
"Hemp." ibu Kylo hanya tertawa melihat anaknya yang menerima ajakan mengobrol dari tetangganya itu.
"Hihi, Biarpun seperti itu kakak masih terlihat cantik." goda Kylo dengan mengidipkan matanya kepada Tiyara.
"Hey matamu." ucap Tiyara dengan diiringi tawa kaget saat anak itu sudah bisa wing.
"Hahaha, Kakak cantik memang lucu sekali." balas Kylo saat Tiyara memarahinya yang mengedipkan mata kepadanya.
"Kau ini......"
"Haaaciiiih." Tiyara bersin sehingga Jasson langsung menatap nya dan memegang keduanya bahunya. Jasson memegang tangan istrinya dan terasa tangan wanita itu cukup dingin dengan suasana malam ini.
"Haiiisss, Cuaca sangat dingin untukmu yang baru sembuh." ucap Jasson dan langsung melepaskan coat yang dikenakannya dan mengenakannya ke tubuh istrinya tersebut.
"Kakak sakit? Pantas saja kakak tidak terlihat beberapa hari ini." ucap Kylo dengan menggenggam tangan Tiyara menggunakan tangan kecilnya.
"Apakah tanganku hangat kak?." tanya Kylo dengan wajah menggemaskannya menatap Tiyara. Tiyara diam sejenak menatap anak itu.
__ADS_1
Tiyara mengeluarkan tangannya dari tangan Kylo dan langsung menggenggam kedua tangan Kylo itu. "Kau anak kecil yang seharusnya kedinginan, Aku tidak apa apa." jawab Tiyara dengan senyumnya dengan mencium kedua tangan anak tersebut.
"Tapi kakak tadi bersin." balas Kylo dengan wajah sedihnya.
"Karna kedipan kamu tadi makanya kakak bersin." jawab Tiyara yang kembali hendak bersin namun ia tahan saat Kylo masih berada dihadapannya.
"Sayang kita pula saja ya, Kakak cantik nya masih belum sembuh total, Dia harus istirahat." ucap mama Kylo saat sadar akan Tiyara yang hendak bersin itu.
"Yasudah ma, Ayo." jawab Kylo dengan wajah sedihnya.
"Kakak harus cepat sembuh ya supaya Kylo bisa melihat kakak ceria seperti biasanya." ucap Kylo kepada Tiyara namun Tiyara tidak merespon dan hanya diam saja.
"Yasudah ayo kita pulang kerumah nanti kamu makin......"
"Haccciiih." Tiyara kembali bersin dan Jasson bergegas membawa wanita itu untuk kembali kerumah.
"Ayo, Ayo." Jasson mengajak istrinya untuk kembali kerumah dengan Kylo yang sedari tadi menatapnya dari gendongan ibunya yang membawanya pulang. Wajah Kylo cukup terlihat hawatir hingga keduanya masuk kedalam pagar rumah masing masing baru tidak dapat melihat satu sama lain.
__ADS_1
"Kau ganti baju dahulu, Aku akan membuat minuman hangat untukmu." ucap Jasson namun tidak dibalas oleh Tiyara dan dia langsung menaiki anak tangga untuk kembali ke kamarnya.
Tiyara mengenakan baju tebal miliknya dengan celana panjang dan kaos kaki yang ada dikakinya. "Huh." wanita itu benar benar kedinginan hingga mengenakan kepala kelincinya sebab itu saja yang tidak mengenakan apa apa saat ini.
Jasson menatap keatas dan Tiyara keluar dari kamarnya. Wanita itu terlihat seperti anak kecil yang menggemaskan, Menggunakan baju tebal berwarna biru langit yang senada dengan celana dan sandal Nya. Kaos kaki yang berwarna putih begitupun dengan topi kelinci tebalnya itu.
Tiyara turun. "Kenapa tidak menunggu dikamar saja biar aku yang........"
Tiyara menarik tangan suaminya tersebut dan membawanya duduk diruang utama. Tiyara mendudukkan tubuh suaminya dengan Jasson yang masih bisa menjaga keseimbangan agar minuman ditangannya tidak tumpah. Tiyara mengambil minuman dari tangan suaminya tersebut dan meminum sedikit minuman tersebut.
"Ah." wanita itu merasakan kehangatan setelah meminum minuman tersebut sedangkan Jasson hanya menatapnya.
Jasson meletakkan tangannya didahi istrinya tersebut dan suhu tubuhnya normal. "Aku tidak apa apa." ucap Tiyara dengan melingkarkan tangannya ditangan suaminya tersebut.
Tiyara bersandar dibahu lebar suaminya dan menyalakan televisi yang sekiranya Jasson juga menyukainya. "Minum minumanmu." ucap Jasson.
Tiyara mengiyakannya dan meminum minuman yang dibuatkan suaminya untuknya itu dan memegang minuman itu ditangannya namun Jasson mengambil minuman itu sehingga membuat Tiyara menatapnya.
__ADS_1
"Tidak usah menatapku seperti itu." ucap Jasson dengan wajah datarnya. Tiyara hanya tersenyum dan kembali menyandarkan kepalanya dibahu tersebut.