
Dengan cepat dia menaiki anak tangga dan terlihat Derwin berusaha memanggil istrinya yang ada didalam. "Minggir" ucap Jasson dengan wajah datarnya. Derwin langsung menggeserkan tubuhnya kesamping dan Jasson langsung membuka pintu kamar itu dan langsung masuk kedalamnya.
Jasson yang saat ini sudah berada didalam kamar langsung masuk kedalam kamar namun dia tidak menemukan siapapun dikamar itu. Pintu ruang ganti yang terbuka membuatnya tidak yakin akan istrinya ada didalam hingga dia menoleh kearah kamar mandi namun yang mengalihkan perhatiannya adalah lemari obatnya yang berada disamping ranjang terbuka.
Lelaki itu langsung berlari kearah sana untuk mengecek apakah istrinya ada disana atau tidak dengan Derwin yang hanya melihat dari luar saja. Mata Jasson membulat saat melihat wanitanya yang terbaring tidak sadarkan diri disamping ranjang itu. Dia langsung berlutut dan mengambil kepalanya dan meletakkannya diatas pahanya. "Hey bangunlah" ucap Jasson dengan menepuk perlahan wajah itu namun tidak ada respon.
Jasson menatap kesamping dan terlihat ada temat obat dan dia langsung mengambilnya. "Stomach ache (stomach) (sakit perut, lambung)" lelaki itu kembali dibuat kaget saat melihat obat yang diminum oleh Tiyara adalah obat sakit lambung.
Jasson langsung mengobrak abrik lemari obat mencari oksigen didalamnya hingga berantakan semuanya baru dia menemukannya. Dia langsung memberikan oksigen itu kepada Tiyara dengan sedikit demi sedikit setelah itu dia langsung menggendong wanita itu dan langsung berlari membawanya keluar dari kamar.
Dengan cepat dan hati hati dia menuruni anak tangga hingga sudah berada dibawah dia langsung berlari keluar dari rumah dan kembali berlari keluar dari pekarangan rumah dengan mobilnya yang masih berada diluar pagar. Derwin menutup pintu kamar tuannya dan langsung mengikutinya turun kebawah dan terlihat Jasson sudah melajukan mobil dengan kecepatan tinggi entah ingin kemana.
Dengan alat untuk menangani apa yang dialami oleh Tiyara membuat Jasson membawanya keluar dan menuju kerumah sakit. "Tunggulah sebentar, Kita akan kerumah sakit" ucap Jasson dengan terus berpokus ke kemudi namun hatinya sangat hawatir akan wanita itu.
Hanya dua puluh detik untuk Jasson sampai dirumah sakit. Mobil yang dihentikannya tepat dilobi rumah sakit membuat penjaga melihat siapa yang datang. Jasson langsung keluar dan berlari menuju keduduk sebelah dan menggendong kembali wanitanya itu dan membawanya masuk kedalam rumah sakit. "Dokter apa yang terjadi?" tanya Syeri saat melihat Jasson yang nampak terburu buru masuk kedalam rumah sakit bersama dengan wanita digendongannya.
Jasson tidak menjawabnya dan membawa wanitanya tersebut keruangan umum dan mengenakan oksigen terlebih dahulu takut jika Tiyara tidak bisa bernafas. Dia langsung memeriksa wanita itu dengan alat yang sudah disiapkan disana namun tidak ada masalah terhadap jantung sedangkan dia dokter jantung.
"Dokter Syeri tolong periksa dia" ucap Jasson dengan nafas ngos ngosan memanggil Syeri yang keahliannya adalah dokter umum terhebat dirumah sakit itu.
"Siapa....."
"Dok saya mohon" potong Jasson dengan wajah hawatir nya saat Syeri yang hendak mengajaknya berbicara.
"Baik dok" jawab Syeri dan masuk kedalam ruangan itu dan mulai memeriksa wanita yang baru saja dibawa oleh pujaan hatinya.
Wajah yang nampak pucat ditatap olehnya dengan tatapan sendu membuat beberapa perawat yang ikut masuk merasa heran akan sikap itu.
"Siapa wanita ini?"
__ADS_1
"Bukankah dia wanita yang kemarin? Siapa dia hingga dokter sangat hawatir kepadanya"
"Kasiha sekali saat melihat ekspresi dokter Jasson seperti ini"
"Bagaimana?" tanya Jasson dengan wajah hawatirnya.
"Ada masalah pada perut pasien, Pasien memakan makanan yang sudah tidak bagus atau kadaluarsa dan beliau juga operdosis akibat salah makan obat" ucap dokter Syeri.
