My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Dokter senior


__ADS_3

"Ibu." mulut itu mengeluarkan suara yang sangat rendah. Jasson meletakkan tangannya dudahi istrinya saat dia meraskan suhu yang cukup tinggi di tubuhnya.


"Suhu tubuhnya naik." guman Jasson yang semakin hawatir saat mengetahui hal tersebut.


"Ibu." Nafasnya naik turun dengan cepat sehingga membuat Jasson semakin hawatir akannya.


"Apakah kalian mengendarai kura kura? Kenapa begitu lama." ketus Jasson yang semakin menghawatirkan wanitanya.


"Sebentar lagi sampai tuan." jawab pengawal dan memasuku gerbang rumah sakit. Mobil terparkir di lobi dengan para pengawal lain membawa ranjang dan pengawal yang membawa mobil yang ditumpangi Tiyara dan Jasson tadi membukakan pintu hendak membantu memapah Tiyara keatas ranjang.


Namun Jasson menggendong istrinya tersebut dan membawanya keluar saat pintu terbuka. Lelaki itu berlari mencari ruangan untuk istrinya yang ada didalam pelukannya sehingga para pengawal yang membawakan ranjang tercengang. "Cepat carikan ruangan yang kosong untuk nona." teriak seluruh pengawal.


"Ada apa?." Syeri yang sadar saat ada keramaian menghampiri dan terlihat Jasson tengah menggendong seorng wanita dengan wajah hawatirnya.


Jasson masuk kedalam salah satu ruangan yang kosong dan langsung membaringkan istrinya diatas ranjang tersebut dan hendak memeriksanya. "Tuan anda boleh minggir sebentar." ucap pengawal dengan sopan dengan membawakan dokter senior kepada Tiyara.


"Aku ingin memeriksa istriku, kenapa kalian........"


"Kau terlalu menghawatirkannya biar saya saja yang memeriksanya, Jika kau yang memeriksa dan memberikan penanganan takutnya itu malah berakibat buruk bagi istrimu." ucap dokter senior kepada Jasson.


Jasson memperhatikan dokter tersebut dan menangkap ucapan itu sehingga dia memundurkan tubuhnya. "Silahkan keluar." ucap dokter sebab takut Jasson menganggu sebab hawatir.


"Mari tuan." ajak pengawal yang tau akan Jasson yang menghawairkan nona mereka. Jasson tidak menjawabnya dan mengikuti perkataan dokter dan keluar dari ruangan dengan di seret oleh pengawal.


Pintu di tutup, Tubuh Jasson mematung di hadapan pintu itu. Syeri yang sadar akan Jasson yang sudah keluar berjalan menghampiri Jasson. "Dokter....." Syeri mencoba menyentuh bahu lelaki itu namun Jasson langsung menghindar.


"Jangan berani menyentuhku." ucap Jasson dengan tatapan kosong dan masih berdiri di depan pintu ruangan istrinya.


"Tuan minum dahulu." ucap pengawal yang tidak terlalu hawatir akan Tiyara dan menyodorkan minuman kepada Jasson.

__ADS_1


Jasson menggelengkan kepalanya menolak minuman itu. "Maaf sebelumnya tuan, Anda tidak perlu terlalu menghawatirkan nona, Jika terluka biasanya nona tidak terluka parah dan hanya mengalami demam ringan saja, Anda tidak perlu terlalu menghawatirkannya." jelas pengawal.


Jasson menatap tajam pengawal itu. "Bagaimana bisa kau mengatakan hal itu, Dia terluka, Pisau menusuk bahunya dan kau bilang tidak usah hawatir? Dia istriku, Bagaimana aku sebagai suami tidak menghawatirkannya." teriak Jasson kesal akan pengawl yang mengatakan hal tersebut.


Syeri dan pengawal lain hanya diam menyaksikan amarah Jasson namun amarah tersebut meredam sendirinya saat mengingat wajah istrinya yang sama sekali tidak memarahinya. Nafas lelaki mendengus panjang dan matanya langsung terpejam dengan nafas yang naik turun mencoba tenang.


Kepala lelaki itu tertunduk dengan mata yang masih terpejam. "Maafkan aku, Maafkan aku, Aku tidak bisa menjagamu dengan baik." guman Jasson dengan penyesalannya yang tidak bisa menjaga istrinya dengan baik.


Ckleekk.


Pintu terbuka. Dokter dan lerawat lain keluar sehingga Jasson langsung menghampirinya. "Bagaimana keadaannya?. " tanya Jasson dengan wajah hawatirnya.


