Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia

Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia
Part 68


__ADS_3

     "Aku akan membantumu!“ seru Ahmar tak tinggal diam.


     “Tidak Ahmar! bukan nya aku sombong, tapi kekuatanmu tidak cukup untuk ini semua. Aku lah yang mengetahui kelemahan makhluk itu, karna aku pernah bertemu dengannya. Kamu tidak mau kan Hamra sedih karna kamu terluka? menurutku Hamra sangat menyayangimu, jadi tolong sabar yah! dan tunggu disini saja. Berdoalah untuk keselamatannya,“ tahannya dengan tangan yang ia letakkan tepat didada Ahmar.


     “Jadi aku hanya bisa menonton saja dan akhirnya melihat nyawanya mati karna terbakar? itu tidak mungkin!!!“ pekiknya sambil mengacak rambutnya yang sudah mulai berantakan.


    “Jangan bodoh Ahmar! kamu harus kuat! kamu gak mau kan mati sia – sia nanti? apa lagi jika Hamra selamat! ia tak kan rela kau mati gara – gara dia!“ peringatnya sambil mencengkram bahu Ahmar.


     Ahmar pun menurut walau hatinya sangat kesal, ia sadar bahwa apa yang dikatakan pria itu benar dan dia tak akan rela bila Hamra selamat dan ia mati. Maka Hamra pasti akan menyakiti dirinya sendiri, akibat rasa bersalah.


     Akhirnya pengeran terbang menuju mereka berdua yang masih dalam kobaran api.


     “Siapa kau?“ tanyaku panik saat melihat seorang pria yang hendak mengeluarkan kekuatannya.


     “Tunggu! jangan kau hancurkan rencanaku!!!“ gertaknya.


     “Memangnya kenapa?" tanyanya bingung.


     “Hahaha,“ tawanya yang membuat Arfah semakin bingung.


     “Kini aku sudah tau semuanya! saat membakarnya, ternyata ia sudah menelan seseorang yang amat berharga dalam hidup mu!“ ucapnya penuh penekanan.


     “Siapa?“ tanyanya lagi masih tidak mengerti.


     “Ibundamu!“ jawabnya yang sontak membuat pria itu gemetar ketakutan. Air mata membanjiri pipi tampannya, nafasnya jadi tak beraturan.


     Ia mulai mengingat kejadian pertama kali ia kehilangan ibundanya hingga membuat ayahandanya sangat sedih lalu pinsan dan belum terbangun sampai sekarang.


     Sekali terbangun pria itu selalu meneriaki nama istrinya yang tak kunjung datang hingga membuatnya tertidur kembali, ia masih dalam keadaan koma sampai sekarang.

__ADS_1


     Saat itu ia sedang memanggil ibundanya untuk turun saat  makan malam, tapi tak kunjung ada jawaban setelah diketuk beberapa kali dan saat ia membuka pintu dikamar itu ia tidak menemukan sosok ibundanya.


      Tapi ia dapat melihat sedikit asap hitam yang masih terlihat dijendela, saat ia ingin menghampirinya asap itu telah terbang ditiup angin. Ia pun menangis histeris dan mulai mencari ibundanya yang tak kunjung ditemukan sampai sekarang, ternyata makhluk ini lah yang ia cari selama ini.


     “Kau pasti sudah sangat merindukannya!" seruku yang langsung diangguki olehnya.


     “Aku akan mengeluarkan jurus untuk mendorong tubuh ibundamu keluar dari tubuh makhluk ini agar tak terlahap oleh api. Tapi aku hanya mampu mengeluarkan kaki ibundamu saja, jadi selebihnya aku muhon agar kau bantu menariknya dari dalam mulut makhluk ini." sambungku serius.


     "Tak akan ku biarkan itu terjadi!“ ucap makhluk itu sambil mengatup rapat kedua mulutnya.


     “Oh yah? dalam kondisi yang lemah seperti ini kau masih berani dan sok kuat dalam menghalangi segala keinginanku? asal kau tau yah! aku memang gila karna mau membakar diriku sendiri hidup – hidup dari pada tidak berguna sama sekali!" ucapku yakin lalu mengeratkan pelukan hingga perutnya jadi tertekan.


