My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Aku mau coba


__ADS_3

“Aku mau coba.” Ucap Tiyara dengan senyum senangnya saat asyik melihat Jasson memainkan kursi tersebut dengan kedua tangannya yang terangkat meminta agar Jasson menggendongnya.


Jasson tersenyum senang melihat tingkah yang sudah lama tidak ia lihat dan diapun memilih untuk berdiri dan menggendong wanita itu dan meletakkannya keatas kursi roda tersebut.


Tiyara duduk rapi diatasnya dan menggerakkan kedepan kebelakang kursi roda tersebut. “Wah, Aku baru tau jika ada kursi roda sejenis ini.” Ucap Tiyara dengan senyumnya menatap Jasson dan langsung dinalas senyum pula oleh Jasson.


“Itu sebab kau terlalu menjadi anak rumahan makanya kau tidak mengetahui jika ada kursi roda ini.” Balas Jasson.


“Iya, Kemungkinan memang seperti itu, Semenjak meninggalkan Beijing aku sangat jarang keluar dari apartemen kecuali jika ada ajakan dari Yasmin itupun untuk makan.” Balas Tiyara tanpa sadar sebab keasyikan memainkan kursi roda.


“Apa Yasmin itu teman baikmu? Yang mana orangnya?.” Tanya Jasson saat tau jika istrinya bisa terbuka lebih tanpa sadar saat ini.


“Yamin? Ya, Dia memang teman baikku, Tidak ada yang ingin berteman denganku di universitas saat pertama kali aku masuk, Selain aku yang memang susah, Aku juga cacat makanya mereka tidak ingin berteman denganku, Namun Yasmin tidak peduli tentang itu, Dia akan selalu berada disisiku bagaimanapun keadaanku.” Jelas Tiyara dengan senyumnya menatap Jasson.


“Bagaimana bisa ada orang yang tidak ingin berteman dengan wanita cantik dan baik hati sepertimu?.” Guman Jasson yang cukup kesal mendenvar cerita singkat itu.


“Jika bukan karnaku kau tidak akan menjadi seperti sekarang.” Gumannya kembali.


“Frengky juga ada mengatakan kepadaku, Murid murid tidak menyukaiku karna mereka tidak suka akan aku yang terlalu aktif dalam kelas, Padahal memang mereka yang tidak mau menjawab hingga akhirnya dosen mamnggilku.” Celotehnya dengan wajah sebal memikirkan hal itu.


“Oiya, Kau…….” Tiyara menghentikan ucapannya saat menatap lekat lawan bicaranya barusan. Dia tersadar akan apa yang ia bicarakan saat ini dan sedari tadi.

__ADS_1


“Astaga, Bagaimana bisa aku tidak tau jika aku tengah berbicara dengan Jasson?.” Gumannya yang merasa bodoh akan ucapannya sendiri.


“Apa? Aku kenapa?.” Tanya Jasson dengan wajah bingungnya dan menunggu jawaban dari istrinya.


“Tidak.” Balas Tiyara dengan mengarahkan kursi roda untuk pergi meninggalkan ruangan tersebut sedangkan Jasson hanya menatap bingung kepergian wanita itu. Tiyara berhenti diruang tamu dan menatap sekeliling apartemen tersebut dan dia baru ingat jika saat ini dia berada ditempat Jasson.


Jasson berjalan mendekat dan memegang pegangan kursi roda tersebut. “Ada apa? Kau mencari apa?.” Tanya Jasson sehingga membuat Tiyara menengadah menatapnya.


Kedua mata itu saling menatap satu sama lain dengan perasaan yang sama sama masih ada dan masih dalam wajah keduanya terlihat mulai mendekat. “Hah.” Tiyara langsung menunduk kembali dengan memegang dadanya.


“Ah.” Ucapnya dengan nafas yang naik turun dengan cepat. Jasson langsung menyadarinya dan langsung berjongkok dihadapannya.


“Aisshh sakit sekali.” Ucapnya dengan wajah memerah menahan sakit. Jasson seketika langsung panik namun dia mencoba untuk tenang dan langsung berlari mencari alat medis yang dibawakan dokter kemarin hingga dia mendapatkannya dia kembali kedekat istrinya, Dia berjongkok dihadapan wanita itu dan mencari obat.


