My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Nomorku Jangan Dihapus


__ADS_3

Tiyara terlihat lihat mencari sesuatu namun dia tidak menemukannya. “Ponselku mana?.” Ketusnya kembali dengan wajah kesal.


“Ini.” Jasson memberikan ponsel itu kepada Tiyara dan langsung diambil olehnya.


Drittttt


“Nomorku jangan dihapus.” Ucap Jasson dengan senyumnya saat mencoba menghubungi ponsel istrinya kembali setelah sebelumnya.


“Untuk apa aku mengikuti ucapanmu, Kau pikir kau itu siapa.” Balasnya dengan kesal dan menghapus nomor lelaki itu.


“Hey kau……” jasson hendak merampas ponsel tersebut lagi namun Tiyara langsung menjauhkan ponselnya dan melototkan matanya kepada lelaki itu. Jasson membuang nafas panjangnya dan mendudukkan tubuhnya disamping istrinya kembali.


“Kembali bersamaku ke beijing? Mama menunggu kita disana.” Ucap Jasson dengan nada yang cukup lembut kepada wanita itu.


“Siapa yang kau ajak?.” Tanya Tiyara dengan wajah datarnya.

__ADS_1


“Jelas saja kau, Istriku.” Jawab Jasson dengan tenangnya.


“Heh, Aku bukan istrimu dan aku tidak ingin kembali kemanapun sebab disini adapah negaraku.” Balas Tiyara dengan wajah kesalnya dan mencoba berpindah namun tubuhnya sama sekali tidak kuat.


“Kenapa kau berbicara seperti itu, Bukankah dulu kau yang memaksaku untuk menikah denganmu? Kenapa sekarang kau yang mencampakkanku?.” Tanya Jasson yang cukup kevewa mendapatkan jawaban tersebut.


“Yasmin, Aku diapartemen xxxxx, Tolong jemput aku disini, Aku tidak bisa kemana mana sebab dikurung oleh orang yang tidak dikenal.” Ucap Zhara melalui telpon.


“Kau adalah istriku, Aku tidak mengurungmu, Kau tidak boleh kemana mana.” Ucap Jasson yang mencoba mengambil ponsel lagi dan terus saja gagal.


“Dia tidak akan sakit hati, Tidak usah berpikir kemana mana Tiyara bodoh.” Gumannya saat tidak nyaman setelah mengatakan hal barusan.


“Makan dahulu saja bagaimana? Aku akan memasakkan makanan untukmu.” Ucap Jasson dengan berjalan meninggalkan kamar tersebut namun perkataan Tiyara langsung menghentikan langkah kakinya.


“Aku sudah dibawah.” Tiyara mendapatkan pesan dari Yasmin yang tidak tau dimana kamarnya.

__ADS_1


“Tidak usah, Aku tidak butuh, Jaga saja kesehatanmu sendiri dan tidak usah memanggil namaku Tiyara dan tidak usah mengaku bahwa kau adalah suamiku.” Ucap Zhara dengan wajah datarnya dan menghubungi Yasmin.


“Dilantai berapa apartemenmu ini?.” Tanya Tiyara dengan wajah datarnya sebab dia tidak mengetahuinya.


“Kenapa kau berbicara seperti itu? Aku tidak pernah menggugatmu, Kau masih SAH menjadi istriku.” Balas Jasson tanpa menjawab pertanyaan wanita itu.


“Aku tidak peduli, Mau kau menganggap belumpun aku sudah menandatangani surat perceraian yang kau buat, Aku dilantai 30 nomor 2056.” ucap Zhara dan berusaha untuk berdiri dan meloncat untuk meninggalkan tempat tersebut.


Jasson langsung menggendong tubuh wanita itu dan membawanya kembali kedalam kamar dan meletakkannya diatas ranjang. “Pergi halangi siapapun yang ingin masuk, Jangan biarkan siapapun kemari untuk membawanya.” Perintah Jasson kepada dokter.


“Baik.” Jawab dokter mengiyakannya dan meninggalkan apartemen tersebut.


“Jasson lepaskan aku.” Teriak Tiyara dengan kesalnya dan memberontak meminta dilepaskan.


“Tidak akan pernah, Kau tidak bisa dan tidak boleh meninggalkanku lagi.” Jawab Jasson yang langsung melepaskan pakaiannya.

__ADS_1


“Aku tidak mau, Cepat lepaskan aku.” Teriaknya kembali yang tidak terima. Jasson tidak memperdulikannya dan melempar bajunya kesembarang arah dan langsung mendekatkan tubuhnya kepada tubuh istrinya yang tengah terbarinb itu.


__ADS_2