Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia

Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia
Part 16


__ADS_3

     Karna merasa tak enak aku pun berniat untuk menyusulnya.


     "Tapi bagaimana? kekuatanku sudah tidak ada," ucapku.


     Entah mengapa saat aku berkata seperti itu cincinku bercahaya, warna merahnya kembali pekat. Dengan ragu - ragu aku pun mulai membuat sebuah permintaan.


     "Sayap kupu - kupu," ucapku.


     Lalu dari punggungku muncullah dua pasang sayap yang sangat indah, ia berwarna pink.


     Kini aku langsung terbang menyusulnya setelah menganti pakaianku mengunakan kekuatanku dengan baju gamis pink polos dan jibab yang juga berwarna pink.



"Seperti inilah gamis yang Aisyah pakai ketika ia ingin berubah." 😘



       "Dan inilah contoh sayapnya." 😊


     Aku lalu terbang keluar dari lubang karna aku bisa merasakan kemana ia pergi. Aku mengarahkan kekuatanku hingga ketika ada yang keluar dari lubang, sofa akan terangkat sedikit hingga saat aku keluar berbentuk cahaya kecil baru berubah seperti semula kembali dan sofa akan turun pada tempatnya.


     Setelah itu aku langsung keluar dari pintu depan rumah yang kini telah terbuka. Itu pasti ulah peri itu, setelah menutupnya kembali baru aku terbang keudara.


     Tak berapa lama sampai lah aku disebuah hutan yang sangat lebat, dan aku mulai bersembunyi disebuah semak - semak saat mendengar sesuatu.



          "Ini lah gambar hutannya." 😬


     Aku tidak dapat melihat dengan jelas, karna kondisi disini masih sangat gelap. Terlihat lima orang pria berjaket yang sedang mengekang Khadijah. Ada yang memegang ditangan kanan, kiri, kaki kanan, kiri bahkan kepala.


     Mereka tampak merencanakan sesuatu yang jahat.


     "Kalian tau? ini pasti peri ajaib! jika kita memakannya kita pasti akan sakti," ucap pria berjaket kuning.


     "Kamu benar," sambung pria berjaket coklat.


     "Lepaskan aku!!!" teriak Khadijah sambil meronta - ronta.

__ADS_1


     "Setelah kami bersusah payah menangkapmu, kini kau dengan mudah menyuruh kami untuk melepaskanmu? oh!  tidak semudah itu," ucap sijaket merah.


     "Dasar gila! tak punya hati!" seru Khadijah kesal.


     "Berteriak saja sesukamu! sebentar lagi kau pasti akan mati sebagai daging panggang, dan itu akan menjadi santapan yang paling lezat untuk kami." ucap sijaket biru yang sukses membuat mulut Khadijah bungkam dalam sekejap.


     Aku yang sudah geram ketika mendengarkan perkataan mereka langsung mengepalkan tanganku.


     Amarahku sudah dipuncak. Walau pun aku merasa tertipu, tapi makhluk itu tidak salah sama sekali. Dengan berani aku pun langsung terbang kearah mereka setelah memakai menutup wajah. Mereka yang awalnya sibuk tertawa, kini jadi terkejut saat melihat kedatangan sosokku.


     Bukannya takut mereka malah kagum melihat keindahan sayapku.


     "Tidak usah memandangku seperti itu! cepat serahkan temanku," pintaku sambil memberikan tatapan tajam kepada mereka.


     "Hahaha, kau tidak usah sombong! kau itu hanya lah wanita yang lemah! kau tidak tau kelicikan kami," remeh sijaket merah.


     "Siapa peduli! jangan menghina sebelum kau menyesal setelah mengatakannya," peringatanku.


     "Ah! apa kau pikir kami peduli? oh tentu tidak!" ledek sijaket coklat.


     "Baiklah! kalau kalian meminta ayo kita bertarung saja, tapi sebelum itu lepaskan dia." perintah ku yang hanya direspon dengan tawa mereka tapi aku berusaha untuk mengontrol emosiku terlebih dahulu.


     "Aku tidak akan membiarkan itu terjadi," dengusku kesal.


     "Oke!" ucap sijaket hijau mulai membuka suara.


     Tiba - tiba saat aku belum siap untuk menyerang mereka, dengan liciknya mereka langsung melempar bola yang ternyata bom kearahku. Aku mencoba menghindarinya, tapi sayang! bom itu telah mengenai sayapku. Aku pun hanya mampu meringis dan jatuh ketanah.


