My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Lepaskan aku


__ADS_3

“Tuan ayo masuk.” Ucap Derwin dengan mobil yang terhenti dihadapan Jasson. Jasson langsung masuk dan mengambil alih kemudi dan langsung melaju dengan kecepatan cukup tinggi mengejar taxi yang dinaiki oleh istrinya tersebut.


“Aku bahagia melihatnya terlihat baik baik saja, Namun jika untuk kembali mungkin aku tidak bisa.” Guman Tiyara dengan mata yang menatap keluar jendela.


“Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika tidak dapat mencegahnya pergi.” Ucap Jasson yang sama sekali tidak ingin kehilangan wanitanya lagi.


“Nanti di apartemen xxxxx tolong berhenti ya pak.” Ucap Tiyara dengan sopannya.


“Baik nona.” Jawab sopir dengan senyumnya.


“Mungkin hatinya sedikit sakit saat aku membentaknya.” Guman Tiyara dengan wajah yang agak sedih dan menyesal sudah membentak Jasson barusan.


“Nona sudah sampai.” Ucap sopir saat mobil berhenti tepat didepan apartemen yang dimaksud. Sopir turun dan membantu mengeluarkan kursi roda milik Tiyara dan Tiyara membuka pintu mobil itu.

__ADS_1


Jasson menghentikan mobilnya dan langsung turun begitupun dengan Derwin yang langsung menyusulnya. Jasson langsung menggendong Tiyara. “Ah lepaskan.” Teriak Tiyara saat Jasson menggendongnya namun Jasson tidak memperdulikannya dan langsung membawa wanita itu masuk kedalam mobil.


“Jasson lepaskan aku.” Teriak Tiyara yang memberontak namun Jasson tidak memperdulikannya dan mengenakan sabuk pengaman wanita itu dan langsung memutar balik mobilnya tersebut.


“Hey tuan nona tadi belum membayarnya.” Teriak sopir.


“Ini.” Ucap Derwin dengan memberikan beberapa dolar dan langsung pergi meninggalkan sopir.


“Jasson lepaskan aku, Aku tidak ingin kembali.” Ucap Tiyara yang terus saja memberontak.


“Aku tidak mau, Lepaskan aku atau aku akan meloncat keluar.” Teriak Tiyara yang terus mencoba memberontak namun Jasson langsung mengunci pintu mobil dan tidak akan membiarkan wanita itu pergi darinya.


“Lepaskan aku.” Teriak Tiyara dengan memukul kaca mobil tersebut. Jasson langsung menghentikan mobilnya saat sudah berada ditempat sepi dan menatap lekat wanita yang selama ini ia cari dan sudah ia temukan.

__ADS_1


“Lepaskan aku.” Teriak Tiyara yang terus saja memberontak tidak terima akan Jasson yang menculiknya. Jasson tidak menjawabnya dan langsung meraih tubuh wanita itu dan memeluk erat tubuh itu.


“Aku benar benar merindukanmu, Sudah lebih dari dua tahun aku selalu mencarimu dan tidak disangka aku menemukanmu saat……”


Tiyara mendorong tubuh Jasson agar menjauh darinya sehingga membuat Jasson menatap bingung kepadanya. “Aku tidak memerlukan kau untuk mencariku, Lepaskan aku sekarang.” Teriak Tiyara yang kembali memberontak dan tidak terima akan perlakuan Jasson.


“Tidak akan, Kau milikku dan selamanya akan menjadi milikku.” Balas Jasson dengan senyumnya dan hendak menyentuh wanita itu lagi namun Tiyara langsung menepis tangannya.


“Aku bukan milikmu, Lepaskan aku.” Teriak Tiyara kembali. Jasson sama sekali tidak memperdulikannya dan menghentikan mobil tepat diparkiran apartemen yang ditempatinya.


Jasson keluar dari mobil dan langsung menggendong Tiyara dan membawanya pergi dari parkiran. “Lepaskan aku.” Teriak Tiyara dengan memukul punggung lelaki tersebut agar bisa dilepaskan namun Jasson tidak memperdulikannya dan terus saja melangkahkan kakinya menaiki lift.


Saat lift terbuka dan sampai dilantai kamarnya Jasson langsung keluar dengan Tiyara masih berada digendongannya. Jasson masuk kedalam apartemennya tersebut dan langsung meletakkan istrinya diatas ranjang. “Lepaskan.” Tiyara berusaha untuk kabur namun Jasson menahannya dan menghimpit tubuh kecil itu.

__ADS_1


“Jangan tinggalkan aku lagi.” Bisik Jasson dengan mencium leher wanita itu.


__ADS_2