"Apakah dia akan baik baik saja?" tanya Jasson yang masih sangat hawatir akan wanita itu.
"Hanya memerlukan perawatan yang baik dirumah sakit pasien akan baik baik saja dan pasien nampak....."
"Ah" Tiyara bangun dengan nafas naik turun. Jasson langsung menoleh kearah wanita itu dan memegang kepalanya.
"Sudah bangun? Apa masih ada yang sakit?" tanya Jasson dengan mengusap kepala itu. Terlihat sangat jelas wajah hawatir wanita itu.
"Bagian mana yang sakit?" tanya Jasson dengan memegang perut itu.
"Ini" jawab Tiyara dengan memegang perutnya yang terasa sakit. Jasson mendongakkan kepalanya menatap dokter Syeri.
"Pasien belum diberikan obat apa apa makanya masih merasakan sakit" ucap Syeri kepada Jasson yang menatapnya.
"Ambilkan infus, Suntikan dan obat lainnya" ucap dokter Syeri kepada suster. Suster menganggukkan kepalanya dan langsung keluar mengambil apa yang diperlukan.
"Dia dipindahkan saja keruangan vvip" ucap Jasson.
"Baik" jawab dokter Syeri dengan senyumnya sedangkan Tiyara langsung menatap kesal kearah dokter itu akibat tidak senang akan dia yang tersenyum menatap lelakinya hingga Tiyara langsung mengeratkan tangannya yang memegang tangan lelakinya.
"Apa ada bagian lain yang sakit?" tanya Jasson dengan menatap lekat wajah wanita itu.
__ADS_1
"Tidak, Hanya saja tatapan dokter itu terlalu aneh terhadapmu, Sepertinya dia menyukaimu" ucap Tiyara dengan wajah kesalnya menatap dokter Syeri yang belum ia ketahui siapa namanya itu.
Syeri langsung menoleh kearah Jasson dengan wajah yang memerah akibat ulah Tiyara namun tidak dengan Jasson yang hanya menatap datar kearahnya. Syeri langsung menundukkan sedikit kepalanya saat mendapatkan tatapan datar dari Jasson sedangkan Tiyara nampak tidak ingin melepaskan suaminya itu. "Kita pindah keruangan yang lebih nyaman" ajak Jasson dan mendorong rajang dan membawanya keluar.
Syeri mengikutinya dengan oksigen yang sudah dilepas Tiyara dibawa keruang vvip yang sudah disiapkan. "Ah" terial Tiyara dan memegang perutnya yang kembali sakit.
"Sakit" ucapnya kembali dengan wajah memerah dan kaki yang melengkuk akibat benar benar kesakitan.
"Cepatlah dorong bawa keruangannya, Suster cepat bawa yang saya minta" teriak dokter Syeri. Jasson mempercepat langkah kakinya hingga sampai diruangan vvip Jasson memindahkan wanitanya tersebut keatas ranjang yang sudah tersedia didalamnya.
"Ayah ini sakit" ucap wanita itu dengan menekankan ucapannya.
"Tahan sebentar, Dokter akan mengobatimu" jawab Jasson dengan berusaha melepaskan tangan wanita itu yang meremas perut.
Syeri masuk bersamaan dengan beberapa perawat yang mengikuti dengan obat yang ada dan begitupun dengan suntikan. "Nona tahanlah sebentar ini tidak......"
"Hah? Suntik? Aku tidak mau" teriak Tiyara yang memberontak agar dilepaskan akibat takut dengan jarum suntik.
"Nona tahanlah ini tidak akan sakit, Jika anda tidak melakukan....."
"Biarkan aku sakit, Aku tidak mau disuntik" teriak Tiyara yang terus saja menyelah ucapan dokter Syeri.
"Itu tidak akan sakit, Sebentar saja" ucap Jasson yang mencoba membujuknya.
"Aku akan memakan obat tapi aku tidak mau disuntuk" teriak Tiyara kembali dengan saat ini bergelantungan dilengan Jasson akibat takut.
"Nona" teriak Dery yang datang kerumah sakit itu. Tiyara tidak memperdulikannya begitupun dengan Jasson namun tidak dengan perawat dan juga dokter Syeri yang menoleh kearahnya yang nampak ngos ngosan.
"Kalian tunggu diluar" ucap Dery kepada beberapa pengawal yang mengikutinya dan masuk kedalam ruangan itu.
__ADS_1