
Tak berapa lama mobil polisi pun datang dan menangkap mereka semua. Mereka hampir tak terima, tapi polisi tetap bersikeras untuk menahan mereka dan menganggap mereka pembunuh si mayat yang tertembak tadi.
"Pak! saya bukan pembunuh pak! saya kesini untuk menyelamatkan sahabat saya pak! Alika! pria ini yang mengejarnya," ucap pria berjaket merah yang bernama Rendi.
"Diam!!! jelaskan dikantor polisi nanti!!!" bentak seorang polisi wanita yang sedang merantai tangannya Rendi .
Rendi kini mulai diam, pikirannya berkecamuk.
"Ya Allah! berikan keadilanmu ya rabb!" pintanya sambil menangis.
Ia sangat takut berita ini didengar oleh orang tuanya walau pun ini bukan kesalahannya sendiri, mereka pun dibawa kekantor polisi dan langsung dipenjara.
Ia sangat tak terima, polisi tidak pernah percaya dengan kata - kata mereka. Ia merasa hancur harapan, teman - temannya yang lain juga mengalami nasib yang sama sepertinya dan merasa semua ini sungguh tidak adil.
Jaket coklat mulai geram.
"Kenapa sih? manusia selalu menyiksa yang benar sedangkan yang salah dibebaskan. Aku tidak mengerti! kalau orang tuaku tau, aku pasti akan mati. Orang tuaku tidak akan mau mendengarkan penjelasanku sedikit pun," rintihnya.
Akhirnya mereka semua memilih diam saat Rendi berkata "hai teman - teman! lebih baik kita mengaji surat yasin, kalian semua pasti udah pada hafalkan? setelah itu mari kita berdoa supaya Allah memudahkan kita untuk melalui ujian yang lumayan berat ini dan pasti mampu menjelekkan nama keluarga kita masing - masing, kalian mengerti?"
Mereka semua mengangguk pertanda setuju dengan sarannya .
Akhirnya Rendi pun membuka bacaan "ta qabbalallahuminnaa wamingkum," mereka semua yang telah duduk membentuk lingkaran langsung menjawab "minnaa wamingkum taqabbalallah," lalu mereka semua mulai mengucapkan nganguzubillah dan bismillah.
Tak berapa lama kemudian hati mereka mulai tenang dan merasa sangat bahagia walau ada dalam penjara kecil yang kotor.
Dindingnya terbuat terbuat dari semen yang telah berlumut parah. Sampah bertebaran disekitar penjara, tong sampah dapat dengan mudah mereka temukan dipenjara tersebut yang begitu dekat dengan tiang yang mengurung mereka semua.
"Beginilah kondisi penjara mereka, jika kalian yang disuruh tinggal disana tanpa kesalahan gimana?"
Setelah mengaji yasin mereka kini mulai membersihkan penjara mereka, salah seorang dari mereka hendak mengambil sampah dan mengangkatnya.
__ADS_1
"Pling!" suara benda yang terbuat dari besi mulai jatuh kelantai.
Pria tersebut sungguh terkejut saat mengetahui asal dari benda apakah suara itu, ternyata itu adalah sebuah kunci abu - abu berukuran sedang yang mempunyai dua gigi.
"Hai kawan - kawan!" panggilnya setengah berbisik.
"Beginilah bentuk kuncinya." 😎
Rendi yang sejak tadi memperhatikannya langsung mengambil kunci yang berada ditangannya, tanpa rasa takut ia mulai mencoba memasukkan kunci itu kedalam daun pintu.
Dan saat kunci diputar kekanan, pintu itu pun mulai terbuka. Mereka semua mengucapkan Alhamdulillah karena merasa bersyukur.
Untung para petugas sedang tidur dengan sangat lelap, jadi mereka dapat dengan mudah keluar dari ruangan yang menyiksa itu. Mereka terus mengendap - endap seperti pencuri hingga sampai kepintu gerbang.
"Beginilah kondisi gerbang penjara yang akan mereka lalui." 😊
Polisi itu terlihat sangat marah lalu mulai menekan bel yang langsung menyalakan lampu merah dengan suara yang keras, suara yang mampu memekakan telinga siapa saja yang mendengarnya.
Lima orang polisi langsung keluar dengan membawa pistol mereka masing - masing, mereka mulai berlari sekuat tenaga tanpa ada yang berpencar. Hingga tibalah mereka disebuah gunung, lalu mulai mendakinya ketika mereka sudah masuk kedalam hutan yang lebat.
"Hai! berhenti kalian semua! atau kalian akan kami tembak!!!" teriak seorang polisi yang memiliki badan yang lumayan besar.
Dengan gesit mereka pun langsung bersembunyi didalam sebuah lubang yang sangat besar dan luas. Dibagian atas lubang itu ditutupi oleh batang pohon dan dedaunan, kini mereka langsung menggeser dua batang pohon dan mulai masuk kedalam lubang.
"Inilah lubang yang menjadi tempat persembunyian mereka."
Tangan mereka langsung sibuk menarik dedaunan yang ada diatas untuk menutupi sedikit lubang tersebut yang menjadi jalan mereka masuk.
__ADS_1
"Huh!" ucap seorang polisi yang memiliki badan kurus.
"Mana sih mereka?" sambungnya lagi.
"Ia, ini gawat banget! mereka udah disidang masih juga gak terima, padahalkan cuma dipenjara lima tahun." keluh seorang polisi gendut.
"Hoi! lima tahun itu lumayan lama juga lho! yang enggak - enggak aja," sambar polisi kurus .
Polisi yang lain hanya diam, mereka tidak berani berkata apa - apa, karna mereka hanya anak buah dari polisi gendut dan kurus itu.
"Halo! 🤗 ada yang mau kenalan gak? sama pak polisi kurus dan gendut, 😉 siapa tau kalau kena kasus nanti dapat dibela." 😂😁
"Hei! lihat batang pohon itu rapi sekali disusunnya, tapi juga terlihat sangat mengganggu pemandangan hutan yang sangat indah ini, pindahin ah!" ucap seorang anak buah dari mereka.
Ketika mendengar ucapan polisi itu wajah Rendi mulai pucat, ditambah lagi dengan teman - temannya yang telah berjalan keujung lubang sambil bergetar hebat.
Saat polisi itu hendak memegang batang pohon itu tiba - tiba tangannya pun ditahan oleh bos gendut.
"Lho, kenapa?" tanyanya bingung.
"Kamu nih! kayak gak ada kerjaan aja! nanti kalau udah capek! sendiri juga yang susah," ucapnya tegas.
"Iya, maaf bos!" ucapnya menyesal.
"Yok! kita cari ketempat lain," ajak anak buah yang lainnya serentak.
"Ia, ayo!" jawab bos lalu ia pun langsung di ikuti oleh polisi yang lain.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
__ADS_1
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