“ tanyanya seakan tak percaya dengan apa  yang aku katakan.


     Aku hanya mengangguk sambil tersenyum bahagia, setelah itu ia kembali mengecup lama bibirku dan aku pun hanya membiarkannya.


    Aku sangat bersyukur dapat menjadi istri seorang Ahmar yang pemberani, sangat baik dan bijaksana. Ia juga tergolong seorang pria yang sabar dan tak pantang menyerah untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.


     Aku sangat mencintaimu Ahmar, untuk selamanya. Biarlah bulan, bintang dan tanaman disini menjadi saksi tentang perjanjian indah kita berupa ucapan yang telah menjadi sebuah kata – kata yang sangat berkesan untuk melangkah kedepan.


     Karna bagiku lebih baik dicintai dari pada mencintai. Sebab jika kita mencintai belum tentu orang yang kita cintai mencintai kita. Tapi jika kita dicintai maka itu adalah sesuatu yang indah, karna tugas kita hanya tinggal membuka pintu hati untuk orang yang sudah mau mencintai kita dengan tulus.


     Karna jika sudah jodoh, pasti ada saja yang membuat kita jadi selalu bertemu dengannya. Aku berharap! semoga Ilahi tidak membolak – balikkan hatiku untuk tidak mencintainya lagi.


    Karna yang aku inginkan adalah dicintai dengan tulus, bukan dengan sesuatu yang hanya menjadi incarannya. Tidak hanya ingin menguntungkan dirinya saja, karna harta Kerajaan.


     Tapi memang dari keyakinan dan panggilan yang membuatnya harus datang untuk menjemput seseorang yang telah ditetapkan sebagai pilihan untuk mendampingi hidupnya untuk selamanya.


                        THE END


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Alhamdulillah...


Bersyukur kepada Allah SWT dan Sholawat kepada Rasulullah. Karna Allah lah yang telah mempermudah ku untuk merangkai cerita ini sampai tamat.


Star sangat berterima bagi siapa yang sudah mau dukung sampai di bab terakhir ini... 🙏😇


Semoga panjang umur sehat selalu dan di lancarkan segala urusannya ya... 🤗

__ADS_1


Amiiin ya rabbal a'lamin...


__ADS_2