Misteryous Detectif

Misteryous Detectif
Pernikahan Kacau (Tamat)


__ADS_3

Fredy yang kembali lebih dulu, artinya dia yang memenangkan pertandingan berkuda. Qin tersenyum melihat ke arah Fredy, lalu setelahnya mereka berdua pergi ke KUA.


Beberapa hari kemudian, dekorasi pesta sudah disiapkan. Ijab qobul pernikahan dimulai, dengan bapak penghulu. Suara kata sah, terdengar dari mulut para saksi. Qin dan Fredy digiring hingga duduk di kursi pengantin.


"Sayang, akhirnya kita sudah sah." ujar Qin.


"Iya sayang, aku sudah lega." jawab Fredy.


"Kalau begitu, aku salami tangan kamu." ucap Qin.


"Iya sayang." jawab Fredy.


Mereka mulai melakukannya, Qin menyalami tangan Fredy. Lalu, kening Qin dicium olehnya.


Suara tembakan terdengar di luar gedung, acara pernikahan yang hendak berlangsung dihentikan sementara waktu. Orang-orang berpenutup kepala sengaja mengacau, ingin balas dendam pada mereka. Sudah diberikan instruksi oleh bos Rudal, untuk melakukan hal tersebut.


Dor!


Dor!


Fredy melemparkan jas ke wajah para penjahat tersebut. Anyi dan Limuq berlari keluar gedung, untuk mencari bantuan para polisi.


"Pak polisi, di dalam gedung ada keributan. Segera bantu tuan rumah untuk mengatasinya." ujar Limuq.


"Iya, kami akan memberantas kejahatan secepatnya." jawab seorang polisi, sambil memberi kode pada rekan kerjanya.

__ADS_1


Mereka segera masuk ke dalam, untuk menangkap para penjahat beramai-ramai. Mereka berlari berusaha membebaskan diri, dari kejaran polisi. Tidak lupa masuk ke dalam toilet umum, dan tidak segan berganti baju dengan para manusia yang ada di dalam.


"Ayo ganti baju kamu dengan milikku, atau aku bunuh kalian." Berucap dengan lantang, mengancam lawan bicara.


"Baiklah, tunggu sebentar." jawab salah satu pria muda.


Setelah pakaian diberikan, mereka langsung kabur begitu saja. Lalu setelahnya, polisi menangkap mereka di ujung gang.


"Ternyata benar laporan pria muda dalam toilet umum, bahwa mereka akan berlari ke sini." ujar polisi, sambil menyodorkan tembak.


"Kurang ajar pria sialan itu, hanya dimintai baju sudah berani mengadu pada aparat kepolisian." Memaki-maki tidak terima.


Mereka melakukan perlawanan, hingga ditembak dari kejauhan. Sekelompok polisi yang lain telah datang mengepung. Pemberontakan masih terjadi, dan menewaskan banyak polisi.


"Sekarang juga, ayo kita kepung tempat pesta." ajak salah satunya.


Sementara di sisi lain, acara resepsi sudah dibubarkan. Qin dan Fredy cepat-cepat berganti baju biasa, supaya lebih mudah melakukan serangan. Arka dan Karina turut serta membantu, dengan membawa senjata senapan angin.


Dalam perjalanan, Anyi beli pop ice. Dia menawarkan Limuq untuk minum bersamanya. Limuq menerima saja suapan dari tangan Anyi.


"Eh, menurut kamu sudah aman belum, gedung yang disewa Fredy dan Qin?" tanya Anyi.


"Aku juga tidak tahu, kita berdua 'kan langsung disuruh pulang." jawab Limuq.


Kelompok penjahat memasuki pintu, Arka dan Karina melayangkan peluru lalu bersembunyi. Dua orang tewas, dan melakukan serangan ke segala penjuru rumah. Qin dan Fredy menyerang dari tingkat lantai atas, lalu bersembunyi pada sebuah tiang tembok.

__ADS_1


Dor!


Dor!


Dor!


Serangan dari Qin banyak menewaskan, para pemberontak tersebut. Arka dan Fredy juga gesit, dalam melakukan serangan. Bidikan mereka tepat sasaran, hingga menembus dada dan jantung.


"Awas Qin!" Fredy menarik Qin, tatkala sebuah peluru melayang menghampirinya.


Qin terkejut saat Fredy menariknya. "Memangnya ada apa?"


"Ada bos Rudal." Fredy melirik ke arah pintu, lalu menekan pistol.


Dor!


Bos Rudal tertembak hingga tewas di tempat. Joy dan Timon melakukan serangan, lalu ditembak Arka dan Karina. Keduanya berhasil mengelak, lalu mengincar Qin dan Fredy yang ada di lantai atas.


Dor!


Dor!


Sebuah tembakan dari belakang menewaskan Joy dan Timon. Mereka terjatuh saat punggungnya terkena peluru, dengan luka masing-masing.


"Kami berdua datang tepat waktu." ucap Limuq dan Anyi bersamaan.

__ADS_1


Qin dan Fredy tersenyum, ke arah temannya. "Kerjasama yang bagus."


(Tamat)


__ADS_2