     Sebelum api itu menjalar kepunggungku, aku langsung bergegas menghilangkan sayap itu dengan kekuatanku dan tanpa sadar aku juga menghilangkan penutup wajahku. Akibatnya mereka jadi mengenaliku.


     "Wah! wah! ternyata kau cukup cantik ya!" ucap seseorang berjaket hijau.


     "Jangan mendekatiku," ucapku masih merasakan sakit dipunggungku akibat terjatuh tadi. Aku kini sedang dalam posisi terduduk.


     "Sudah cukup! lepaskan dia! kalian bisa lakukan apa saja padaku!!!" teriak Khadijah sedih, matanya mulai berkaca - kaca.


     "Tidak apa - apa khadijah!!!" teriakku padanya sambil berusaha untuk tersenyum.


     "Ini semua salahku!!! andai saja aku tidak mengusirmu!!! ini semua tidak akan terjadi!!! aku minta maaf!!!" teriakku sedih.

__ADS_1


     "Hahaha! sudah ku bilang wanita itu memang lemah, kami sudah memperingatimu bahwa sanya kami itu licik! tapi kau tetap saja keras kepala." hina jaket merah.


     "Kalian curang!!! kalian memang pengecut!!! sebelum berkata mulai dalam sebuah perlawanan kalian langsung menyerangku tanpa memberi kesempatan untukku!!!" teriakku geram sambil menggertak mereka.


     "Berani - berani nya kau menggertak kami," ucap mereka bersamaan lalu mulai melangkahkan kaki mereka hendak mendekat kearahku.


     “Aku masih belum kalah! aku akan bertarung dengan kalian lagi dengan jurus silat asliku tanpa menggunakan kekuatan sedikit pun, jadi jangan pernah kalian mendekati ku terlebih dahulu.“ cegahku.


    "Oh! benarkah? aku kira kau sudah kapok karna sayap mu telah terbakar! dan sekarang kau menyerah! ternyata kau hebat juga yah! masih mau bertanding kembali dengan orang selicik kami,“ ucap jeket biru.


     "Aku bukan wanita pengecut seperti yang kalian pikirkan! kalian akan menyesal nanti, jika sekarang tak ingin menyerah dan meminta maaf pada Khadijah.“ ancamku.


     Lagi – lagi mereka hanya tertawa.


     “Oh benarkah? kami tidak akan minta maaf! paling permainan ini hanya sebentar dan kau tak lama lagi akan menjadi milik kami bersama peri itu,“  ucap jekat coklat sambil memandang remeh kearahku.


     


     Kini amarahku sudah tak dapat lagi kubendung. Tanganku sudah mengepal kuat. Aku mulai menggunakan kekuatanku hanya untuk mengganti kostum saja tidak lebih.


     Aku pun mulai bangkit dari posisiku untuk menghadap kearah mereka yang sejak tadi telah merendahkanku.


     “Kalian telah bermain dengan orang yang salah! kalian sudah masuk kedalam perangkap ku dan tak akan pernah kulepaskan. Kalian akan mati tak lama lagi, aku hanya bersikap lemah saja sejak tadi karna aku masih memiliki hati untuk kalian! tapi karna kalian tidak! maka aku pun akan melakukan sikap yang sama seperti kalian!" ucapku dengan tatapan tajam.


     "Apa? kalian bilang kalian licik? hahaha! kalian hanya terlalu pd. Jika kalian bilang kalian licik maka aku lebih licik dari pada kalian, sekarang kalian rasakan saja sendiri. Aku tau kalian semua disini juga anak – anak silat.“ tunjukku geram.


     “Tapi yang paling ahli adalah ketua kalian sijaket merah, sedangkan kemampuan kalian dibawah dia.“ sambungku yang membuat mereka menganga tak percaya.


     “Bagaimana dia tau?“ batin salah satu dari mereka.


     Mereka mulai merasa takut dengan ku, bulu kunduk mereka saja sudah merinding saat melihat tatapan ku yang mematikan. Tapi mereka harus tetap memastikan kehebatan wanita itu terlebih dahulu agar tak tertipu dengan tampangnya, tanpa memberi aba - aba terlebih dahulu aku pun langsung melaksanakan strategiku.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇

__ADS_1


__ADS_2