Jasson merobek baju yang dikenakan istrinya tersebut dan mencari oksigen dan obat oles yang ada disana hingga dia menemukannya dia mengoleskan obat itu keluka istrinya dengan infus yang sudah terpasang terlebih dahulu. “Hah, Hah.” Terdengar nafas wanita itu mulai sedikit tenang namun Jasson berusaha untuk tidak panik akan situasi saat ini dan dengan segera menghubungi ambulance.


“Tahanlah sebentar.” Ucap Jasson yang langsung menggendong wanita itu dan memindahkannya keatas kursi diruang tamu.


Hingga cukup lama menunggu akhirnya para perawat datang dengan membawakan ranjang rumah sakit. Jasson langsung meletakkan istrinya diatas itu dan istrinya dibawa dengan dia yang ikut dan meninggalkan apartemen tanpa dikunci dan untungnya ada pengawal yang selalu berada disampingnya.


Ambulance melaju dengan kecepatan tinggi dengan Tiyara yang nafasnya semakin buruk dan tangannya yang terus mencengkram tangan Jasson. “Sayang tahanlah sebentar lagi, Aku akan menyembuhkanmu.” Ucap Jasson yang semakin panik akan kesehatan istrinya tersebut.

__ADS_1


“Ibu sakit.” Ucapnya dengan suara yang cukup sulit ditarik dan semakin mencengkram tangan yang ada ditangannya.


Ambulance berhenti tepat dibalkon rumah sakit dan Tiyara langsung dibawa menuju ke IGD dengan Jasson yang menemaninya. “Jasson ini sakit sekali.” Ucap Tiyara yang merengek seperti biasanya saat merasakan sakit yang luar biasa.


“Hey tahanlah sebentar lagi, Dokter akan menyembuhkanmu.” Ucap Jasson yang tidak diizinkan untuk memberikan pertolongan sebab dia dalam keadaan panik namun dia diizinkan masuk sebagai dokter untuk menemani dokter yang bekerja.


“Hiksss sakit sekali.” Tiyara langsung menangis sebab benar benar kesakitan namun Jasson mencoba untuk tenang dan melihat dokter yang mengobatinya dengan tangannya yang satunya lagi mengusap kepala istrinya tersebut.


Sudah cukup lama menahan sakit akhirnya Tiyara tenang dan matanya perlahan terpejam sehingga hal itu membuat Jasson ikut tenang. “Maaf tuan, Tentang kesehatan nona, Bagaimana bisa kesehatannya semakin memburuk, Keadaan jantungnya seperti tidak pernah diberikan obat penyembuhan, Bagaimana ini bisa terjadi?.” Tanya dokter yang memeriksa barusan.


“Aku mengetahui itu, Maafkan aku, Selanjutnya aku akan memastikan kesehatannya.” Ucap Jasson dengan sopan namun tidak mengalihkan pandangnya dari istrinya tersebut.


“Baiklah tuan, Sebaiknya anda keluar terlebih dahulu agar nona bisa dipindahkan keruang rawat.” Ucap dokter yang yakin akan Jasson yang bisa menjaga pasien dengan baik sebab pengalaman dan ilmu Jasson lebih darinya.


Jasson tidak menjawabnya dan terus saja mengusap kepala wanita itu. “Aku akan meninggalkanmu sebentar agar para perawat dapat memindahkanmu ke ruang rawat, Setelah itu aku akan terus berada disisimu.” Bisik Jasson dan mencium pucuk kepala wanita itu dan meninggalkan ruangan tersebut.


Para perawat masuk dan mengurus pasien untuk pemindahan hingga tidak lama pasien keluar dengan mata yang masih terpejam dan dibawa keruang rawat dengan Jasson yang selalu mengikutinya.


“Apa? Jasson sudah menemukan Tiyara dan sekarang Tiyara masuk rumah sakit?.” Teriak Rere yang berada dibeijing menerima telpon dari pengawal yang ada disana.


“Iya nyonya, Sepertinya luka yang ada dijantung nona kembali kambuh.” Ucap pengawal.

__ADS_1


“Bagaimana bisa? Kau kan selalu menjaganya selama ini.” Ucap Rere yang tidak terima jika mendengar kabar itu sebab dia sudah menemukan Tiyara lebih dahulu dari Jasson dan kemungkinan dari lima atau satu tahun lalu dia menemukan Tiyara yang berada di amerika.


__ADS_2