
“Sebentar, Tunggu.” Terdengar teriakan dari luar dan tangan yang menahan lift agar tidak bergerak. Derwin, Pengawal dan juga Jasson menatap orang itu dengan wajah datar dan bingung mereka namun Jasson dia menatap wanita itu dengan tatapan tajam seperti kesal.
Wanita tersebut masuk dan tersenyum menundukkan sedikit tubuhnya menatap Jasson dan juga Derwin san Derwin kembali memencet tombol lantai tujuan. “Ah.” Yasmin yang baru masuk menatap tombol tersebut dan terlihat lantai yang dituju sudah tepat.
Jasson sama sekali tidak memperdulikannya dan hanya menatap kepada pemberitahuan lantai sehingga mereka sampai dan lift terbuka semuanya langsung keluar dengan Yasmin yang keluar terlebih dahulu. Yasmin berlari menuju kekamar Tiyara dengan dahi Jasson yang mengerut menatapnya.
“Mari ruan.” Ajak Derwin sebab Jasson langkah kakinya tidak lanjut.
Wanita yang masuk lift bersamanya tadi terlihat cukup bahagia berdiri dihadapan ruang kamar istrinya. Jasson membuka pintu kamar tersebut menggunakan kartu yang ada ditangannya dan dibukakan pintu itu oleh Derwin. “Apakah itu Yasmin paman?.” Tanya Tiyara dengan senyumnya yang berada dibelakang Dery.
“Iya nona, Ini adalah nona Yasmin.” Jawab Dery dengan senyumnya.
“Tuan kenapa masih diluar.” Derwin mendorong Jasson agar masuk sehingga Yasmin menatap kebelakang dan Zhara menatap kemana arah tatapan Yasmin.
“Ada apa? Kau melihat apa?.” Tanta Zhara dengan wajah bingungnya.
“Tidak, Tidak melihat apa apa, Sepertinya kau memiliki tetangga baru.” Ucap Yasmin dengan senyumnya.
__ADS_1
“Benarkah? Bagus jika begitu.” Balas Zhara dengan senyumnya dengan Yasmin yang berjalan masuk dengan mendorong kursi roda Zhara.
“Oh pasti dia wanita yang kemarin ditelpon oleh Tiyara untuk menjemputnya diapartemenku.” Ucap Jasson saat melihat Tiyara yang cukup memperlakukan wanita tadi dengan baik.
“Sepertinya wanita itu benar benar teman nona tuan, Saat pertama kita menemukan Nona kan wanita itu juga yang berusaha menahan anda agar tidak membawanya.” Balas Derwin pula yang menyadari hal tersebut.
“Hem, Tolong kau carilan identitas wanita itu dan berikan segera kepadaku.” Ucap Jasson dengan wajah datarnya dan mendudukkan tubuhnya diatas kursi yang menghadap keluar pemandangan apartemen.
“Hah, Jangan lupa nanti suruh orang…….”
“Kenapa ini?.” Tanya Jasson dengan wajah bingungnya.
“Ini orang yang akan memasangkan kamera diluar apartemen sehingga anda yang ada didalam bisa melihat siapa yang datang dan termasuk…….”
“Segera pasangkan.” Balas Jasson dengan wajah datarnya dan kembali bersantai.
Jasson mengeluarkan ponselnya dan melihat nomor istrinya.
__ADS_1
Brakkk
Brakkkk
Terdengar cukup rusuh dari kamar dihadapannya membuat Tiyara sedikit risih. “Cih ribut sekali tetangga itu.” Umpatnya dengan cukup kesal.
“Namanya juga baru pindahan, wajar jika sedikit bising.” Balas Yasmin dengan senyumnya dan mendudukkan tubuhnya diatas ranjang Zhara.
“Kemarin siapa yang menculikmu?. Kenapa saat aku sudah disana telponmu malah mati?.” Tanya Yasmin dengan wajah penasarannya kepada Zhara.
“Sebenarnya aku tidak diculik, Hanya saja disekap namun kemarin aku masuk rumah sakit sebab dadaku kembali sakit dan saat dirumah sakit paman datang dan membawaku pulang sehingga membuat orang yang menyekapku itu tidak bisa menahan paman.” Jelas Zhara singkat.
“Hah? Yang benar saja sakit dadamu kambuh?.” Tanya Yasmin yang tidak percaya akan penjelasan singkat itu.
“Hanya sedikit sakit, Namun sudah diberikan obat oleh dokter.” Jawab Zhara dengan senyumnya.
“Zhara kau masih bisa tersenyum santai seperti ini disaat jantungmu kambuh, Bagaimana bisa ini terjadi, siapa yang berani menyekapmu?.” Ketus Yasmin yang terlihat kesal.
__ADS_1