Misteryous Detectif

Misteryous Detectif
Mengalihkan Perhatian Para Mafia


__ADS_3

Duar! Duar!


Suara tembakan menggema, terdengar dari salah saru ruangan. Qin memberanikan diri mengintip, dari balik pintu.


"Hah, itu 'kan Tiger." Friska menutup mulutnya sendiri.


"Kita harus menolongnya, bagaimana ini." Anyi terlihat bergemetar.


"Aku juga tidak tahu, bagaimana cara untuk membantunya. Kalau kita muncul, mereka akan membunuh kita." ujar Friska.


"Aku tahu, kita harus memancing mereka agar meninggalkan ruangan itu." jawab Qin.


Fredy sengaja mendobrak-dobrak pintu, saat yang lainnya telah bersembunyi. Hal tersebut membangunkan kemarahan anak buah Joy. Fredy dikejar sampai ke tingkat paling atas, dia bingung ketika tidak ada tempat untuk bersembunyi lagi.


Friska dan Anyi memancing orang-orang, yang masih berada dalam ruangan. Friska dan Anyi berlari duluan, sebelum mereka membuka pintu. Orang-orang itu keluar, dan Qin masuk ke dalam. Dia menolong Tiger, yang berada di dalam sana.


"Ayo Tiger, cepat keluar dari sini." ajak Qin.


"Iya Qin." jawab Tiger.

__ADS_1


Anyi dan Friska berhasil keluar dari gedung tersebut. Baru saja mereka mau masuk ke dalam helikopter, namun ternyata ada orang bertopeng yang melempar bom.


"Hah, ada bom. Ayo kita kabur sekarang." ujar Friska.


"Haduh, mau kemana lagi. Aku sudah bingung sekarang." jawab Anyi.


Friska dan Anyi berlari bersamaan, namun Anyi tidak menginjak tali jebakan. Tiba-tiba tubuhnya terbalik, dan kakinya tergantung sebelah.


"Friska, tolongin aku!" pinta Anyi.


Friska melihat orang-orang itu semakin mendekat. "Maaf Anyi, aku gak bisa menolongmu. Aku akan mencari bantuan terlebih dulu."


Friska mencekal telapak tangannya. "Ayo cepat lari."


"Iya, iya, tunggu sebentar." Anyi masih berusaha melepaskan, tali yang membelit betisnya.


Anyi berhasil melepaskan tali tersebut, dan segera berlari tunggang langgang. Friska yang memandu jalan di depannya. Beberapa orang masih mengejar di belakang. Sementara Qin sendiri tergesa-gesa, untuk membantu Tiger lolos.


"Tiger, ayo cepat kamu kabur duluan." ujar Qin.

__ADS_1


"Lalu bagaimana denganmu." Tiger tampak khawatir.


Qin masih menahan pintu, yang memiliki pengait tajam itu. Jika mereka keluar bersamaan, habislah riwayat keduanya.


"Aku akan menahannya agar tidak mengenai tubuhmu. Ayo cepat kabur, waktu kita tidak banyak." ujar Qin.


"Baiklah, kau hati-hati di dalam." jawabnya.


Tiger dengan berat hati meninggalkan Qin sendirian. Kini dia berhasil berada di luar, hatinya tidak ingin menyia-nyiakan pengorbanan Qin.


Qin segera berlari ke kamar, saat melihat beberapa orang yang muncul. Dia mengunci rapat-rapat pintu kamar. Tidak disangka, bahwa Fredy ada di dalam sana.


"Kita harus keluar dari sini." ujar Fredy.


"Iya, aku pasti mengusahakannya." jawab Qin.


Qin membuka jendela, lalu kakinya melompat ke genteng rumah. Qin melihat para mafia itu, yang berada di bawah. Qin segera melemparkan senternya ke semak belukar, hingga membuat perhatian mereka teralihkan. Sekali lagi, dan berkali-kali lagi dia mencoba kabur.


Brak!

__ADS_1


Akhirnya Qin berhasil melompat, tinggal menunggu Fredy. Mulai terlihat tangan dan kakinya, yang berusaha lompat ke bawah. Sedikit lagi berhasil, setelah berusaha mengulurkan kaki tergesa-gesa. Qin yang ikutan panik, takut terlambat menyelamatkan diri.


__ADS_2