     Mau tidak mau ia harus memuntahkan isi yang ada didalam perutnya. Dua buah kaki langsung keluar dari mulutnya, karna saat ia menelan wanita itu ia sedang dalam keadaan berbaring menghadap ke kepala ranjang.


     Jadi kepalanya lah yang menjadi incaran pertamanya. Pangeran yang melihat kaki ibundanya, tak mampu lagi membendung rasa bahagianya.


     Ia langsung menarik kaki itu dengan sekuat tenaga hingga akhirnya berhasil. Wanita itu sedang  melihat kearahnya dan memegang pipinya setelah Arfah membetulkan posisi ibundanya.



"Assalamualaikum semuanya, 🤗 perkenalkan aku ibunda Arfah." 😊


      “Apakah kau memang putraku nak?“ tanyanya.


     “Iya ibunda, ini putramu.“ jawabnya sambil memegang tangan ibundanya yang sedang mengelus pipinya dengan sebelah tangannya, semua yang melihat suasana itu jadi sangat terharu.


     “Cepat bawa ibunda mu ke Istana! keadaannya sangat lemah! jika terlambat sedikit saja, kau pasti akan kehilangannya karna detak jantungnya sangat lemah.“ perintah Hamra sangat khawatir.


     “Hamra! disaat kondisi sepeti ini kau masih saja memikirkan keselamatan yang lain. Padahal kau sendiri hampir matang dalam kobaran api yang panas ini! terima kasih! aku pasti akan membantumu setelah ini calon adik iparku,“ batinnya sambil tersenyum.

__ADS_1


     Saat ia ingin turun ketanah ia pun melihat kearah Hamra.


     “Lalu bagaimana dengan mu?“ tanyanya khawatir dan masih tak tega jika harus pergi terlebih dahulu, sedangkan yang ditanya malah tersenyum dengan sebuah rencana yang sudah tersusun rapi dikepalanya.


     Ia pun menagis.


     “Aku tau kau adalah calon kaka iparku nantinya! dan aku yakin kau pasti akan menjaga kakaku dengan baik. Kau tak lama lagi akan menjadi anak dari kedua orang tuaku dengan sebutan ibu mertua dan ayah mertua, jadi tolong jaga mereka.“ ucapnya dalam isak tangis yang mampu menyayat hati siapa saja yang mendengarnya.


     “Apa maksudmu Hamra?!!“ pekiknya.


     Entah kenapa saat Hamra berkata seperti itu dadanya jadi sedikit sakit.


     “Dan tolong jaga Ahmar yah! ia pasti nanti akan merasa sangat kesepian karna aku tak akan ada lagi disisinya, aku tau kau bertujuan untuk menolongku karna terbang kesini. Sampaikan salam maafku pada mereka jika aku mempunyai salah."


     "Kaka ipar harus ikhlaskan aku yah? aku akan memakai cara peledak setelah membawanya kelangit yang tinggi lalu langsung meledakkannya. Karna hanya itu yang dapat membuatnya menjadi abu dalam sekejap,“ beritahuku.


    Mereka yang menonton masih tak mengerti ucapan antara kami berdua.


     “ini!“ ucapku sambil melempar dua buah cincin kepadanya yang langsung disambut dengan sebelah tangannya.


     “Itu adalah cincin kami! yang berwarna hijau itu milik kak Ahmar yang didapatkan dari hutan Beriday, sedangkan yang merah milikku yang kudapatkan dari larva gunung Beriday. Tolong katakan padanya jika dia rindu denganku, pandangi saja cincin merah itu karna aku akan sentiasa ada disana untuknya.“ sambungku yang sudah menangis deras .


     “Maafkan aku! aku sudah tidak ada waktu lagi,“ sambungku.


     Ia pun hanya mampu memandang tubuhku yang sudah membawa makhluk itu menjauh, cincin yang awalnya terasa begitu membakar kulitnya sudah ia dinginkan dengan kekuatannya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗

__ADS_1


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇


__ADS_2