Misteryous Detectif

Misteryous Detectif
Qin Tertangkap


__ADS_3

Limuq, Anyi, Qiya, dan Dirga masuk ke dalam penginapan. Mereka melihat, bagaimana penginapan itu dirawat. Sangat bersih dan seperti baru dihuni.


"Apa Qin dan teman-temannya menginap di sini iya?" tanya Anyi.


"Mana ada yang tahu, sedangkan dihubungi saja tidak bisa." jawab Limuq.


"Namun, aku merasa seperti itu juga." ujar Dirga.


"Sama, tempat ini seperti baru ditempati." jawab Qiya.


Qiya dan Anyi segera memasak di dapur, untuk makan siang bersama. Perut mereka telah keroncongan, karena merasa kelaparan.


Qiya dan Anyi membawa makanan, ke ruangan depan. Mereka berdua tersenyum, saat melihat dua wanita membawa nampan.


"Ternyata, kalian rajin juga." puji Limuq.


"Rajin dong, kami 'kan anak baik." jawab Anyi.


"Dasar kera hutan, merasa paling baik sendiri." ledek Limuq.


"Gak lucu bercandanya, karena aku ini cantik. Tidak pantas disamakan dengan kera jelek." jawab Anyi.

__ADS_1


"Sudahlah, lebih baik makan saja. Jangan bertengkar terus, nanti rezeki menjauh." ujar Qiya.


"Gak ada Qin, gantinya kamu yang sok bijak." jawab Anyi.


"Sekadar mengingatkan kawan." jawab Qiya.


Mereka mengunyah makanan, yang dimasukkan ke dalam mulut. Benar-benar terasa enak, telur panggang dengan saus kecap.


"Aku akui, ini adalah ide Qiya. Benar-benar ratu chef handal." puji Anyi.


"Tidak juga, Qin lebih pintar dari aku." jawab Qiya.


"Kalian berdua sama-sama terbaik, sepanjang kursus praktik alam bebas." ujar Dirga.


"Bagaimana mau bertemu, kabar saja tidak tahu." jawab Qiya, dengan lesu.


Qin mendapat cambukan berkali-kali, dari bos Joy. Tubuhnya kini lemas, penuh dengan luka memar. Belum lagi kepala belakangnya, yang dicambuk juga. Padahal, Qin masih proses pemulihan juga.


"Hei anak muda, cepat katakan apa tujuanmu ke sini?" tanya Joy.


"Tujuanku ke sini adalah, untuk orang yang memiliki jam tanganmu." jawab Qin berani.

__ADS_1


"Waw, ternyata kau ada hubungan dengannya. Gadis berjilbab itu, sama persis sepertimu. Dia sangat hati-hati, dan sangat cantik. Tapi ada satu perbedaan, dia tidak selincah dirimu." Joy bertepuk-tepuk tangan.


"Jangan banyak basa-basi, cepat katakan dimana dia." teriak Qin."


"Dia ada di dalam neraka, terbakar oleh bara api." Joy tersenyum jahat.


Joy melanjutkan memukul tubuh Qin, tidak membiarkan perempuan itu melakukan perlawanan. Qin hanya bisa diam, menerima perlakuan tersebut. Dia akan mencari cara, supaya mengetahui kakaknya.


"Kenapa memandangku seperti itu, apa kau takut aku bunuh hahha..." Joy tertawa jahat.


"Aku tidak takut, namun sebelum itu beritahu dimana Kakakku. Lalu setelah itu aku pasrah, jika kau ingin membunuhku." jawab Qin.


"Permintaan menarik juga untuk diwujudkan, namun sebelum itu beritahu siapa kau!" ucap Joy.


"Sudah aku katakan, namaku Qin Syatum. Aku adalah mahasiswi yang kuliah, di kampus Next Up." jawab Qin.


"Tidak, bukan pengakuan itu yang ingin aku dengar. Melainkan, pengakuan yang tidak pernah kau tonjolkan. Sebuah bakat misterius, dan mengetahui gerak-gerik kriminalitas." ucap Joy.


"Kau tebak saja sendiri, aku tidak mengerti apa maksudmu." jawabnya.


Joy tersulut emosi, kali ini dia keluar dari sel jeruji. Tidak akan menggunakan cara cambuk tali tambang, melainkan dengan cambuk besi panas.

__ADS_1


”Kamu lihat saja Qin, apa yang akan aku lakukan hahah....” batin Joy tertawa jahat.


__ADS_2