"Luka di tubuh istri mu tidak terlalu parah, Darahnya normal meskipun luka cukup srius, Hanya saja dia tidak apa apa dan hanya demam tinggi saja." jelas dokter senior kepada Jasson.


"Apa aku boleh merawatnya?." tanya Jasson.


"Kau harus menenangkan dirimu dahulu sebelum ingin merawatnya, Meskipun nanti saya mengizinkanmu untuk merawatnya perawatan mu masih akan saya awasi, Takutnya kehawatiranmu itu nantinya yang membuat istrimu semakin parah." jelas dokter kembali.


"Yasudah ganti bajumu terlebih dahulu, Permisi." dokter pamit dan meninggalkan ruangan Tiyara.


"Ini tuan baju untuk anda." ucap pengawal dengan menyodorkan paper bag yang berisi baju kepada Jasson. Jasson menerimanya dan masuk kedalam ruangan istrinya dan mengganti baju di dalam kamar mandi di ruangan itu.


"Jawab! siapa yang menyuruhmu menyamar." teriak Dery dengan kesalnya saat sopir taxi tadi tidak mengaku.


"Aku tidak memiliki urusan dengan kalian, Lepaskan aku." teriak sopir tersebut.


"Masih berani kau mengeluarkan kata selain menjawab pertanyaanku." teriak Dery kesal dan mendorong lelaki itu masuk ke dalam pengurungan.


"Lepaskan aku." teriak lelaki itu.

__ADS_1


"Sebelum kau mengatakan siapa penyuruhmu jangan harap untuk lepas, Dan ini....." Dery menunjukkan poto keluarga sopir tersebut.


"Aku akan menjaga anak dan istrimu dengan baik, Setelah kau mengatakan siapa penyuruhmu baru akan aku lepaskan kalian." Dery langsung keluar dari tempat itu dengan poto yang di tunjukkannya tadi sengaja ia tinggalkan.


"Dia mengatakan bahwa tidak memiliki urusan dengan nona, Jadi orang itu seharusnya bukan utusan pesaing bukan?." guman Dery dengan wajah bingungnya.


"Tapi seluruh orang yang mencoba mencelakai nona memang selalu mengatakan hal tersebut." sambungnya dengan wajah bingung memikirkan siapa orang pesuruh itu.


Jasson berjalan mendekat kepada istrinya dan menarik kursi ke dekat ranjang istrinya dn mendudukkan tubuhnya diatas kursi tersebut. Mata lelaki itu menatap lekat wajah istrinya yang terbaring lemah di atas ranjang. Penyesalan sebab tidak menjaga istrinya deengan baik terus terusan menghampirinya.


Tangannya perlahan mengusap kepala wanita nya tersebut. Wajah pucat sangat jelas terlihat oleh Jasson saat memabdangi wajah yang biasanya selalu ceria itu. "Aku benar benar minta maaf, Aku akan menjaga menjagamu dengan baik dan hal ini aku pastikan tidak akan terjadi lagi." ucap Jasson dengan wajah menyedihkannya menatap wanitanya tersebut.


"Halo." ucap pengawal saat telpon nya dengan Dery sudah tersambung.


"Bagaimana keadaan nona?." tanya Dery dengn berjalan ke arah mobil.


"Nona hanya demam tinggi saja tuan." jawab pengawal akan pertanyaan tersebut.


"Lukanya bagaimana?." tanya Dery dan melajukan mobil dengan kecepatan sedang.


"Luka nona tidak apa apa, Namun sekarang kami sedng di rumah sakit sebab tuan Jasson meminta agar nona dibawkaan ke rumah sakit." jelas pengawal.


"Hah? Ah dirumah sakit mana?." tanya Dery langsubg tanpa menanyakan lebih.


"Dirumah sakit xxxxx tempat tuan Jasson bekerja." jawab pengawal.


"Baiklah." Dery langsung mematikan telpon dan menuju kerumah sakit yang di maksud.


"Jadi orang besar begitu banyak resiko, Dari semenjak aku tinggal bersama nya ada saja kejadian yang tidak terduga, Ini benar benar tidak aman untuknya, Aku tidak ingin dia terluka lagi." guman Jasson dengan mengusap kepala wanita itu.

__ADS_1


"Aku harus menghilangkan rasa takutku dan melindunginya." sambungnya.


"Dia adalah istriku, Dan aku adalah suaminya, Aku harus melindungi dan menjaga istriku dengan baik." ucap Jasson dengan menggenggam tangan istrinya yang masih belum sadarkan diri itu.


__ADS_2