Misteryous Detectif

Misteryous Detectif
Menyelesaikan Tugas Tepat Waktu


__ADS_3

Bos Rudal melihat jam tangannya, menunggu Qin membereskan dengan cepat. Kejadian semalam berusaha ditutupi, karena tidak ada bukti. Qin bilang dia terpeleset di lantai, lalu pulang karena listrik padam. Dia tidak ingin mengatakan apapun, tentang orang-orang yang menghalanginya menyelesaikan pekerjaan lembur.


"Begitu lamban, harusnya dipulangkan ke kampus." Jenny menghasut bos, secara terang-terangan di hadapan Qin.


"Dengan kemampuanku, pasti bisa menyelesaikan dalam waktu setengah jam saja. Bersantai saja Kak Jenny, tidak perlu repot-repot memerintahkan mulutmu bekerja." Qin sedikit menyombongkan diri, agar Jenny tidak meremehkannya.


"Oh gitu, kita lihat saja. Kamu bicara denganku saja, sudah memotong waktu." Jenny tersenyum jahat.


"Maka, tinggalkan aku sendiri." pinta Qin, lembut tapi menyindir.


Jenny dan bos Rudal keluar dari ruangan, dan siapa sangka Tiger dan Friska berada di belakang pintu. Mereka segera mengunci pintu ruangan, lalui berlarian membantu Qin mengerjakannya. Dengan begitu pasti terkejar dengan cepat targetnya.


Plok!


"Tos, akhirnya tugas selesai." Qin bisa menghela nafas lega, di waktu yang tepat.


Tiger membenarkan posisinya, pundak terasa pegal. "Cepat sembunyi, mereka akan segera masuk."

__ADS_1


Friska dan Tiger membuka kunci, lalu bersembunyi lagi saat bos Rudal sudah masuk ruangan. Qin memberikan laporan yang telah dikerjakannya, dan Jenny merasa kesal. Bagaimana mungkin sebanyak itu bisa selesai beberapa menit saja.


”Awas saja kamu Qin, aku pasti akan menjatuhkan kamu. Tidak mungkin laporan sebanyak itu selesai, dalam waktu setengah jam. Pasti ada rencana, yang sudah dipersiapkan dengan baik.” Berbicara dalam batin, sambil menatap tajam ke arah Qin.


Mereka keluar dari ruangan sekretaris, menuju ruangan rapat. Tiger dan Friska keluar, setelah Qin memberi kode aman. Mereka kembali ke ruangan kerja, begitupula dengan Qin. Masih banyak tugas lain yang menggelinding.


"Bos, bagaimana hasil meeting hari ini?" tanya Qin.


"Hasil rapat hari ini begitu sempurna." jawab bos Rudal.


"Ikut senang mendengarnya." ucap Qin.


"Jangan bangga dulu, semua tidak terlepas dari kerjasama." sahut Jenny.


"Tenang Kak Jenny, aku orang yang tahu diri." Qin menundukkan kepala, senyum setulus mungkin.


Malam hari melaksanakan lembur lagi, namun ada kejutan yang tidak terduga. Fredy datang membawakan makan malam, dan menemaninya lembur.

__ADS_1


"Kamu baru keluar dari rumah sakit, mengapa datang ke perusahaan. Ini terlalu berbahaya, aku tidak mau terjadi apapun sama kamu." ucap Qin.


"Aku mau membantu kamu, tidak membiarkan calon istri sendirian." jawab Fredy.


"Sudah merasa bersalah, tentang kejadian waktu itu." Qin tertunduk lesu.


"Sudah, sudah, yang penting aku tidak apa-apa." jawab Fredy.


Qin dan Fredy duduk bersama, lalu menghadap komputer di depannya. Qin membuka kotak bekal, dan makan sebentar untuk mengganjal perutnya yang berbunyi. Tiba-tiba mendobrak, kaki-kaki penjahat malam itu usil.


"Apa ada orang yang mau masuk ruangan ini?" Fredy tidak tahu apa-apa.


"Berhenti santai, segera kunci pintu ruangan." Qin berlari, lalu menguncinya dengan rapat.


Tanpa aba-aba, listrik mati tak bisa dikendalikan. Qin mengambil senjata di dalam tasnya, untuk berjaga-jaga dari bahaya. Qin dan Fredy saling meraba, menghidupkan senter pada ponsel masing-masing.


"Qin, kamu makan saja dengan nyaman. Biar aku yang berjaga-jaga." ucap Fredy.

__ADS_1


"Tidak perlu, kamu juga makan . Lagipula pintu terkunci, mungkin aman." jawab Qin.


__ADS_2